
Syafa nampak berjalan menuju tenda. Aku melihatnya dari bilik tenda yang kutempati bersamanya. Dari raut wajahnya, sepertinya dia sedikit ada rasa bahagia namun mungkin sengaja ditutupi agar tidak ada yang melihatnya. Ketika dia melihatku, dia langsung menghampiriku.
"Nisaaa.... aku seneng banget banget banget... Aku harus gimana lagi ya.. Rasanya jantungku ini seperti berhenti berdetak" Ujarnya sembar memegang tanganku.
Benar saja, tangannya sangat dingin seperti sedang berada di lemari es. Mungkin dia sejak tadi agak sedikit grogi ketika berbicara serius berdua dengan kak Arul.
"Ehh kamu ini, kamu gak di apa apain kan sama dia? Mana yang sakit? Mana? Coba bilang ke aku" Gurauku.
__ADS_1
"Wkwk, ya nggak lah. Justru dia sudah mencuri, Mencuri ruang dihatiku. Duhh.. gimana ini?? Kenapa aku justru merasakan hal yang sama seperti apa yang dia katakan tadi. Padahal sebelumnya aku sangat membencinya. Gimana kalo sampe kak Rima tau akan hal ini. Dia pasti akan marah besar kepadaku" Jelasnya dengan kata yang nada yang sedikit bergetar seperti ketakutan.
Sebenarnya bukan salah dia juga yang diam diam menaruh rasa kepada si playboy yang sedari awal sudah berusaha mengincarnya. Mungkin Syafa adalah seseorang yang mampu menyadarkan kak Arul bahwa cinta itu benar ada.
"Kamu gak perlu khawatir Syafa, jika memang cinta. Aku yakin, kak Rima pasti akan menyetujuinya" Ujarku menenangkannya.
Sepertinya dia sedikit resah jika kakaknya mengetahui bahwa Syafa sudah mulai jatuh cinta juga terhadap si Playboy itu. Aku juga sedikit resah karena sahabatku ini. Aku hanya tak ingin melihatnya sedih hanya karena cinta pertamanya. Aku tak ingin dia terluka jika suatu saat cinta pertamanya itu menghilang. Pastilah dia tak ingin lagi mengenal cinta karena sudah merasa tersakiti.
__ADS_1
Kini waktunya untuk beristirahat karena besok akan ada kegiatan yang membuat kamu makin kelelahan. Jadi malam ini harus dimanfaatkan dengan baik. Aku tak akan menyia nyiakan malam ini. Karena, kemah pengambilan badge ambalan mungkin akan diadakan besok malam. Jadi malam ini kesempatanku untuk bisa tidur malam. Dan esok, akan dilanjutkan dengan penjelajahan seperti kemah biasanya. Namun besok akan berbeda dari kemah sebelumnya. Kami semua akan dibawa ke tempat wisata arum jeram. Pasti esok akan menjadi hari yang menyenangkan.
☆☆☆
Waktu yang kutunggu pun tiba. Kini saatnya semua peserta harus bersiap siap menggunakan pakaian olahraga. Setelah itu kami berangkat dengan menaiki truk yang telah disediakan panitia. Semua peserta masuk di dalam truk tersebut. Namun tidak denganku, aku dicegah untuk tidak masuk didalam rombongan teman lainnya. Padahal aku berharap untuk bisa bersama teman lainnya. Karena pasti dijalan akan terasa menyenangkan dengan berbagai macam gurauan teman teman. Ketika itu ada yang menahanku,
"Adek gak boleh ikut truk. Kakak takut kamu kenapa kenapa" Ujarnya.
__ADS_1
Ternyata orang yang menahanku itu adalah kak Firman.