Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Rasa Ini


__ADS_3

Kak Firman menanggapiku dengan santai dan berkata bahwa gak akan mungkin ada yang cemburu. Karena kak Firman sendiripun mengatakan bahwa dia sama sekali tidak sedang berada dihati siapapun. Disitulah aku merasa puas mendengar jawabannya. Meski hatiku masih menyisakan sedikit nama kak Arul, namun aku akan mulai menutupi nama tersebut hingga nama kak Firman lah yang kan menggantikannya. Aku berharap aku sedang tidak berkhayal untuk kali ini. Aku merasa begitu senang hari ini karena menghabiskan waktuku untuk untuk bercanda meskipun hanya melalui pesan pribadi.


☆☆☆


Keesokan harinya, aku berangkat sekolah dan mendekati papan informasi. Disana terdapat daftar nama juga ruang kelas baru kami dikelas sepuluh ini. Tak kusangka, aku berada dikelas yang sama dengan Syafa. Aku melihat Syafa yang juga sedang mencari namanya langsung menghampiri dan memeluknya. Akhirnya aku akan lebih dekat lagi denganmu.

__ADS_1


Kamipun mengawali pagi hari ini dengan ceria. Duduk bersama dalam satu meja dan saling membantu salah satu diantara kami ada yang kesulitan memahami salah satu pelajaran yang diajarkan oleh bapak atau ibu guru. Aku sangat menyukai mata pelajaran yang menggunakan logika dan pengetahuan seperti Sosiologi, sejarah, indonesia dan juga Ppkn. Begitupun sebaliknya, Syafa justru lebih menyukai mata pelajaran seperti Matematik, Fisika, Kimia dan lain sebagainya. Berhubung kami masih kelas sepuluh jadi belum ada penjurusan. Kami akan memasuki jurusan MIPA dan Ips saat berada dikelas XII nanti.


☆☆☆


Hari demi hari pun kami lalui seperti biasanya. Tak terasa aku semakin dekat dengan kak Firman. Sesekali ketika jam istirahat disekolah, aku diminta untuk menemuinya dikoperasi sekolah. Disana dia menyuruhku duduk dan membelikan makanan favoritku. Ya, aku sangat menyukai cokelat. Mungkin dia mengetahui makanan favoritku itu dari mama. Karena yang ku tau, dia masih menyimpan nomor ponsel mama. Pasti dia telah menghubungi mama dan bertanya tanya tentangku kepada mama.

__ADS_1


Meski aku telah memiliki rasa kepada kak Firman, namun sampai saat ini aku juga masih mengharapkan kak Arul yang mendekati. Entah karena ingin menjalankan misiku atau karena masih tersimpan sedikit rasa untuknya didalam hatiku.


Sesaat setelah pulang sekolah, aku melakukan aktivitas seperti biasa. Dan ketika aku membuka ponselku, aku terkejut bukan main. Karena ada nomor yang tak kukenali namun foto profil dalam nomor tersebut sangat ku ketahui.


Inilah nomor ponsel kak Arul yang selama ini ku tunggu. Mungkin dia mendapatkan nomorku dari promot kontak yang sering dilakukan temanku hingga akhirnya nomorku tersebar juga ke kakak osis. Dia menyapaku via WhatsApp.

__ADS_1


"Hay dek, Gimana kabarmu?" Sapanya.


"Hay juga kok, Aku baik baik aja kok" Ujarku menanggapi sapaannya.


__ADS_2