Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Otaku


__ADS_3

Panggil saja Cleo, itu nama panggilanku. Lengkapnya, Violet Putri Cleo. Aku punya sahabat yang sangaaat baik. Namanya Ayano Akane. Aku memanggilnya Ayano. Dia lahir di Negeri Sakura, Jepang. Namun, ibunya berasal dari Bandung, Indonesia. Kami berdua memiliki persamaan, yaitu menyukai anime dan manga. Awalnya hanya Ayano saja, namun Ayano mengenalkannya padaku. Tentu saja aku langsung tertarik.


Sampai sekarang, kami sudah menonton beratus-ratus judul anime dan membaca berpuluh-puluh manga. Aku juga hafal tokoh-tokoh di dalam anime yang sudah pernah aku tonton bersama Ayano. Misalnya, Miyazono Kaori dari anime Shigatsu wa Kimi no Uso, lalu ada Mashiro Shiina dari anime Sakurasou no Pet na Kanojo, ada Asuna Yuuki dari anime Sword Art Online, dan masih banyak lagi yang aku hafal.


Tidak hanya aku, tapi Ayano pun hafal. Selain tokoh-tokoh, aku juga menghafal tempat dan karakter dari para tokoh. Tidak perlu ku sebutkan ya.. Temanku (yang menyukai anime juga) pernah bilang, bahwa aku dan Ayano sudah pantas disebut Otaku. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Otaku adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi. Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga.


Ad by Valueimpression


“Ayano.. kamu sudah dengar belum? Tentang temanku itu.” tanyaku kepada Ayano yang baru saja sampai di rumahku.


“Hmm.. yang mana?” tanya Ayano balik.


“Yang tentang otaku itu loh.” jawabku.


“Ohh.. yang itu,” balas Ayano sambil membuka laptop miliknya yang dia bawa dari rumah.


“Apa kamu percaya?” tanyaku lagi.


“Memang sih, aku juga masih kurang percaya. Hmm.. Bagaimana kalau kita mencoba Otaku Test? Jika nilai kita sempurna, artinya kita benar-benar otaku,” jelas Ayano.


Setelah laptop Ayano terbuka, langsung terlihat wallpaper bergambar anime. Ayano membuka Mozilla Firefox lalu segera mengetik “Otaku Test”.

__ADS_1


“Aku mengetahui ini dari onii-chan. Dia kan juga suka dengan anime,” kata Ayano sambil menunggu.


“Ohh.” jawabku ber-ooh ria. “Tuh.. sudah ke luar. Hmm.. coba klik yang ini,” kataku sambil menunjuk salah satu situs. Ayano mengangguk. Klik!


“Waah.. siapa dulu yang mau mencoba? Aku atau kamu?” tanya Ayano.


“Hmm.. kamu dulu saja.” saranku.


“Oke! Tapi kamu ke luar dari kamar, nanti kamu menyontek lagi.” kata Ayano.


“Hehehe.. betul juga ya, oke! Aku juga mau membeli cemilan dulu ya.” balasku sambil mengambil jaket dan dompet lalu ke luar dari kamar. Aku akan pergi ke C&C Shop untuk membeli Chocolate Mousse. Tentu saja dengan 2 porsi. Satu untukku dan satu lagi untuk Ayano. Atau aku harus membeli 1 porsi lagi? Itu bisa untuk ibuku atau kalau beliau belum pulang, aku bisa memakannya. Hehehe.


“Totalnya berapa, Mbak?”


Aku mengeluarkan selembar 50.000-an, lalu menyerahkan kepada sang kasir.


“Kembaliannya 5.000. Mau kembali dengan uang atau dengan Chesse Roll?” tanya kasir itu.


“Memangnya 1 box ada berapa biji?” tanyaku.


“3, mau?” jawabnya.

__ADS_1


“Hmm.. oke, boleh deh!”


“Terima kasih, datang kembali ya.”


“Sama-sama.” Aku menerima kantong belanjaanku, lalu segera pulang. Hmm.. kira-kira Ayano sudah selesai dengan test-nya belum ya? Apa test-nya susah? Ah.. semoga saja tidak begitu susah, pikirku dalam hati. Sampai di rumah, aku langsung bergegas menuju kamarku. Sebelum masuk, aku mengetuk pintu. Tok.. tok.. tok..


“Ayano, aku sudah boleh masuk kan?” tanyaku setengah berteriak.


“Ya! Masuk saja!!” jawab Ayano sambil setengah berteriak juga.


“Assalamualaikum.. Niih, aku bawa Chocolate Mousse, kesukaan kita!”


“Waalaikumsalam.. Yeay! Makasih banget, Cleo-chan.” balas Ayano. Ayano memang terkadang memanggilku seperti itu.


Lalu, aku dan Ayano menikmati Chocolate Mousse bersama. Tiba-tiba terdengar dari lantai bawah suara mobil. Itu mobil ibu. Yaah.. aku tidak jadi menikmati Chocolate Mousse tambahan. Hehehe.. tapi, tidak apa-apa kok. Oh, iya aku jadi ingat sesuatu. Chesse Roll!


“Oh, iya.. tadi aku juga membeli Chesse Roll! Di sana Chesse Roll-nya sedang promo,” jelasku.


“Oh.. aku sebelumnya belum pernah membeli Chesse Roll di C&C Shop, memangnya 1 box berisi berapa biji?” tanya Ayano. “Tiga, mau coba?” tawarku kepada Ayano yang sepertinya mau mencoba Chesse Roll.


“Boleh,” jawab Ayano.

__ADS_1


Aku dan Ayano lalu menikmati Chesse Roll bersama-sama. Setelah kenyang menikmati camilan-camilan itu, kini giliranku mengikuti Otaku Test. Waah.. ternyata Ayano mengubah test itu kedalam mode VS. Aku langsung memulai test itu. Awalnya mudah, namun lama-lama susah! Aku mengerjakannya dengan serius. Terkadang aku melirik ke arah Ayano. Dia malah tersenyum.


Ayano sengaja tidak ke luar kamar, karena dia kan sudah mengerjakan test-nya. Tapi tetap saja, Ayano tidak memberi kode-kode apa pun kepadaku. Awalnya, hanya soal-soal yang simpel seperti, Apa itu Anime? Lalu diurutan kelima mulai susah, Apa itu “Host Club”. Dan yang paling susah, tentu saja si nomor urutan terakhir, Apa yang dilakukan Sephiroth di ending FF7? Beberapa menit kemudian, akhirnya selesai juga. Aku dan Ayano segera melihat hasinya. Dan ternyata.. YEAY!! Aku dan Ayano, mendapat nilai sempurna. Jadi, kami resmi menjadi Otaku.


__ADS_2