
Pada tahun 1999 lebih tepatnya 09 februari 1999 saya di lahirkan di kota palembang kotanya pun sangat sejuk dan dingin karna di sini kotaku banyak terdapat pepohonan yang rimbun, tanaman-tanaman cantik dan orang-orangnya pun sangat baik-baik dan ramah-ramah akupun sangat beruntung di lahirkan dan di besarkan di kota yang indah ini, aku juga sangat beruntung karna di lahirkan di keluarga baik-baik yang taat pada agamanya yaitu agama islam, keluarga-keluargaku pun sangat sayang terhadapku mereka pun tidak mau melihat anak-anaknya kesusahan atau bersedih untuk hal apapun itu.
Dari kecil sebelum saya sekolah saya sudah di ajarkan bertingkah laku baik dan sopan terhadap orang-orang sekitar terutama keluarga, karna kebetulan papa saya adalah seorang ustadz di daerah kami berasal jadi kami para anak-anaknya harus sama degan papa prilakunya atau keseharianya yang mencerminkan keluarga baik-baik yang tidak menyimpang dari peraturan agama maupun hukum.
__ADS_1
Karna dari itu dai kecil sebelum saya menduduki bangku sekolah saya sudah di ajarkan, ajaran-ajaran agama agama islam oleh papa, mulai dari saya di ajarkan mengaji mulai dari level bawah terlebih dahulu yaitu mulai dari buku iqroq. di situ pertama kali saya mengenal ayat-ayat al-qur'an, karna umur saya masih terlalu kecil pada saat itu saya pun membaca iqroq itu dengan terbata-bata yang membuat papa saya tersenyum dan tertawa pada saat itu, karna bicarapun saya belum lancar apalagi mau belajar mengaji, kan setiap orang butuh proses.
__ADS_1
tetapi ketika waktu saya di ganggu oleh abang abang saya, otomatis saya tidak tinggal diam dong namanya juga anak kecil apa aja yang di depan mata pasti akan di gunakanya untuk membalas perbuatan orang yang menggaggu ketenanganya, dan lucunya hal itu juga yang saya lakukan terhadap abang abang saya, kebenaran ketika itu ada sapu di depan saya yaa tentu saja saya replek dong!! dan pada saat itu saya dengan tidak sengaja memukul kedua abang saya itu dengan lumayan keras!! untuk membuat mereka supaya kapok mengganggu saya, karna waktu itu saya lagi marah sekali dengan abang abang saya, karna keusilan mereka terhadap saya.
Tapi yang bikin saya semakin kesel dengan kedua abang saya itu, pukulan yang tadi saya lontarkan terhadap mereka berdua tadi tidak berarti bagi mereka berdua, merekapun masih saja terus mengganggu saya walaupun saya udah pukul keras mereka, yaa namanya juga pukulan anak kecil rasanya pun tidak terlalu amat sakit bagi mereka berdua, lalu saya pun marahnya tambah menjadi jadi lantas apa cobak yang bisa di lakukan oleh anak kecil perempuan ketika ia marah besar tapi tidak bisa di lakukanya, yaa!! lalu pada saat itu saya pun menangis dengan memasang muka sedih imut imut itupun saya sengaja untuk menarik perhatian papa saya untuk membela saya, dan saya pun sangat senang ketika itu, papa saya pun merespon apa yang sedang di alami anak perempuanya, papa pun bertanya
__ADS_1