Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Second and Last Love1


__ADS_3

“Orang-orang yang jatuh cinta terkadang lupa akan satu hal yang penting, yaitu KEPERCAYAAN. mungkin tanpa kepercayaan, cinta itu akan hancur.” ~ pejuang cinta ~


Aku Andre, pemuda 17 tahun yang sudah 4 tahun tidak pacaran alias SINGLE. Terakhir kali aku kenal cinta di bangku SMP. Sejak saat itu, aku jadi single sampai sekarang di SMA. Entah kenapa aku udah mulai bosen dengan kehidupan single ini. Akhirnya memutuskan untuk mulai mencari pasangan karena aku takut nanti lupa bagaimana caranya jatuh cinta.


Seperti hari-hari sebelumnya, pagi ini berangkat sekolah dengan penuh semangat padahal dalam hati udah bosen hidup gini gini aja.


“Kenapa hidupku sepi gini ya..? Apa aku butuh menghilangkan ke-single-an ini ya?” gumamku di hati. Sebenarnya aku nggak ganteng-ganteng banget sih.. bisa dibilang sesuai standar. Tapi nggak sedikit juga cewek yang deketin aku, entah itu cuma mau temenan, mau minta contekan, yah begitulah kalo jadi murid pinter hehe.


Sesampainya di sekolah, aku disapa sama temenku yang paling baik sekaligus ketua osis di sekolah ini, Dimas namanya.


“Woy dre, ada PR nggak hari ini?” teriak dia dari kejauhan.

__ADS_1


”Yaelah.. pagi-pagi udah nanyain PR! Emang kenapa kalo ada? Belum ngerjain ya..? Mau nyontek?” balasku menyombongkan diri.


“Nah… Itu kamu tau! Boleh kan?” memohon padaku.


“Ya udah, nih..!” mengulurkan tangan sambil memberikan bukuku padanya.


Bel istirahat pun berbunyi, kita berdua beranjak dari kelas untuk pergi ke kantin. Pada saat di kantin, aku melihat adik kelas yang datang juga ke kantin. Tiba-tiba ada satu orang yang mengalihkan pandanganku seorang perempuan yang bisa dilihat kalo dia orang pemalu. Sebenarnya dia bukan termasuk kriteriaku, tapi di saat dia malu, manisnya bikin diabetes xixixi. Perempuan itu bernama Putri. Dia sederhana, bukan perempuan yang mengejar popularitas, apa adanya, dan satu lagi sifat yang paling menonjol darinya yaitu pemalu.


Untungnya dia anak IPA hanya saja beda kelas denganku, aku kelas A sedangkan dia kelas B. Padahal udah hampir 3 tahun tapi aku nggak pernah kenal sama dia. Wahh parah banget sihh.


Ketika bel pulang sekolah berbunyi, setelah keluar dari kelas, ada putri yang sedang menunggu di depan gerbang. Entah kenapa aku belum berani untuk kenalan lebih jauh dengannya. Seketika lamunanku pecah karena Dimas mengajakku pulang bersamanya.

__ADS_1


“Dre.. Ayo pulang bareng! Sebagai rasa terima kasih karena udah dikasih contekan.” kata Dimas.


“Oke.” jawabku singkat.


Sesampainya di rumah…


“Thanks ya Dim, nggak mau mampir dulu?” ucapku


“Sama sama, langsung pulang aja, lagian udah siang banget. Balik dulu ya!” kata Dimas sambil memutar motornya.


Dengan rasa lelah karena banyak tugas, aku langsung masuk ke kamar, ganti baju lalu rebahan di lantai sambil main hp. Tanpa waktu yang lama gue ketiduran.

__ADS_1


Keesokan harinya, mengawali hari dengan mendengarkan sebuah lagu dari Bruno Mars membuat pagiku menjadi good vibes. Tak terasa sudah jam 07:05, “Astaga udah jam 7! Cepet amat. Kukira masih setengah 7 tadi..!” celotehku sambil meng-off kan musik yang kuputar tadi. Kayak biasanya gue jalan kaki ke sekolah, karena lumayan deket dari rumah aku. Ketika sampai, kulihat di sekolah masih sepi, hanya beberapa dari adik kelasku, akhirnya aku memutuskan buat nunggu seseorang di depan gerbang. 15 menit aku menunggu, seseorang yang kutunggu datang. Aku mencoba buat menyapanya


__ADS_2