Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Vera dan Kesalahan 3


__ADS_3

Dion dengan segera menggendong Vera menuju UKS. Revan memukuli kepalanya sembari mengikuti langkah Dion dari belakang. Revan menyesal, seharusnya Revan mendengarkan ucapan Vera. Seharusnya dia tidak seperti anak kecil yang suka kabur-kaburan. Seharusnya semua masalah itu ia hadapi bersama. Kini Vera dibaringkan di ranjang UKS, tetapi Revan masih menyalahkan dirinya sendiri.


–  cerpen romantis – Okeylah.com


“Lo ngerasa bersalah tuh gak guna!.”


“Emang dengan sikap Lo yang begitu, Vera akan baik-baik aja?.” Sindir Dion.


Kini Vera sudah ditangani oleh kakak PMR dan sudah diberi minyak angin. Tapi, Vera belum juga sadar. Kata anak PMR, Vera ada masalah sama pernafasan sehingga dia harus dibawa ke rumah sakit. Revan semakin menyalahkan dirinya sendiri. Dengan segera Revan dan Dion langsung mengikuti Vera yang dibawa ke rumah sakit.


“Vera, maafin gue…gue nyesel Ver.” Gumam Revan yang menyetir mobil.


Tanpa disangka, Revan mengendarai mobilnya dengan ngawur dan hampir menabrak motor didepannya. Untung saja Dion dengan cepat langsung membanting setirnya . Tapi, justru mobil Revan malah menabrak sebuah pohon didepannya.


“Van, Lo mau kita mati?.”


“Lo kalo nyetir yang bener dong! Jangan kek gini.”


“Maaf, gue gak fokus.”


Dahi Revan mengeluarkan darah dan ia malah pingsan. Dion yang disebelahnya langsung khuwatir dan segera memesan tapi untuk membawa Revan ke rumah sakit.  Ya, terpaksa harus pake tadi soalnya mobilnya rusak dan gak mungkin dipake jalan lagi.


“Ya tuhan Van, Lo ngrepotin banget sih.”


“Masa Cuma ke bentur dikit, langsung pingsan gitu aja.”


“Lemah banget, gimana mau jadi pacarnya Vera kalo lemah.”


Dion terus menghujat Revan yang tak sadar. Mungkin, itu kesempatan Dion mengeluarkan unek-unek nya tanpa menyakiti hati Revan. Tapi, bener juga kata Dion, dia gak salah. Akhirnya sampai dirumah sakit, ia langsung membawa Revan ke IGD dan dengan begitu saja ia meninggalkan Revan. Dion tak peduli dengan Revan, yang ia pedulikan hanya Vera.

__ADS_1


“Vera…”


“Ayo sadar Ver.”


“Gue gak mau kehilangan lo, gue gak masalah jadi sahabat lo selamanya asalkan lo bangun.”


Akhirnya Vera mengedipkan matanya. Vera menatap langit-langit dan bergantian menatap orang disebelahnya. Meskipun pandangannya kabur, ia bisa mengenali kalau itu Dion.


“Dion.”


“Iya kenapa Ver? Lo mau makan? Atau ada yang sakit?.” Jawab Dion dengan cepat.


“Revan mana? Gue pengen ngomong sama Revan.”


“Bentar lagi dia kesini, lo sabar aja.”


Vera melihat dahi Dion yang membiru. Ia memegang dahi Dion dan berhasil membuat jantung Dion deg-degan. Dion berusaha menahan nafasnya agar tidak terlihat saling didepan Vera.


“Lo habis jatuh?.”


“Ver…”


“Sebenarnya tadi kita ada kecelakaan kecil. Dan sekarang Revan lagi ada di IGD.”


“Terus Revan gimana keadaannya?.”


Dion hanya terdiam saja, jujur Dion cemburu karena Vera mementingkan Revan ketimbang dia. Tapi, Dion juga tidak bisa egois begitu saja.


“Aku akan bahagia jika kamu bahagia, dan aku akan bersedih jika kamu bersedih.”

__ADS_1


“Dion…”


“Maaf ya gue gak bisa nerima cinta lo.”


“Gue cuma pengen lo dapat yang lebih baik ketimbang gue…gue gak pantes buat lo.”


“Ver…”


“Eh maaf, gue ganggu ya…”


Revan ingin bergegas pergi menjauh. Ia tau jika Dion dan Vera pasti masih membicarakan tentang rasa nya tadi.


“Van, lo gak usah pergi.”


“Tapi…”


“Sini buruan, keburu gue berubah pikiran.”


Dion memegang tangan Vera. Revan melihatnya dan berusaha untuk tidak cemburu. Ini kesalahannya, dia terlalu lambat mengambil keputusan. Dia berusaha menarik bibirnya untuk tersenyum. Tapi, tiba-tiba saja, Dion juga memegang tangan Revan dan menyatukannya dengan tangan Vera.


“Gue pengen kalian bersatu.”


“Gue bahagia asalkan Vera bahagia. Tapi, lo harus janji kalau lo gak akan nyakitin Vera.


“Iya gue janji.” Jawab Revan.


“Dion, lo tetap mau kan jadi sahabat gue?.”


“Iya gue akan tetap jadi sahabat lo.”

__ADS_1


Akhirnya Vera merasa bahagia. Dan akhirnya kehidupan Vera Anastasya kembali utuh. Ia mendapatkan sahabat terbaik dan ia mendapatkan pacar yang dia inginkan. Vera memeluk kedua orang itu, ia sekarang menjadi cewek paling beruntung di dunia ini karena mereka hadir.


“Mungkin menaruh harapan itu mudah, tapi mengejar dan menjaga itu susah. Jadi, jangan pernah kau sia-siakan orang yang mengejar dan bertahan denganmu, meskipun kau tak pernah mengharapkan nya dalam hidupmu.”


__ADS_2