
Setelahnya, kami menuju ke arah tas sekolah. Aku sangat menyukai warna pink namun Syafa nampaknya sangat menyukai warna biru. Dan kami pun memutuskan untuk mengambil tas dengan warna favorit masing masing namun dengan motif yang sama. Jadi masih terlihat kembar.
"Yeay kita bisa kembaran dari tas sampe sepatu. Sekarang kita lia liat novel yuk. Aku sangat menyukai novel. Karena hobby ku juga membaca novel" Ajakku kepada Syafa.
"Baiklah nis, aku juga menyukainya kok" Ujarnya.
Kamipun menuju ke arah tumpukan berbagai macam novel. Dari sana aku mulai mencari penulis novel favoritku. Salah satu karya yang dia tulis dan menjadi incaranku yaitu HUJAN. Ya, Hujan adalah salah satu karya dari penulis novel yang sangat terkenal di masa kini. Banyak karyanya dan semuanya aku sangat menyukainya. Aku baru memiliki 4 buah novel karangannya. Dan aku ingin menambah lagi. Aku memilih beberapa novel dan Syafa juga nampak sedang kebingungan.
"Nisa, akhirnya aku menemukan novel yang aku cari" Ujarnya sembari memperlihatkan novel tersebut.
Ketika aku membaca judulnya, aku tertawa merasa lucu dengan kelakuannya. Novel itu berjudul "Playboy Sekolah". Mungkin dia ingin mengetahui kisah dari seorang playboy di novel tersebut.
__ADS_1
Dddrrrrtttt... Dddrrrrttttt...
Handphone ku nampak bergetar pertanda ada panggilan masuk.
"Hallo ma, mama dimana" Tanya ku via telfon.
"Mama udah ada dikasir nak. Kamu kemari ya" Ujarnya.
Akupun mengajak Syafa untuk bergegas menuju ke kasir. Setelah itu, kami meletakkan barang yang kami pilih di kasir. Mama pun membayarnya. Syafa mengucapkan terima kasih kepada mama seraya memeluknya.
"Syafa baru kali ini belanja di mall, Syafa sangat berterima kasih sekali kepada tante. Maaf juga Syafa telah merepotkan tante" Ujarnya.
__ADS_1
"Eh kamu ini, kamu kann juga telah banyak membantu tante dalam menjaga Nisa. Jadi inilah bentuk rasa terima kasih tante atas apa yang kamu lakukan" Sahut mama.
Aku senang melihat mereka yang kusayang tersenyum bahagia. Kami pun bergegas menuju parkiran. Setelah itu langsung melaju ke rumah Syafa. Sesampainya dirumah Syafa, terlihat banyak sekali kakak Osis yang mungkin sedang melakukan rapat di teras rumah kak Rima. Aku memutuskan untuk tidak ikut mengantar Syafa masuk karena merasa malu dilihat oleh kakak osis yang lain. Kak Rima nampak menghampiri kami.
"Hay nisa, hay tante. Terima kasih ya sudah mengantar adek saya pulang kerumah" Ujar kak Rima.
"Hay juga nak, iya gapapa. Tante sama nisa pamit dulu ya. Dan maaf juga telah mengganggu kalian" Sahut mama.
"Iya gapapa kok tante. Terima kasih juga karena Syafa membawa begitu banyak belanjaan. Pasti ini tante yang belikan. Maaf ya tante karena sudah merepotkan" Sambung kak Rima.
"Sama sama nak" Ujar mama.
__ADS_1
Aku pun masuk kedalam mobil mama seraya melambaikan tangan kepada Syafa dan kak Rima. Mereka sudah tidak nampak lagi. Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai di halaman rumah.