Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
KEBOHONGAN DI BULAN APRIL 5


__ADS_3

Tengah malamnya Kaori keluar dari kamarnya ingin buang air kecil. Lalu tiba-tiba ia terjatuh, ia ingin bangun lagi tetapi kakinya tidak mau bergerak. Ia berusaha berdiri dengan pegangan pinggiran rumah sakit. Tapi ia tidak sanggup dan terjatuh lagi, ia pun menangis. Lalu para suster melihat ia dan membawanya keruangannya. Beberapa hari kemudian Arima pulang dari sekolah, tiba-tiba ia bertemu dengan Kaori.


“Oh iya, aku harus membawakannya makanan manis. Caneles yang sangat kau sukai. Padahal hatiku belum siap. Dan tiba-tiba saja kau muncul.” Ucap Arima sambil berjalan lalu berhenti ketika ia melihat Kaori.


“Oh! Siapa ya?” Tanya Kaori.


“Lupa ingatan? Apa karena kepalamu terbentur?” Terus Arima.


“Maaf deh, karena akhir-akhir ini aku tak melihatmu. Kau tak pernah menjenguk dan orang tak berperasaan mudah dilupakan.” Ucap Kaori dengan wajah marahnya.


“Hei, Franky mana? Aku sedang menunggu Franky.” Tanya Kaori sambil berjalan melewati Arima.


“Franky masih di sekolah, tadi dia masih di kelas.” Jawab Arima.


“Aku malaikat berhati baik. Orang tak berperasaan sepertimu akan kuberikan kesempatan untuk menebus kesalahan. Aku menunjukmu sebagai penggantinya. Kau saja cukup. Tasmu juga kelihatan besar.” Ucap Kaori.


Lalu mereka pergi ke mall untuk berbelanja.


“Oh ini, minumanmu.” Ucap Arima sambil menyerahkan sebotol air minum.


“Oh, aku sudah membuatmu membawakannya dari tadi.” Terus Kaori dengan memegang sebotol air minum dan jatuh karena genggamannya tidak kuat.

__ADS_1


“Dasar.” Ucap Arima sambil mengambil sebotol air minum yang terjatuh.


“Seragam? Jadi dia masuk sekolah hari ini? Sepertinya aku hanya terlalu khawatir.” Ucap Arima dalam hati.


“Loh? Tas sekolahmu mana?” Tanya Arima.


“Huh? Ayo kita ambil.” Jawab Kaori.


Mereka pun pergi ke sekolah untuk mengambil tas Kaori.


“Wah! Gelap sekali! Seramnya!” Ujar Kaori.


“Merepotkan saja, meninggalkan tasmu di sekolah.” Ucap Arima.


“Tasmu mana?” Tanya Arima.


“Apa disebelah situ ya? Tidak, apa disebelah situ ya.” Jawab Kaori dengan wajah kebingungan.


“Kau berbohong! Kau berbohong padaku!” Ucap Arima.


“Tasku tidak di sekolah.” Jawab Kaori.

__ADS_1


“Kalau dipikir-pikir tadi siang dia tak membawa tas juga.” Ucap Arima dalam hati.


“Hari ini kau masuk sekolah, kan?” Tanya Arima.


“Untuk hari ini saja mereka membiarkanku keluar. Maaf. Apa pun yang terjadi, aku ingin ke sini. Karena aku mulai melupakannya.” Jawab Kaori.


“Aku yang seharusnya minta maaf. Seharusnya kau bersama Franky, bukan pengganti sepertiku. Padahal hanya hari ini kau dibolehkan keluar.” Ucap Arima.


“Apa kau akan lupa, pada gadis yang diam-diam keluar rumah sakit dan menunggumu. Apa kau akan lupa padanya?” Jawab Kaori.


“Aku takkan lupa. Sampai mati pun, aku takkan lupa.” Ucap Arima.


“Iya, syukurlah aku bersamamu.” Jawab Kaori dengan tubuh yang hampir jatuh.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Arima sambil menahan tubuh Kaori yang hampir jatuh.


“Aku hanya sedikit kelelahan.” Jawab Kaori.


Kemudian Arima mengantarkan Kaori ke rumah sakit menggunakan sepedanya.


Seharusnya tidak boleh berboncengan menggunakan sepeda sekolah.” Ucap Kaori.

__ADS_1


“Kalau ketahuan, kita akan dapat masalah.” Jawab Arima.


“Ini bukanlah hari yang tak berarti. Aku harap waktu berhenti saja, ini hari yang indah. Terima kasih. Menemaniku belanja, mengitari sekolah di malam hari, diantar pulang oleh lelaki, bintang pun terlihat berkelap-kelip.” Ucap Kaori lalu mengeluarkan air mata.


__ADS_2