Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan
8


__ADS_3

jam delapan tepat mobil faris sudah siap didepan kosan nabila, faris mencoba menghubungi HP nabila, namun tidak diangkat, akhirnya faris putuskan untuk mendatanginya saja.


sedangkan didalam kosan, nabila sedang sibuk menatap dirinya lewat cermin, "sudah cantik sih gua, kan malu kalo jalan sama faris kalo gua ga cantik, belum nanti disana pasti banyak rekan bisnisnya faris" oceh nabila sendiri terus saja memperhatikan penampilan dirinya, entah kenapa dia ingin tampil perfect dihadapan faris.


tok.tok.tok


"Nabila sudah jam delapan lebih"


faris mencoba mengetuk pintu kosan nabila


"iya sebentar pak, eh faris"


ceklek,


saat membuka pintu kedua jantung yang sedang berhadapan itu berdetak lebih kencang, ada gugup sekaligus kagum di mata mereka masing masing, malam ini faris terlihat lebih tampan dan lebih santai dari biasanya,.tak jauh dari itu nabila juga malam ini terlihat lebih cantik, dengan dress dibawah lutut yang berwarna peach serasi dengan riasan wajah nabila yang tidak terlalu mencolok menjadikan nabila terlihat lebih cantik dari biasanya.


untuk beberapa menit mereka saling menikmati pandangan didepannya.


"ekhem" suara faris akhirnya mengakhiri tatapan kagum mereka


"ayo berangkat, aku bilang jam delapan tepat bukan lebih bila"


"iya maaf pak"


faris menatap tajam nabila, nabila yang ditatap seperti itu mulai paham atas kesalahannya barusa.


"eh maksudnya faris"


"kamu tidak ada acara malam mingguan sama kekasih kamu kan nabila?" tanya faris untuk memecah keheningan diantara mereka


nabila hanya menggelengkan kepala


"saya lagi nyetir jadi jangan jawab pakai isyarat, bisa celaka jika terus lawan bicara saya jawab pakai dengan isyarat" kesal faris kepada nabila yang menjawab hanya dengan gelengan kepala.


"tidak, saya tidak ada kekasih"


"tidak ada disini apa tidak punya?" tanya faris penasaran

__ADS_1


"tidak punya faris"


"baguslah"


"bagus? maksudnya gimana? kamu sendiri kenapa tidak pergi ke acara dengan kekasihmu saja ini kan malam mingu" tanya balik nabila


"sama sepertimu, mungkin jika punya kekasih akan saya ajak kekasih saya"


"jangan jauh jauh dari saya, takut nanti kamu hilang, kita langsung temui pengantin saja"


setelah tiba di tempat tujuan, faris mengajak nabila untuk langsung menemui pengantin


"iya"


"Rendi selamat ya, langgeng sampai kakek nenek" ucap faris sambil menyalami mempelai pria dan dibalas dengan tepukan hangat dipundak faris


" makasih ris sudah datang, cepat menyusul ya, oh ya betewe lo ngajak siapa nih?"


"kenalin dia Nabila"


"selamat ya mas mba" nabila pun ikut menyalami kedua mempelai


" hei Faris sini bro gabung kita kita" panggil salah satu pria yang sedang duduk di meja pojok, disana ada empat orang pria yang nabila duga mungkin itu relasi kerjanya atau sahabatnya, entahlah nabila tidak begitu peduli.


nabila sudah merasa bosan karena tidak ada satu pun yang dia kenal di pesta ini. ditambah faris bergabung teman temanya.


selang beberapa menit ke empat pria yang ngobrol dengan faris pun berjalan menghampirinya bersama dengan faris


" hai mba, mba cantik siapa namanya kalau boleh tau? kami teman lamanya faris" ucap salah satu dari mereka sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman


nabila tersenyum sambil membalas salamnya


" nabila mas"


faris yang tak terima melihat nabila mulai digoda.oleh temannya dengan cepat dia menarik lengan nabila mendekat ke arahnya


" wah posesif sekali lu ris" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"dia pacar kamu ris? ko ga dikenalin sih ke kita?" balas lagi teman yang lainnya


"dia calon istri gua, sudah kita mau pamit pulang ke pengantin"


ucapan faris membuat nabila kaget kenapa dia memperkenalkan dirinya sebagi calon istri?


"saking takutnya ditikung tuh si faris" ucap salah satu dari mereka


"iya"


saat tiba di depan kosan nabila. nabila merasa penasaran untuk menanyakan hal yang selama tadi di perjalanan dia pikirkan.


" kenapa kamu ngomong kaya gitu tadi?"


tanya nabila sebelum dia turun dari mobil faris


" ngomong apa?"


"itu kenapa bilang calon istri?"


"saya ga suka kamu digoda sama teman teman saya"


"oh karena itu, baiklah cuma sekali saja tadi kan, saya turun pak terimakasih"


"saya gak suka jika ada pria lain yang menggoda kamu" ucap faris saat nabila hendak mau turun dari mobil


"maksudnya?"


"sebelum saya pergi ke jakarta untuk kuliah kamu ingat kamu bilang ke saya untuk jaga hati untuk kamu, begitupun kamu jaga hati untuk saya?"


nabila jadi teringat ucapan itu, itu obrolan mereka saat faris hendak di wisuda dan mau lanjut kuliah di Jakarta.


"dan sekarang saya udah disini, saya juga akan menjaga kamu nabila"


"tapi"


nabila tak bisa melanjutkan ucapannya karena faris memotong perkataanya

__ADS_1


" turun dan istirahatlah, terimakasih sudah menemani"


mobil faris pun melaju pergi meninggalkan nabila yang masih mematung memikirkan perkataan faris tadi.


__ADS_2