
Kamipun melanjutkan percakapan dengan yang singkat singkat. Namun tiba tiba dia berkata demikian yang membuatku merasa heran.
"Kamu itu ternyata berat juga ya, makannya apa si? Wkwk" Tulisnya.
"Eh darimana kakak tau?" Tanyaku.
"Ya taulah, kan yang bawa kamu ke Uks saat pingsan itu kakak. Jadi dari situ kakak tau nama kamu. Tapi maaf ya setelah kakak antar kamu ke Uks, kakak langsung meninggalkanmu karena harus melaksanakan tugas di pos" Jelasnya.
__ADS_1
Astaga,ternyata dia yang telah membawaku saat itu. Tapi kenapa kak Firman gak membicarakan hal ini kepadaku. Mungkin kak Firman sudah memgetahui bahwa aku sebelumnya termasuk fans beratnya kak Arul. Jadi dia gak ingin aku terlalu memikirkannya lagi.
Dan seketika itu pula, aku yang sedang dalam posisi ingin melupakan seseorang yang aku kagumi. Kini harus mengubur dalam dalam. Entah apa yang kupikirkan. Yang jelas rasa dihatiku terhadapnya masih ada dan belum 100% benci. Tapi tak bisa kupungkiri, aku juga menaruh hati kepada kak Firman. Sebaiknya aku berterus terang dengannya.
Aku menghubungi kak Firman via telfon. Dari sana aku bercerita banyak mengenai kekagumanku terhadap kak Arul dan semua yang ku dengar tentangnya. Kak Firman menjelaskan secara detail mengenai apa yang kutanyakan saat ini. Dan dia menyuruhku sementara waktu untuk merespon terlebih dahulu bila sewaktu waktu kak Arul menghubungiku lagi.
☆☆☆
__ADS_1
Keesokan harinya pada jam istirahat. Datanglah seorang pria yang menuju ke arah meja aku dan Syafa. Ternyata dia kak Arul. Dia membawa satu Silver Queen untuk Syafa. Aku sengaja mengerjainya kemarin. Aku berkata bahwa Syafa sangat menyukai cokelat. Padahal cokelat itu adalah makanan favoritku. Syafa sama sekali tidak menyukainya. Dia justru menyukai strowberry.
Syafa dengan nada cuek berterima kasih kepada kak Arul. Dia mengambil cokelat tersebut dan menyuruh kak Arul kembali ke kelasnya. Ketika kak Arul sudah tidak nampak lagi dari pandangan kami, seketika itu pula kami berdua tertawa terbahak bahak. Sungguh lucu sekali mengerjai playboy sekolah. Dia seperti tak dapat bicara apapun karena sikap Syafa yang terlalu cuek.
Ternyata kami berhasil membuatnya merasa malu karena dikelas kami cukup banyak teman teman sekelas. Mereka masih sibuk memasukkan buku kedalam tas masing masing dan ada juga yang sedang menulis karena tertinggal pelajaran.
Seketika itulah ruangan kelas menjadi ramai saat kak Arul meninggalkan kelas kami. Mereka tertawa puas melihat kak Arul dengan wajah yang memerah karena nampaknya dia juga sok bersikap cuek didepan adik kelas yang nge fans sama dia. Namun kali ini justru sebaliknya. Dia sendiri dicuekin adik kelas. Sungguh momen yang langka terjadi.
__ADS_1