Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Benarkah ini Cinta?


__ADS_3

Suara dari Arul


"Akhirnya aku sedikit bisa menakhlukkan hatinya. Lama kelamaan pasti dia bakal luluh denganku. Tunggu saja suatu saat nanti" Batinku.


Dia membuyarkan lamunanku lalu memintaku untuk segera menuju kerumahnya.


"Ayo kak cepat jalan nanti keburu kesorean" Ujarnya sembari menaiki sepeda motorku.


"Iya fa, pegangan ya" Sahutku.


"Ihh modus banget sih. Udah buruan jalan" Ujarnya sembari menepuk bahuku.

__ADS_1


Akhirnya sampai juga dirumah Syafa. Aku melihat didepan rumahnya ada iby yang sedang membungkusi pesanan pelanggan. Aku pun menghampirinya,


"Hay bu, maaf ya mengganggu waktu kerja ibu. Aku kesini cuma disuruh sama Rima buat ambil buku osis yang tertinggal dimeja ruang tamu katanya. Sekaligus aku mengantarkan Syafa pulang" Ujarku menyapa ibu.


"Oh iya gapapa nak Arul. Mari duduk dulu disini sembari menunggu Syafa yang sedang mencarikan buku itu" Sahut ibu dari orang yang ku sukai saat ini.


Beberapa menit kemudian, Syafa keluar dengan membawa buku yang ku minta. Lalu aku pun berpamitan kepada ibu untuk kembali ke sekolah. Syafa menatapku dengan sinis. Aku segera pergi dari hadapannya.


"Heh, lo gak ngapa ngapain adek gue kan? Kenapa lama banget" Ujarnya membentakku.


"Ehh kalo ngomong, ya enggaklah. Gue nganterin adek lo dengan selamat. Tadi adek lo sempet nyuruh gue nungguin si Nisa dijemput mamanya. Jadi agak lama deh" Jawabku menanggapi pertanyaannya.

__ADS_1


Dia sepertinya merasa lega dan pergi meninggalkanku. Sepertinya dia tidak suka adiknya dekat denganku. Entah apa yang membuat nya seperti itu.


Tapi aku harus segera mengambil langkah lebih maju demi meluluhkan hati adiknya si Rima. Dia harus menjadi milikku. Entah apa yang membuatku begitu ambisi untuk memilikinya. Akankah ini yang dinamakan Cinta? Apa cinta itu beneran ada? Bila iya, aku akan berusaha untuk mendapatkan seseorang yang ku cinta untuk pertama kalinya. Aku akan berusaha keras mengambil hatinya.


Aku segera bergegas menuju ruang osis. Ternyata rapat sudah dimulai. Aku langsung menyesuaikan diri. Aku duduk bersebelahan dengan si Firman. Lalu aku berfikir untuk menanyakan suatu hal yang menurutku penting. Aku harus belajar kepadanya bagaimana bisa dia menakhlukkan hati si Nisa itu. Karena setahuku, sekarang mereka berdua sudah berpacaran.


Meski sebelum dia aku sudah ada niatan untuk mendekatinya. Karena aku tau dia itu anak orang kaya yang melebihiku. Dan aku ingin memacarinya supaya bisa memiliki pacar yang lebih kaya dariku. Dan itu akan membuat satu sekolah heboh.


"Heh Firman, gue mau tanya dong sama lo?" Ujarku kepadanya.


"Tanya apa bro?" Sahutnya.

__ADS_1


"Gimana bisa sih, lo dapetin hatinya si Nisa? Padahal kan dia itu sedikit tertutup. Bedalah sama cewek lainnya. Terus juga kenapa lo lebih milih pacaran sama adek kelas. Padahal temen cewek kita kan banyak tuh. Lebih cantik dari dia lagi" Tanyaku ingin mendengar responnya.


__ADS_2