Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Aku Dia dan Takdir1


__ADS_3

Cerita ini berlatarkan kisah cinta anak SMP yang saling mencintai namun memiliki masalah pada pendidikan mereka, yang pada akhirnya cinta yang ada hanya menjadi rahasia hati dari masing-masing tokoh.


Pada tahun 2015, Di SMP 17 BANDUNG, ada dua orang sahabat yang jenius namun memiliki perbedaan bidang, “hai namaku TIARA NUGRAHA DINIGRAT” aku terlahir dengan anugerah berparas cantik dan harta, umurku sekarang 13 tahun, aku anak dari salah satu pengusaha di kota bandung nama papaku papa “DODI NUGRAHA” dan mamiku seorang disainer busana her name is “MIRSELA PUTRI DINIGRA” ya seperti yang kalian lihat namaku diambil dari masing-masing marga orangtuaku. Oh iya hal yang paling menarik adalah aku salah satu siswa yang berprestasi pada bidang seni ya melukis aku banyak memenangakan lomba yang sering diadakan di sekolah maupun di luar sekolah. Di sekolah aku punya sahabat cewek namanya “ISELA DWI SAFIRA” dan satu musuh cowok (teman kecil) “GENTA BUMI”. Isela itu anaknya bucin habis dia bisa sayang banget sama cowok yang Cuma manfaatin dia aja ya tapi dia tetap gak dasar kalau dia dimanfaatkan kasing bucinnya. And my musuh paling aku benci GENTA genta itu super nyebelin dan super resek pokoknya dia benar-benar bikin aku jengkel.

__ADS_1


Sekarang kami kelas 2 di SMP dan aku dan genta adalah perangkat dari osis ya jabatan kami itu genta “ketua osis” sedangkan aku “wakil ketua osis”. Satu organisasi sama genta itu benar-benar musibah genta yang pendiam tapi dia tegas itu dipilih semua siswa sedangkan aku yang hampir sempurna malah jadi wakilnya. Kalau aku jeles ke genta biasanya aku panggil dia dengan sebutan gempa bumi ya karena namanya gak beda jauh. Bahkan yang lebih parahnya tahun kedua sekolah aku dan genta itu satu kelas kalian tau aku selalu juara di kelasku dahulu dan genta juga begitu trus kalau dia ada di kelasku jadinya makin saingan sama dia aku udah muak banget kalau berurusan sama genta.


Ad by Valueimpression

__ADS_1


Tahun ini adan ada perlombaan nasional yaitu lomba melukis tingkat provinsi dan lomba sains dan matematika. Ya seperti biasa setiap ada perlombaan pasti aku ikut mewakili sekolah dan juga organisasiku. Pagi itu tidak ada pengumuman seperti biasanya aku heran, lalu saat jam pelajaran pertama selesai ada salah seorang temanku yang datang kelas memanggil aku dan genta untuk datang ke ruangan pak “SIDAR” guru olahraga yang selalu membimbing untuk anak anak yang ikut olimpiade, ya sontak kami menjawab “aku” dan temanku menjawab “iya”.


Aku dan genta pergi ke ruangan pak sidar, sesampainya kami disana pak sidar mempersilahkan kami untuk duduk, lalu pak sidar menjelaskan persyaratan untuk olimpiade kali ini. Pak sidar menjelaskan bahwasanya olimpiade sain akan dilakulan oleh peserta wanita sedangkan lomba melukis tingkat provinsi di lakukan oleh laki-laki. Sontak aku dan genta terkejut dengan apa yang dikatakan oleh pak sidar kami serentak mengatakan “tidak”, dikarenakan biasanya kami tidak pernah pertukaran peran, namun kali ini peran aku dan genta ditukar, aku bukannya tidak padai dalam hal sains atau matematika namun aku lebih ahli dalam melukis dan begitu juga dengan genta dia sama sekali tidak mengerti seni.

__ADS_1


__ADS_2