Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Vera dan Kesalahan 1


__ADS_3

Sebuah kesalahan yang menimbulkan kehancuran bagi hidup Vera Anastasya. Ya, Vera Anastasya adalah salah satu siswi pendiam di salah satu madrasah terkenal di Yogyakarta. Dia juga dikenal dengan sebutan Vera si pendiam dikelasnya. Tapi, dia sebenarnya tak sepenuhnya pendiam. Hanya saja saat Vera merasa nyaman, ia akan cerewet dan tak bisa diam. Dan kini ia harus terjebak dalam sebuah persahabatan dengan lawan jenisnya yang merupakan persahabatan pertama bagi hidupnya selama ini. Ia merasa cukup senang dan bersemangat ketika sahabatnya itu selalu ada untuknya. Apalagi sahabatnya itu adalah cowok paling cool yang sangat digemari banyak wanita. Tak hanya itu, sahabatnya juga terkenal dengan sikap dinginnya kepada wanita. Dan, siapa sangka jika sikap dingin lelaki itu bisa takluk dengan seorang pendiam seperti Vera. Namun, kebahagiaan Vera harus hancur ketika kesalahpahaman muncul antara sahabat dan sang pujaan hati yang selama ini ia kejar.


Lalu bagaimana nasib Vera dan sang pujaan hatinya ?


Apakah perjuangannya dengan orang itu akan sia-sia ?


Dan bagaimana kelanjutan persahabatan mereka ?


Dan siapakah orang yang akan dipilih Vera untuk tetap dihidupnya ?


Pagi yang cerah bagi Vera untuk berangkat ke sekolah. Kini, ia merasa sangat senang karena dua hal, yaitu sahabat barunya dan ia harus tetap mengejar sang pujaan hati. Namun, saat Vera beranjak memasuki ruang kelasnya… tiba-tiba saja ada sosok misterius yang menarik paksa ya untuk terus berjalan mengikuti tarikan itu.


“Plisss jangan ganggu gue hantu penunggu. Gue janji gak akan telat lagi…”

__ADS_1


Vera mengucap panjang lebar dengan keadaan mata tertutup. Sebenarnya ia sudah berangkat awal agar tidak terlambat, namun ojek online yang membuatnya harus terlambat dengan ban yang bocor. Tapi, ketakutannya menghilang ketika ia mendengar suara cekikikan yang sangat ia kenali.


“Gue gak salah nih? Cewek pendiam bisa takut sama hantu penunggu sekolah ini?.”


“Dion!! Lo ngapain sih pake narik tangan gue segala.”


“Lo ikut gue sekarang!.”


“Nggak, gue gak mau.” Jawab Vera menepis tangan Dion.


Ya, Dion adalah sahabat lelakinya yang baru saja bersahabat kemarin.  Dan kini ia menarik tangan Vera lebih kencang hingga membuat Vera hampir terjatuh. Vera sudah berusaha menolaknya, tapi Dion tak mudah begitu saja melepaskan tangannya. Baru jadi sahabat sehari aja udah kasar banget, gimana kalo jadi sahabat selamanya.


“Loh kok keluar sekolah? Kita udah telat. Kenapa malah kesini..”

__ADS_1


“Diem aja lo!.”


“Gak. Gue mau sekolah, gue gak mau bolos.”


“Lo pilih gue apa sekolah? Gue tau, Lo milih sekolah karena lo suka sama Revan kan?.”


“Gak. Gue gak suka sama Revan.”


“Yaudah kalo gitu lo harus ikut sama gue.”


Akhirnya tiba disebuah tempat seperti restoran. Bahkan Dion juga memberikan jaket untuk Vera agar dipakai. Ya, itung-itung biar gak ketahuan kalau mereka bolos dari sekolah. Apalagi jarak restoran dengan sekolah sangat dekat.


“Buruan cerita apa? Keburu gue mau balik ke sekolah.”

__ADS_1


“Iya sabar Vera. Lo pikir ngomong gak pake nafas apa!.”


Vera berdehem, kemudian ia menyeruput es teh didepannya. Hari ini bukan hari bahagia, tapi hari paling sial. Kenapa juga sih harus bertemu Dion dan harus bolos masuk kelas. Jadi gagal kan rencana buat deketin Revan lagi, padahal tinggal dikit kesampaian.


__ADS_2