Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Teka Teki Nyata


__ADS_3

Meninggalkan jejak Micha, kini semua kembali pada suasana semula.


"Adek adek.. Untuk acara siang ini kita kumpul dilapangan yaa.. Karna kakak kakak panitia akan mengajarkan mengenai baris berbaris kepada kalian semua. Jadi silahkan kalian bisa meninggalkan ruangan menuju lapangan" Seru Sean. Nampaknya ia sedikit terlihat beda tak seperti biasanya yang nampak begitu tegas tanpa senyuman.


Cuaca siang ini sungguh panasnya bukan main, membuat tubuh Eun Ae sedikit lemas dipenuhi dengan keringat. Rasanya ia sudah tidak mampu lagi untuk berdiri.


"Dek,, kamu istirahat aja disana.. Wajahmu udah pucet banget kayak gitu.. Biar kakak izinkan kamu untuk istirahat" Seru salah seorang senior pria yang belum diketahui namanya.


"Baik kak.." Jawab Eun Ae dan mulai berjalan dengan langkah yang gontai. Ia hampir saja terjatuh karna tak kuasa menahan diri. Pria yang tak jauh dari sampingnya langsung dengan sigap menangkap. Hingga membuat Eun Ae tetap pada posisi berdiri.


"Mari kakak bantu.. Kamu udah lemes banget pastinya kayak mau pingsan gini.." Lirihnya.


Eun Ae tak begitu memperhatikan wajahnya. Yang ia rasakan hanya denyut nadinya yang semakin terasa. Mungkin tubuhnya kini sudah tidak mampu lagi diajak kompromi. Namun ia tetap saja tak ingin memperlihatkan keadaannya pada semua. Berusaha terlihat baik baik saja.


"Kamu gak usah maksain diri gitu dek.. Dari tadi kakak udah mantau kamu dari jauh.. Apa perlu kakak antar pulang saja?" Sambungnya dengan raut wajah sedikit panik.


*Deg deg deg...


Siapa dia?


Mengapa dia begitu memperhatikanku?

__ADS_1


Sampai sampai memantauku dari jauh..


Apakah dia mengenaliku? Ataukah seseorang yang ku kenal..


Namun rasanya tak ada..


Aku sama sekali tak mengenalnya..


Dan baru kali ini pula aku melihatnya..


Lalu untuk apa dia memperhatikanku??


"Hah?? Mantau dari tadi.. Berarti dia sejak tadi memperhatikanku dong.. Duh malu bener aku ini.. Lagian dia siapa sih kok aku baru kali ini ngeliat dia.. Tapi dia justru blak blak an bilang mantau aku dari kejauhan" Gumam Eun Ae dalam hati.


Eun Ae berusaha menatapnya, ia begitu tampan dan bersinar. Berwajah putih, bersih dan nampak lebih tinggi dari Do Hwa. Lebih gagah juha tentunya.


"Ndak usah kak.. Aku masih pingin ikut acara ini sampe selesai. Tadi cuma kecapekan aja kok.." Lirihnya.


Pukul 11:00


Semua kembali ke ruangan masing masing. Eun Ae merasa agak sedikit pusing. Namun tak terasa sudah waktunya untuk berkemas. Sebelum itu, panitia MOS memberi pengumuman kepada kami semua agar besok pada hari terakhir kegiatan Masa Orientasi Siswa kami semua dapat memecahkan sebuah teka teki rahasia. Dan tentunya juga membawa makna dari teka teki yang akan tersebut.

__ADS_1


"Kakak bacakan ya teka teki yang harus kalian pecahkan. Kalian harus membawa 2 buah malam minggu, 2 buku jagad raya dan yang terakhir yaitu minuman pembohong. Bila ada yang tidak bawa maka akan ada hukuman seperti biasa" Tutur salah satu dari mereka.


"Siap kak" Jawab seluruh siswa kompak.


Akhirnya selesai juga..


Teruntuk hari yang melelahkan ini..


Aku sangat berterima kasih..


Banyak misi yang belum terkuak lagi..


Mungkin esok hari..


Atau lusa nanti..


Banyak teka teki yang harus ku isi..


Namun sejujurnya aku tak mengerti..


Apa yang harus ku tuju lebih dulu kini..

__ADS_1


__ADS_2