
*Selingan* *Suara dari Arul*
"Kenapa sih aku dipermalukan gadis kecil seperti dia. Berani sekali dia memperlakukanku seperti ini. Awas saja, lama kelamaan dia juga akan menjadi milikku. Dan dia akan mengejarku sembari memohon supaya aku jadi pacarnya" Batinku kesal dengan yang terjadi barusan.
Aku kembali ke ruang kelas dan ketika didepan pintu, Aku bertemu dengan Rima. Rima bertanya kepadanya.
"Heh rul, aku dengar kamu habis dari kelasnya adekku ya?" Tanyanya.
__ADS_1
"Iya, dan berani beraninya dia mempermalukanku didepan teman temannya. Padahal aku sudah berbaik hati memberikan coklat kesukaannya" Jawabku menanggapinya.
"Haha kamu itu bego banget sih. Udah tau adek aku gak mau dideketin sama kamu masih aja ngejar ngejar dia. Dan soal coklat, adek aku justru sangat tidak menyukai coklat. Lucu sekali kamu ini. Wkwk, berita bagus ini. Akan ku beritahukan kepada teman sekelas kita mengenai berita hari ini" Ledeknya mengancamku.
Akupun langsung terkejut mendengar jawaban sekaligus ledekannya. Aku berjanji kepada Rima akan memberikan apapun yang dia minta asalkan dia tidak menyebarkan berita ini kepada teman teman sekelas apalagi anggota osis. Terlebih lagi biasanya aku sangat mudah mendapatkan seorang wanita yang ku inginkan tanpa harus mengejarnya terlebih dahulu. Namun kali ini aku justru diabaikan olehnya. Aku pasti akan membuatnya menyesal karena telah mengabaikanku.
Rima mengagetkanku dan dia menagih janjiku. Setahuku, Rima dan Syafa berasal dari keluarga yang berkecukupan dan terlihat sederhana. Jadi Rima pasti tak akan menolak bila ku janjikan sesuatu. Terlebih aku ini adalah anak orang kaya di sekolah ini. Makanya banyak wanita yang tergila gila karena ketampanan dan kekayaanku.
__ADS_1
☆☆☆
Kembali ke Tokoh Aku
Aku dan Syafa hendak pulang bersama. Aku saat ini membawa motor pribadi. Namun ketika aku sedang menuju ke parkiran, kak Arul lewat didepanku dengan menaiki motornya. Lantas aku teringat kepada Syafa yang sedang menungguku didepan gerbang. Aku yakin pasti kak Arul akan mendekati Syafa lagi. Entah kenapa aku merasa tidak suka. Aku langsung bergegas mengambil motorku. Ternyata dugaanku benar, kak Arul sedang menawarkan diri untuk mengantar Syafa pulang. Aku yang melihatnya langsung datang menghampiri Syafa dan berkata kepada kak Arul.
"Maaf ya kak, Syafa tidak pulang kerumahnya dulu. Karena dia akan mengerjakan tugas kami dirumahku. Jadi kak Arul bisa pulang duluan" Ujarku dengan nada yang tegas.
__ADS_1
"Oh yasudah kalo begitu. Aku ikutin kalian dari belakang supaya kalo terjadi apa apa aku bisa mendampingi kalian" Sahutnya.
"Keras kepala sekali si nih orang, yasudah terserah dialah" Bisikku kepada Syafa. Aku dan Syafa menyanggupi permintaan kak Arul untuk mengikuti kami dari belakang.