Kembalinya Seniman Romantis

Kembalinya Seniman Romantis
Second And Last Love2


__ADS_3

Keesokan harinya, mengawali hari dengan mendengarkan sebuah lagu dari Bruno Mars membuat pagiku menjadi good vibes. Tak terasa sudah jam 07:05, “Astaga udah jam 7! Cepet amat. Kukira masih setengah 7 tadi..!” celotehku sambil meng-off kan musik yang kuputar tadi. Kayak biasanya gue jalan kaki ke sekolah, karena lumayan deket dari rumah aku. Ketika sampai, kulihat di sekolah masih sepi, hanya beberapa dari adik kelasku, akhirnya aku memutuskan buat nunggu seseorang di depan gerbang. 15 menit aku menunggu, seseorang yang kutunggu datang. Aku mencoba buat menyapanya


“Hai, aku andre!” ucapku dengan mengangkat tangan.


“Putri.” balasnya sambil menjabat tanganku.


“Eh… Kamu anak IPA kelas B, kan?” tanyaku terbata-bata.


“Iya, kamu kelas A, kan?” tanyanya balik.


“Iya.. btw, nanti kamu ke perpus nggak?!”


“Iya” jawabnya singkat.


“Mau bareng?”


“Boleh” katanya dengan memperlihatkan senyuman manisnya.


“Ya udah, bye”


“Bye”


Saat bel istirahat berbunyi, aku segera pergi dari kelas, “Dre..! Mau kemana?” seru Dimas. “Sorry, ada urusan penting dim!” kataku sambil bergegas meninggalkan kelas. Ketika sampai di kelasnya, aku lihat dia sedang duduk menungguku (mungkin). Kudekati lalu berkata


“Udah lama nunggunya?” tanyaku.


“Enggak, cuma bentar kok. Baru 3 menit!”


“Ya udah, yuk!”


“Yuk”

__ADS_1


Tanpa berlama-lama kita berdua meninggalkan kelas kita masing-masing.


Sesampainya di perpustakaan, kita sibuk memilih buku yang ingin dibaca. Ketika sudah dapat bukunya, kita berdua duduk bersandingan sambil membaca buku.


“Kamu baca buku apa?” tanyaku.


“Novel romance. Kamu?”


“Sama, novel romance juga.”


Entah kenapa dia denganku bisa satu server suka sama genre romance.


“Kok cowok baca buku romance?” tanyanya penasaran.


“Emang nggak boleh apa kalo cowok baca buku romance! Kan biar lebih sensitif, lebih romantis. Kamu kenapa suka romance?“ jawabku sambil menanyakan balik.


“Aku suka buku romance karena ngeliat orangtuaku pas masih muda romantis gitu. Bahkan sampai sekarang. Aku pengen juga kayak gitu.” jawabnya terlihat sedih dari raut wajahnya.


Hari-hari selanjutnya, kita berdua semakin dekat. Kalo pulang sekolah selalu bareng. Ke perpus, kantin, bahkan kemana pun selalu bareng.


Hampir 1 bulan kita berhubungan dekat sebagai teman, kali ini aku bakalan nyatain perasaanku ke dia. Dengan keraguan yang menyelimuti, entah apapun jawaban dari dia, aku bakal terima. Dimulai dari aku ngajak dia ketemuan di taman.


“Hai, put! Nanti sore ada waktu nggak? Ketemuan yuk! Aku mau ngomong penting sama kamu.” pesanku melalui WA.


“Hai.. ada kok. Mau ngomong apa? Dimana?” balasnya.


“Rahasia! Nanti kutunggu di taman deket rumah kamu. Dateng ya! Bye.”


“Ok, aku siap-siap dulu. Bye.”


Karena di taman itu ramai sekali, aku memilih tempat yang strategis buat nembak dia. Ketika aku sampai duluan daripada dia, aku mempersiapkan diri, menyiapkan kata-kata yang pas, dan terlebih lagi harus siap mental.

__ADS_1


Tak lama kemudian, orang yang kutunggu datang, dia memakai gamis warna hitam yang dipadukan dengan hijab hitam, dengan make up yang tipis membuatnya terlihat begitu mempesona.


“Hai, kamu keliatan cantik lo hari ini.” sapaku sambil memujinya.


“Bisa aja kamu ndre.” jawabnya yang terlihat pipinya merah merona.


“Disini aja ya, soalnya ramai banget disana!” kataku.


Kita duduk di bawah pepohonan yang asri, bak sepasang merpati yang sedang hinggap di pohon tersebut mencari tempat untuk bertengger.


“Jadi, kamu mau ngomong apa?” tanyanya sambil menoleh menghadapku.


“Jadi gini… Semenjak aku kenal kamu, aku jadi punya perasaan yang lebih dari sekedar teman.” jawabku dengan tegang.


“Maksudnya?” tanyanya penasaran.


“Ya gitu.. terus, aku juga lagi suka sama seseorang, tapi aku nggak tau dia suka sama aku apa nggak? Dia itu orangnya baik, simple, nggak pecicilan kayak cewek yang lain. Gimana menurutmu?” tanyaku tentang pendapatnya.


“Menurutku, kalo emang dia baik sama kamu. Ya jadiin aja! Asalkan dia masih sendiri.” pendapatnya.


“Masih sendiri sih…” jawabku.


“Emang sama siapa sih?” tanyanya penasaran lagi.


Aku menghela nafas panjang lalu berkata “Kamu… Kamu yang selalu ada bersamaku, kamu yang selalu ada di saat aku membutuhkanmu, dan kamu yang selalu menggangguku di saat aku ingin tidur.” kataku dengan tegas.


Tiba-tiba lingkungan di sekitar hening, burung-burung yang tadi berkicauan sekarang terbang ke atas langit yang luas. Aku jadi takut karena dia belum memberikan jawabannya. Aku terkejut, saat putri tiba-tiba memelukku lalu berkata “Sama.. aku juga suka sama kamu, tapi aku nggak tau gimana mau ngungkapinya!” Katanya sambil memelukku erat.


Aku masih terdiam seribu bahasa, tak disangka kalo dia ngomong begitu.


So, selama hampir 3 tahun dia menyembunyikan semua perasaan itu. Aku sendiri nggak tau kalo dia juga suka sama aku. Akhirnya, kita resmi berpacaran sampai lulus bahkan hingga ke bangku kuliah. Dia adalah cinta keduaku sekaligus yang terakhir untukku.

__ADS_1


Kita.. dipertemukan oleh takdir atas nama CINTA yang membuat dua jiwa bisa berhubungan dan membangun kepercayaan antara satu sama lain.


__ADS_2