Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
SYLA,ISTRIKU DARI MASA DEPAN 2


__ADS_3

“Itu alasan kenapa aku tau semua tentang dirimu. Itu  karena aku istrimu. Oke, ini mungkin tidak masuk logika. Tapi lima tahun dari sekarang kita akan bertemu, setahun kemudian menikah. Kita menetap di Bengkulu, sesuai keinginanmu untuk mengabdi. Kita punya rumah di pinggir pantai dengan halaman yang dipenuhi rumput hijau. Setiap sore kita menghabiskan waktu memandang matahari terbenam. Kalau kau tidak sibuk, kita berjalan-jalan ke Kepahyang menikmati kebun teh. Familiar dengan itu semua Bob?”  “Ya, itu mimpiku saat ini. Bagaimana kau bisa tahu?” “Itu karena aku istrimu, Bob” “He..eh.. aku tidak tahu bagaimana caramu mengetahui semua mimpiku, tapi jangan paksa aku untuk mengakui kau istriku. Bahkan di masa depan”. “Ok, kita masuk yang lebih pribadi. Kau punya tanda lahir di atas pinggang sebelah kiri. Bekas luka di betis kanan yang kau dapatkan saat jatuh dari sepeda Rommy. Jari manismu selalu keseleo saat coba kau pletekan”. “Sialan, bagaimana kau tau sejauh itu?”. “Aku istrimu Bob. Mau kuceritakan tentang kematian ibumu yang paling kau sesali?”

__ADS_1


“Tidak!” Hening. Aku tak habis pikir bagaimana ia dapat mengetahui semuanya. Beberapa hal cerita mungkin diketahui oleh orang-orang terdekatku. Beberapa yang lain bahkan tidak pernah ku ceritakan pada siapapun. Kalau ia mengetahui sebanyak itu, tentulah ia begitu dekat denganku. Tapi, aku bahkan sama sekali tidak mengenalnya. Bagaimana seseorang yang tidak pernah bertemu tiba-tiba mengetahui semuanya.  “Jika kau istriku di masa depan. Bagaimana kau bisa berada di hadapanku saat ini?”  “Sepuluh tahun dari sekarang. Enam  tahun setelah kita menikah. Telah ditemukan mesin waktu yang bisa digunakan di kalangan terbatas. Aku beruntung terlibat di dalamnya dan menggunakannya di percobaan awal” “ Hahaha…bagaimana bisa aku mendapatkan lelucon bertibu-tubi seperti ini!!” “He eh, Aku sudah membayangkan bahwa kau akan tertawa. Bob, saat ini penelitian-penelitian di Jerman dan Swedia yang didukung negara-negara kaya telah menemukan  lubang cacing perjalanan waktu. Kau tentu sadar akan hal tersebut. Kemajuan teknologi tak dapat ditahan. Percepatan teknologi di tahun 2021 saja sudah membuat semua kebutuhan terpenuhi dari rumah. Beberapa penemuan bahkan sudah menyediakan wisata ke tempat-tempat yang jauh hanya dengan menggunakan kacamata. Berikutnya, benda padat akan dapat berpindah ke dimensi waktu, manusia”. Aku  mengerenyitkan kening. Betulkah? Ia begitu yakin dengan apa yang ia katakan.  Baiklah, daripada aku bingung sendiri lebih baik ku ikuti saja alur berpikirnya. “Oke, ceritakan bagaimana awalnya kita bertemu?” “Oh aku sudah tidak sabar ingin menjawab pertanyaanmu ini. Kita bertemu di perpustakaan digital. Kau tertarik pada antropologi sejarah dan seni, aku pada fisika agama dan biologi. Diskusi kita selalu berhubungan dengan perilaku manusia”. “Diskusi?” “Ya! Sangat sering. Penuh perdebatan.” “Lalu dengan begitu kita bahagia?” “Tentu saja Bob. Aku adalah perempuan idamanmu. Kau adalah lelaki yang menyeimbangkan egoku. Setiap malam aku memasak dan kau menyiapkan perapian. Kita mengobrol sampai malam. Setelahnya kau mengantuk dan tidur, sementara aku melanjutkan penelitian. Pagi hari aku membangunkanmu untuk bekerja, lalu gantian aku yang tidur.  “Oh ya, sepertinya itu tidak normal. Kau yakin kita bahagia?” tanpa sadar aku sudah menyebut kita.

__ADS_1


“Banget. Tentu kita pernah bertengkar, tapi tak lama. Oh iya, kita hobi sekali berdebat haha” “Bagaimana dengan anak? Apakah aku punya anak?”

__ADS_1


__ADS_2