Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Kehancuran Dalam Do'a ku


__ADS_3

Setelah 3 bulan kejadian itu sepupuku tahu apa yang sudah terjadi kepadaku. Sepupuku bernama Chiko, yang ternyata dia teman satu sekolah dengan Reno.


Karena kejadian itu juga aku dengan Chiko mulai dekat yang dulu tak pernah menyapa meski kita saudara, pada akhirnya kita sering berbincang bersama.


Saat itu hanya Chiko tempatku bercerita. Tetapi di suatu hari di rumah bunda yang bernotaben sebagai ibu dari Chiko. Hanya ada aku dan Chiko, disitu aku merasa seperti ada yang mengganjal, Chiko bersikap aneh. Tak seperti biasanya, tatapan mata yang tajam itu mengarah kepadaku. Aku takut apa yang dulu pernah kepadaku itu akan terjadi lagi.


Aku hanya terdiam seraya aku menahan air mataku supaya tidak jatuh. Di dalam hati aku berdo’a.


“Ya Allah apa yang akan terjadi kepadaku?” sahutku dalam hati dengan menahan air mata.


“Apa lagi yang akan menimpaku ya Allah?”.


“Takdir yang seperti apa yang akan engkau berikan kepadaku ya Allah?” ucapku dengan tersedu-sedu yang tak bisa lagi menahan genangan air mata itu.

__ADS_1


“Selama ini hanya kepedihan dan kehancuran yang kau berikan,” Sahutku yang masih didalam hati dengan perasaan tak terima atas takdir yang sudah digariskan kepadaku.


disangka-sangka ternyata Chiko juga melakukan hal yang sama seperti temannya kepadaku. Chiko melecehkanku. Aku tak bisa berkata-kata karena Chiko telah melarangku untuk mengatakan semuanya kepada siapapun itu.


Aku hanya bisa menangis seusai semua itu terjadi. Pada saat kejadian itu aku masih duduk di bangku kelas 6 SD. Sampai saat ini aku masih menyembunyikan semua itu dari semua saudara-saudaraku dan kedua orangtuaku.


Hingga 2 tahun lamanya aku hidup dengan ketakutan yang terus-menerus mengintai kehidupanku. Lalu tak lama kemudian aku mendapatkan kabar bahwa Chiko terserang penyakit Kanker Darah.


Seminggu setelah aku mengetahui kabar itu aku dan keluargaku menjenguk Chiko yang sedang terbaring lemah di atas kasur. Disitu aku hanya berfikir, “apakah ini pembalasan atas semua yang pernah ia lakukan?, aku tak meminta supaya engkau membalasnya dengan cara ini, aku tak sanggup melihat keadaan keluarganya yang sedang tertimpa masalah ekonomi, lalu sekarang engkau memberikan ini kepada keluarganya!,” gumamku dalam hati seraya memasuki ruangan tempat Chiko dirawat. Disaat aku melangkahkan kakiku sekujur tubuhku gemetar, keringat menetes dari wajahku lalu membuat sekujur tubuhku basah kuyup.


Setelah beberapa menit keluargaku berbincang dengan orangtua Chiko Dokter yang merawat Chiko datang meminta izin untuk memeriksa keadaan Chiko.


Kami yang sedang berada di luar kamar rawat Chiko terus berdo’a untuk kesembuhannya. Kedua orangtua Chiko hanya bisa duduk, menangis dan berdo’a. Karena kejadian ini aku merasa bingung, apakah selama ini do’aku salah?, telah membuat kedua orang yang tak bersalah menjadi dampak atas semua ini. Tapi disisi lain aku juga masih merasa sedih untuk mengingat semua yang pernah terjadi terhadapku.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian Dokter pun keluar dengan memberi kabar. Bahwa saat Dokter itu memeriksa keadaan Chiko, Chiko sudah dalam keadaan keritis yang mengakibatkan Chiko tak bisa diselamatkan lagi.


Hari demi hari, bulan demi bulan aku merasa bahwa semua ini kesalahan atas do’a yang aku panjatkan selama ini. disaat aku duduk di bangku SMP aku masih hidup dengan rasa bersalah dan rasa bingung. masih tak ada ketenangan didalam hidupku meski semua jenis pelecehan telah berhenti tetapi Tuhan menberiku cobaan lain yaitu aku menjadi korban bullying di sekolah.


Aku tak tahu apa salahku sehingga mereka selalu memerintahku untuk mengambil ini itu, untuk mengerjakan ini itu dan masih banyak lagi. hingga suatu saat aku memberontak tak mau lagi menjadi budak mereka. Tapi alhasil mereka membuat cerita entah apa itu aku tidak tahu yang membuat hampir membuat semua orang yang mengenalku menjadi memusuhiku. Tak ingin menjadi temanku, disetiap jam pelajaran dimulai dan disaat ibu atau bapak guru pengajar menunjuk anak untuk menjawab soal pasti mereka menyuruhku untuk maju menyelesaikan semua soal itu.


Sorakan demi sorakan aku dapatkan saat aku maju kedepan. hujatan demi hujatan selalu aku dapatkan saat aku diluar kelas, lalu kesepian yang bisa membuatku tenang meski hanya sejenak. Hanya di tempat yang sepi aku bisa meluapkan semua perasaanku. Entah itu dalam hal menangis dan berteriak.


Selama 3 tahun sudah aku mengalami semua bentuk bullying yang aku dapatkan di SMP. Karena semua itu aku sempat memiliki fikiran untuk menyudahi semua ini yaitu mengakhiri hidupku supaya aku tak mengalami semua ini lagi. Tetapi disaat aku menyakiti diri sendiri untuk mengurangi rasa sakit hati ini ada seseorang yang datang dan menyemangatiku dan mengatakan bahwa.


Semua yang kamu alami ini sesuai dengan takaran kemampuan seseorang. Tuhan tidak akan memberikan ujian yang tak sanggup dijalani hambanya. Tuhan hanya ingin mengasah kekuatan hati, jiwa dan raga kita. Tuhan tahu dan Tuhan sayang kepada semua orang yang sudah berhasil menyelesaikan atau mampu bertahan diatas takdir yang sudah Tuhan gariskan.


Tuhan sayang kepada hambanya yang mau berusaha. Lalu semua ujian itu adalah bentuk kasih saya Tuhan kepada hambanya. Semakin banyak Tuhan memberikan ujian maka semakin banyak kasih sayang yang kita dapatkan dan jika semakin besar ujian yang kita dapatkan maka semakin besar rasa sayang Tuhan kepada hambanya.

__ADS_1


__ADS_2