
huhh.. andai aku punya jutsunya sasuke, udah aku raikiri kamu vin” ucap melody kesal
Melody pun segera ke kasir dan berharap cepat-cepat pergi dari tempat itu. Ini semua gara-gara Kevin si monster vampire kelas SD itu.
“32.500 mbak..” kata petugas kasir mengagetkannya.
“oh iya, sebentar” jawabnya seraya mencari dompet di tas kecil miliknya. Namun yang dicari tak kunjung ditemukan. ditelitinya lagi, diobrak-abrik seluruh isi tasnya itu. Namun tetap saja tak ditemukan. Dan ahhh, baru melody ingat ternyata dompet yang dicarinya tertinggal di meja belajarnya saat dia memasukkan uang sisa kemarin. “Bagaimana ini?, pakai credit card iya credit card, tapi mana mungkin, dompet saja nggak aku bawa. Bagaimana ini? Apa aku pulang terlebih dahulu untuk mengambilnya? Hah? jangan deh jangan, ini komik best seller, ntar malah gak kebagian. Ayo melody berfikir.. berfikirrr…” Pernyataan seperti itu berkecamuk memenuhi fikiran melody.
“bagaimana mbak?, banyak yang mengantri di belakang mbak” tanya petugas kasir mengingatkan melody yang semakin membuat dirinya panas dingin tak karuan
“hmm.. anu mas, maaf dompetnya ketinggalan…” jawab melody sambil meringis serasa tak bersalah sama sekali
“ya sudah, mendingan sekarang mbak pulang ambil dompetnya terlebih dahulu, mau beli buku kok dompetnya pake acara ditinggal-tinggal” gerutu sang penjaga kasir yang berumur sekitar 24 tahunan itu
__ADS_1
“ketinggalan mas bukan ditinggal” ucap melody setengah emosi. “Bodoh banget sih itu penjaga kasir, mana ada orang meninggalkan dompetnya secara sengaja saat dia mau membeli sesuatu huhh” gerutunya dalam hati
“tunggu apalagi mbak?, di belakang mbak banyak yang antri mau bayar. Kalau mbak sudah nggak ada keperluan bisa keluar dari tempat antrian ini” kata penjaga kasir itu sinis
“Tapi…”
biar saya yang bayarin” kata seorang cowok di belakang melody yang memutuskan pembicaraannya dengan petugas kasir cerewet itu. “sekalian totalkan sama buku saya” lanjutnya lagi
“155.000 mas jumlahnya” kata penjaga kasir kepada itu Oz vessalius
“credit card” jawab itu cowok sambil memberikan credit cardnya ke petugas kasir.
Petugas kasir itu pun mulai menggesek credit card milik cowok yang mirip Oz Vessalius itu. “ini mas,” kata penjaga kasir seraya mengembalikan credit card milik cowok itu
__ADS_1
“hei, ini komik kamu.” Kata itu cowok kepada melody, tetapi melody tak menggubrisnya, dia masih shock memandangi wajah si cowok berwajah jepang itu. “hello… ini buku kamu, kamu nggak papa kan?” ucapnya lagi dipertegas sambil menggerakkan tangannya ke atas ke bawah di depan mata melody
“e.. ohh iyaa” jawab melody setengah sadar sambil mengambil komik itu. “heh, ngapain kamu bayarin komikku? Jangan bilang itu modus kamu supaya bisa kenalan sama aku” lanjutnya marah-marah saat dia sudah benar-benar sadar.
“haha.. kamu itu lucu ya?” jawab si cowok sambil tertawa. Bagaimana tidak tertawa cobak. Ekspresi wajah melody yang awalnya gugup tiba-tiba marah-marah nggak jelas. Malu-maluin kan?. “aku haruka” lanjutnya seraya mengulurkan tangan
“huahahaha…” giliran melody yang tertawa terbahak-bahak. Si cowok itu pun heran, mungkin dia berfikir melody ini gila. “namamu kayak nama cewek haha” lanjutnya masih tertawa.
“Hah? Nggak di jepang nggak di Indonesia, orang pasti bilang namaku kayak nama cewek” ucapnya murung. “terus nama kamu siapa?” lanjutnya sambil tersenyum manis kearah melody. Membuat melody serasa dihipnotis.
“aku melody, tapi bukan berarti melody yang biasa ada tangga nadanya” balas melody sambil tersenyum.
“melody yang ada tangga nadanya?, itu namanya not bukan melody” katanya lagi sambil tertawa, lagi lagi tertawa.
__ADS_1