
Namaku Nayfa Saraswati umurku baru 16 tahun, dan aku baru saja diterima di SMA Negeri favorit di daerahku. Di pagi hari yang cerah aku berangakat ke sekolah, dengan mengendarai sepeda motorku. Ini adalah hari pertama masuk sekolah, dan di hari ini juga aku akan menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa). Sudah sangat terlihat jelas bagaimana penampilanku saat ini, dengan seragam putih biru SMPku aku memakai tas terbuat dari karung dan juga memaki kalung dan gelang dari tali rafia. Dan ditambah lagi dengan ikatan rambutku. Aku benar-benar sangat terlihat aneh di hari ini, tapi inilah yang harus kujalani saat aku MOS di SMA baruku.
__ADS_1
Kurang lebih 30 menit perjalananku dari rumah ke sekolah, setelah itu aku masuk ke sekolah dan memakirkan motorku di tempat parkir khusus anak kelas 10. Aku berjalan sendiri ke arah taman sekolah, dan duduk di kursi taman dekat lapangan sekolah. Karena jika ada pengumuman aku bisa langsung mendengarnya. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan berkata “Hai, sedang apa kamu di sini?” tanya dua cewek cantik yang juga berpenampilan sepertiku. Aku menjawab “Aku hanya sedang duduk dan menunggu pengumuman dari kakak panita MOS”. “Boleh kami duduk di sampingmu?” tanya mereka. “Tentu saja, kenalkan namaku Nayfa Saraswati panggil saja aku Nayfa” jawabku kepada mereka berdua sambil mengulurkan tanganku untuk berkenalan. “Namaku Keyla Angelina panggil saja aku Keyla” jawab cewek yang berambut lurus panjang sambil menjabat tanganku erat-erat. “Hei Nayfa, perkenalkan namaku Leyna Larasati panggil saja aku Leyna ya” cewek cantik berambut lurus pendek itu dengan nada lucunya dan juga sambil menjabat tanganku. Lalu kami bertiga ngobrol-ngobrol hingga kadang-kadang tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Aku, Keyla, dan Leyna selalu bertiga pergi kemana-mana, karena kita sudah jadi sahabat. Ya walaupun baru kenal tadi sih. Aku mengajak Keyla dan Leyna untuk membeli minum dan makan dulu kantin barulah setelah itu kami meminta tanda tangan kembali. Maklumlah tadi pagi aku tidak sempat sarapan terlebih dahulu, karena takut telat ke sekolah soalnya jalanannya macet kalau pagi. Belum sempat kami makan, tiba-tiba ada Kak Zahra di kantin dan menegur kami supaya tidak makan karena bisa terlambat mengumpulkan tanda tangan. Akhirnya aku hanya membeli jus jeruk dan membawanya untuk minum di jalan. Minuman Keyla dan Leyna sudah cepat habis, sedang aku masih belum habis. Lalu kami berjalan terburu-buru ke arah lapangan untuk meminta tanda tangan anggota OSIS, karena tadi kami sudah ke ruang guru untuk meminta tanda tangan.
__ADS_1