Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Cinta Aldi Untuk Nana2


__ADS_3

“Tidak apa-apa. Seperti yang Simbok katakan, nanti Aldi yang akan menanggung konsekuensinya, jika Ayah tahu.”


Lalu, tanpa menunggu penolakan dari Simbok untuk kesekian kalinya, dengan sekuat tenaga, Aldi nekat berlari melompati pagar, memesan taksi, karena semua akses disita Ayah, termasuk mobilnya. Namun, tubuhnya lemas seketika saat mendapati kos Nana sudah kosong. Nana benar-benar menghilang dari hidup Aldi.


Aldi kembali ke rumah dengan langkah gontai, dan Ayah ternyata sudah menunggunya. Dingin.


“Aldi! Simbok dipecat, sudah membantumu kabur.” Kata-kata Ayahnya datar, dingin, tidak terbantah.


Simbok … sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Simbok sudah bekerja selama puluhan tahun. Bahkan, ketika Ibu meninggal, ada Simbok yang selalu berada di sisinya. Tidur, makan, berangkat sekolah, semuanya dipasrahkan kepada Simbok.


“Jangan, Ayah! Simbok sudah tidak punya tempat tinggal lain selain rumah kita.”


Simbok hanya terdiam.


“Jangan salahkan Ayah! Siapa yang berani membangkang perintah Ayah, malah keluyuran malam-malam!”

__ADS_1


“Iya, maaf, Aldi salah. Aldi berjanji tidak akan menentang Ayah lagi.”


Ayah kemudian berlalu meninggalkan Aldi yang membawa barang-barang Simbok kembali ke kamarnya.


“Den Aldi, terima kasih sudah membantu Simbok. Namun, Simbok berharap Den Aldi tetap mencari kebahagiaan Den Aldi sendiri. Den Aldi pasti sudah memahami mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi hidup Den Aldi.”


Lalu, tiga bulan setelah kejadian itu, Simbok pergi untuk selama-lamanya, menyisakan kepedihan yang mendalam di hati Aldi, membuatnya diam-diam kembali mencari Nana, walaupun hasilnya selalu nihil.


Aldi juga sudah kembali kuliah, kali ini dia serius ingin menata kehidupannya. Sebenarnya, masih banyak wanita yang ingin berada di sisinya dan mau mengorbankan segalanya, tetapi dia sudah tidak ingin bermain-main. Kehilangan Nana dan Simbok dalam waktu yang berdekatan, membuatnya tidak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Ya, dia tidak ingin merasakan kepedihan itu lagi.


Nana …, pertama kali Aldi mendengarnya saat teman-temannya membicarakan nama itu.


“Apa?” Aldi jadi ikut menyimak sekarang.


“Cueknya minta ampun, mukanya datar kayak setan di kuburan. Pantesan temen-temen kita langsung kabur, nggak mau deket-deket,” tambah Dicka, teman Aldi yang lain.

__ADS_1


Aldi yang saat itu mendengarnya, malah jadi penasaran.


“Yang mana sih orangnya?”


“Mana mungkin seorang Aldi yang setiap hari dikerubutin cewek-cewek bisa tahu?”


“Ya, salah sendiri wajahku tampan melebihi aktor.”


“Norak!”


“Hei, teman-temanku, dalam waktu sebulan, aku pasti berhasil membuat Nana jatuh cinta padaku.”


“Ah, sombong banget nih. Mau seganteng apapun, jenis cewek kayak gini ini juga hatinya sudah membatu. Oke deh, kalau kamu bisa, kita berenam bakal patungan buat beliin apapun yang kamu mau.”


“Deal.”

__ADS_1


Dan, entah bagaimana caranya, akhirnya Aldi berhasil mendapatkan Nana. Teman-temannya sampai bengong tidak percaya, benar-benar pantas mendapat julukan seorang playboy sejati. Namun, kemudian terjadilah malapetaka yang menggemparkan itu! Nana hamil! Bukan! Sebenarnya kejadian itu bukan malapetaka. Bukankah sebenarnya kelahiran seorang anak pasti akan ditunggu-ditunggu kehadirannya di dunia ini? Oleh kedua orang tuanya?


Hingga Nana menghilang, tidak ada seorang pun yang tahu. Dia tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapapun. Dan, ternyata Nana hebat. Hingga bisa membuat seorang Aldi yang terkenal sering gonta ganti pacar menjadi tidak pernah lagi membuka hatinya untuk wanita manapun lagi. Bagi Aldi, Nana bagaikan seseorang yang melintas sekejap dalam hidupnya, tetapi sosoknya masih membekas di hati. Selamanya.


__ADS_2