Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Salahkah Aku? 3


__ADS_3

“Eh Siska, gua mau tanya sesuatu sama lo,” ucap Stella dengan warna lipstik merah terang di bibirnya.


“Mau tanya apa lo? gua gak cukup banyak waktu untuk meladeni kalian.” Aku pasang raut wajah malas.


“Sombong amat lo! lo pikir lu sehebat apa anjirrr?” sambung Valent dengan rambut bewarna pink.


“Yasudah kalian mau tanya apa sama gue?”


“Lo dan Reno gak pacaran kan? gue cuman mau mastiin dan ingin tahu hal itu.”


“Gue dan Reno itu sahabatan dari kecil. Kita deket hanya sebatas sahabat, tidak mungkin kita pacaran,”


“Ya syukurlah kalau lu tidak pacaran sama Reno. Karena sebentar lagi gue bakal jadi pacarnya Reno, dan Lo nanti tidak bisa deket-deket lagi sama pacar gua.”


“TERSERAH!!! Peduli apa gue sama lo!” Kataku sambil berjalan dan menabrak tubuh Stella dengan sengaja.


Pak helmi tiba-tiba masuk ke dalam kelas dengan membawa seorang perempuan cantik. Perempuan itu berambut pendek bewarna kecoklatan, kulitnya putih seperti lampu neon, dan poni tipisnya membuat dia seperti Aktris Korea.


“Semuanya duduk! Hari ini kalian kedatangan teman baru. Ayo perkenalan namamu Aulia ke teman-teman barumu.” Semua siswa duduk di tempatnya masing-masing dan terlihat antusias menyambut siswa baru itu.


“Hallo nama saya Aulia, saya pindahan dari Bandung senang bertemu dengan kalian!”


Jam Istirahat


Cacing-cacing dalam perut berpesta ria saat bel istirahat menyala. Seluruh siswa berhamburan keluar untuk mengisi tenaga mereka yang sudah terkuras, kantin adalah tempat tujuan mereka di saat lapar seperti ini.

__ADS_1


Berbeda dari mereka, aku membawa bekal sendiri dari rumah, mulai hari ini aku ingin menghemat uang jajanku dan di tabung saja. Aku buka resleting tas dan mengeluarkan kotak bekal siang bewarna ungu. Di dalamnya ada nasi goreng dan telur mata sapi di atasnya.


“Hai, kamu tidak keluar untuk makan di kantin?” tiba-tiba murid baru itu menghampiriku. Kemudian ia menjulurkan tangan mengajaku untuk berkenalan.


“Nama aku Aulia. Aku harap kita berteman dengan baik.”


“Namaku Siska. Yahhh tentu saja kita akan berteman baik, siapa sih orang yang akan menolak ajakan berteman dari wanita cantik seperti kamu.”


“Ahhh kamu bisa aja!”


Selain kecantikannya yang membuat wanita sepertiku iri, ternyata dia memiliki kepribadian yang baik. Aulia oranya humble dan enak kalau diajak ngobrol. Kita berduapun menghabiskan waktu istirahat dengan mengobrol banyak hal.


Namun tiba-tiba aku jadi teringat sama Reno, biasanya dia selalu mengajaku makan bersama di kantin. Kalaupun aku tidak punya uang, dia selali membayar makannya tanpa pamrih. Apa dia masih marah kepadaku soal hal kemarin? Sudah aku hubungi nomor teleponnya berkali-kali namun tidak ada balasannya darinya. Renoooo kamu bikin khawatir saja.


“Ohhhh maaf. Bukan pacar kok tapi seseorang yang berarti aja buat aku.”


Keesokan harinya.


“Heyy Siskaaa!!! Tunggu gue!!!” Sebuah teriakan yang sukses membuat langkah kakiku terhenti. Dari suaranya itu pasti Reno, aku kembangkan senyum kemudian membalikan badan. Benar saja itu emang Reno, syukurlah dia tidak marah lagi kepadaku.


“Kamu tidak marah lagi ke gue?” tanyaku saat Reno berhasil menyusulku dengan nafasnya yang tidak beraturan.


“Ngapain gua marah sama lu. Elu kan sahabat gue satu-satunya. Mana mungkin gua jauhin elu.”


“Berarti lu maafin gue dong?”

__ADS_1


“Ya maafin, tapi ada Syaratnya dong,”


“Katanya sahabat, tapi memaafkan saja harus ada syaratnya.”


“Yahh kalau lu mau dimaafkan kalau enggak yah gak papa. Gua ga akan maafin elu.” Reno berlari menjauh dariku dengan muka cuek.


Aku segera menyusul dan meraih tangannya untuk memberhentikan Reno.


“Ya udah apa? Gua mau lo gak marah lagi sama gua!”


“Nah begitu dong!. Jadi kemarin gua ke kelas lo pas istirahat. Gua lihat ada cewek cantik sebelah lu Sis, dia murid baru itu kan? Tolong kenalin gua dong sama dia,”


“Jangan entar lu naksir sama Aulia!”


“Ya jelas gua naksir dong sama Aulia, dia itu cewek idaman semua cowok. Dia itu feminis, cantik, baik hati pula. Kenalin gua yahhh pleaseee!”


Entah kenapa kok hati aku sakit mendengar pengakuan cinta Reno terhadap Aulia. Padahal Reno kan cuman sahabat, tapi kenapa aku bisa secemburun ini kepada dia. Reno… Reno… Kamu kok bikin hati aku bingung aja.


Satu minggu kemudian.


Reno dan Aulia akhirnya resmi berpacaran, yahh meski awalnya sempat ada penolakan dari Aulia, perlahan namun pasti Reno bisa menaklukkan hati Aulia. Di antara banyak cowok yang naksir, Aulia memilih Reno, mungkin karena aku yang menyatukan mereka berdua.


Hubungan mereka semakin hari semakin romantis dan tidak di pisahkan. Setiap harinya mataku dipenuhi adegan mesra mereka berdua. Mereka sungguh pasangan yang serasi. Karena itu pula, Reno sekarang mulai menjauhi aku sebagai sahabatnya dan lebih memprioritaskan Aulia pacarnya.


Hatiku sakit sekali melihat kebahagiaan Reno dan Aulia. Aku baru sadar, ternyata perasaanku kepada Reno lebih dari sekedar sahabat. Hanya saja aku terlalu naif untuk mengakuinya. Di saat aku sadar telah mencintai kamu Reno, kamu sekarang malah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


__ADS_2