Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#3


__ADS_3

Eun Ae mencoba mengarahkan pandangannya ke arah semua siswa yang ada diruangan itu. Ternyata tak hanya dirinya yang menatap Do Hea dengan penuh makna, hampir seluruh siswa perempuan menatapnya demikian juga. Namun tidak dengan anak lelaki, mereka justru acuh mendengar sapaan dari Do Hwa. Mungkin karena merasa tersaingi dengan ketampanan sekaligus kegagahannya.


Hanya saja terdengar celoteh salah satu dari mereka yang berkata,


"Ah modus.. Sok sok nyari perhatian cewek tuh senior. Sok sok kegantengan pula, sudah macam artis korea saja.. Apalagi tuh lesung pipi, sok dibuat buat.." Tuturnya.


"Iya tuh bener dari gayanya aja sok kegantengan.. Dihhh ilfeel gua mah" Lanjut yang lain.


Mereka berfikiran bahwa Do Hwa bersikap demikian hanya ingin modus saja untuk menarik perhatian para kaum hawa.


"Dan kakak punya satu pengumuman lagi untuk kalian semua.. Besok kalian diminta untuk mempuat sepucuk surat berisi puisi dan dimasukkan kedalam amplop warna......... yaa........" Jelas Do Hwa panjang lebar sambil sesekali merapikan poninya yang terlihat agak panjang.


Ya, dari situlah siswa lelaki dihadapannya berfikir bahwa Do Hwa sok kegantengan. Karana dia sering kali berbicara sambil memiringkan poninya. Dan hal itulah yang membuat siswi wanita bergumam,


"Wawww... Keren banget sumpahhhh" ujar salah satu dari mereka.


Do hwa mengumumkan kepada semua siswa untuk membuat sepucuk surat berisi puisi. Jika ada yang tidak membuat akan mendapat hukuman. Puisi tersebut harus dihias semenarik mungkin dan dimasukkan kedalam amplop dengan warna sesuai ketentuan yang telah dibacakan.


Hari itu rasanya akan menjadi hari yang paling menyenangkan bagi Eun Ae. Melihat ramai nya suasana kelas yang tak sehening suasana dirumahnya. Terlebih Do Hwa menyiapkan permainan untuk seluruh siswa diruangan tersebut. Ramai betul dibuatnya, meskipun seisi ruangan tersebut belum saling mengenal namun nampak sudah akrab saja. Seperti biasa, dalam permainan pastilah ada yang menang maupun kalah. Dan yang kalah akan mendapat hukuman. Semacam dihukum untuk menggombali teman sekelas atau bahkan kakak kelas lawan jenisnya. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.00. Jadi acara untuk hari ini berakhir dan dilanjutkan hari berikutnya. Semua berkemas untuk kembali kerumah masing masing. Tak terkecuali dengan Eun Ae.


Eun Ae telah sampai dirumah lalu memutuskan untuk berbaring dan tiba tiba ia kembali mengingat seseorang yang membuatnya larut dalam hayalan. Ia tak bisa berhenti membayangkan sosok tampan yang sedang dikaguminya saat ini. Hingga akhirnya ia terlelap tanpa disadari.

__ADS_1


Eun Ae mencoba membuka mata perlahan, rasanya berat sekali. Namun mama terus memanggil namanya. Ia pun segera bangkit dari tidurnya dan langsung menuju ruang makan. Menyantap hidangan yang telah disediakan.


"Ma, ayah belum pulang yaaa?" tanya Eun Ae disela sela makannya.


"Ayah pulang malam nak.. Katanya masih ada meeting dikantor.." sahut mama.


"Oh gitu ya.. Yasudah maa aku masuk kamar lagi yaa.. Karna ada tugas untuk besok" Lanjut Eun Ae sambil merapikan kembali piring lalu membersihkannya.


Eun Ae mengambil secarik kertas dan mulai berimajinasi untuk kemudian ia buat puisi. Ia membayangkan seseorang yang kini sedang dikagumi. Ia mulai mencurahkan kekagumannya melalui puisi tersebut.


***Untukmu Seniorku


Sesaat setelah ini,


Kakak seniorku,


Yang tanpa lelah menanggung beban membimbingku..


Sosok motivator,


Yang mencoba membagikan pengalamannya dihadapanku..

__ADS_1


Sesaat setelah ini,


Takkan kutemui lagi sosok periang penanti barisan..


Menyapa esok dengan senyuman..


Menuai senyuman tanpa keterpaksaan..


Itulah yang menjadikanku penuh kekaguman..


Dan hanya bisa mengagumimu dalam diam..


Kau,


Yang mungkin sedang menyembunyikan lelah tanpa keluh kesah..


Tetesan keringat yang tak pernah jadi masalah..


Terimalah tanda terima kasihku..


Walau hanya sebagai kata..

__ADS_1


Sebagai pengganti ungkapan tersiratku***..


__ADS_2