
Auw..” teriakku. Karena ada cowok menabrakku sehingga buku catatanku jadi basah. Minumanku tumpah semua ke bajunya, sedangakan sebagian minumannya tumpah ke bukuku. “Eh lo punya mata gak sih? lihat nih baju gue jadi basah” bentak dia dengan nada yang begitu marah. “Eh lo aja kali yang jalan gak lihat-lihat, nih lo lihat buku gue jadi basah” ucapku lebih judes. “Kok lo malah marah gue kan lo yang salah, minta maaf gak lo” ucapnya dengan nada marah. Dengan judes aku bilang “Ih.. ogah banget gue minta maaf sama lo”. BYUR. Dia menyiram bajuku dengan minuman di tanganya. “Eh kok lo malah …” perkataanku terhenti, karena ada Kak Angga datang. “Nayfa, Nico stop jangan ribut lagi, kalian berdua kakak hukum untuk hormat di bawah tiang bendera sampai pulang sekolah” perintah Kak Angga dengan marahnya. “Baik Kak” jawabku dan Nico. “Nih aku titip bukuku” ucapku kepada Keyla dan Leyna. “Nih kalian bawa buku gue” ucap Nico kepada kedua sahabatnya yang bernama Kevin dan Leo. “Ayo kalian berempat kumpul di aula untuk melanjutkan acara MOS, masih 1,5 jam lagi acara selesai” ucap Kak Angga. “Ini semua gara-gara lo sih, jadi dihukum kan” ucap Nico. “Kok gue?, lo tuh ngeselin banget pake nyiram baju gue lagi” ucapku dengan marah kepada Nico.
Kami berdua hormat di bawah tiang bendera walaupun sinar matahari begitu terik. 30 menit telah berlalu, tapi kami berdua hanya diam saja.
__ADS_1
Di aula
“Aduh Key.. aku kasihan dengan Nay, tadi pagi dia gak sarapan terus tadi dia juga gak makan di kantin. Nanti kalau Nayfa pingsan gimana? Aku gak tega ngelihatnya” ucap Leyna dengan nada cemas. “Tenang aja Leyna.., pasti Nayfa gak kenapa-napa kok. Kita gak boleh panik gini” jawab Keyla dengan nada lemas. “Ah.. kalian lebay banget sih” ucap Kevin. “Iya nih, lebay banget sih” timpal Leo. “Eh, diam kalian berempat” tegur Kak Zahra.
__ADS_1
Di lapangan
Kring… Kring… “Hai Nayfa kamu gak kenapa-napa kan?” tanya Leyna dan Keyla dengan nada cemas. “gak kok” jawabku singakat. “Oh ya gimana kalau kita makan mie ayam di seberang jalan depan” ajak Leyna. “Oh.. Ayo ayo, nanti kamu sama aku aja ya Nay kita anterin kamu pulang, sekalian pengen main ke rumahmu” ucap Keyla. “Oke, terserah kalian” jawabku “Nih kunci motornya” kulempar ke arah Leyna, karena aku dibonceng Keyla.
__ADS_1
Keesokan harinya aku sedang berada di perpustakaan, tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku. “Hai Nayfa, gimana kabar kamu?” tanya Nico “Baik, ngapain kamu di sini” ucapku. “Aku mau minta maaf soal yang kemarin, dan juga mau ngajak kamu ke kantin bareng” ucapan Nico yang rada aneh. “Eh. Ngapain mau ngajak ke kantin kamu mau minta aku traktir ya” tanya ku penasaran. “Nggak kok, justru aku mau traktir kamu” jawab Nico. “Oke”.
Ternyata di kantin sudah ada Keyla dengan Kevin, dan Leyna dengan Leo. Mereka sudah jadian, entah kenapa bisa begitu. Lalu aku duduk dengan Nico, Nico terlihat begitu salah tingkah dan entah kenapa hatiku jadi deg-degan saat begitu dekat dengan Nico. Keesokkan harinya Nico mengatakan cinta kepadaku di lapangan sekolah dilihat oleh kelas 10-12, dan dia memintaku jadi pacarnya. Dan akhirnya aku menerimanya, karena sebenarnya aku suka dengan Nico dari hari pertama MOS.
__ADS_1