
*Dear Diary,
Hari ini.. Hari dimana aku bertemu dengan seseorang yang kukagumi.. Melihat senyuman indah yang baru kali ini kutemui*..
Sebelumnya, Eun Ae sudah mengisi diary kesayangannya. Mencoba menceritakan apa yang hari ini ia lalui. Menceritakan seseorang yang sedang ia kagumi. Dan juga teman teman yang menurutnya baik hati.
Eun Ae terlelap dalam tidurnya seraya memeluk lembaran diary kesayangannya itu.
Esok Hari,
Fajar mulai nampak diufuk sana. Membuat gadis yang sedang meringkuk memeluk boneka kesayangannya, perlahan mulai terbangun dari tidurnya. Merenggangkan otot otot dengan cara merentangkan kedua tangan membuatnya merasa lebih nyaman. Terdengar suara pintu yang hendak terbuka.
*krekkkkkk* seorang wanita yang biasa disebut mama oleh gadis yang baru saja terbangun itu membuka pintu kamar perlahan.
"Anak gadis mama ini sudah bangun yaa? Ayoo nak, langsung mandi gih.. Mama sudah buatkan sarapan untukmu. Spesial lohhh,, dan pastinya dengan menu yang berbeda dari sebelumnya" kata mama sambil menarik dan langsung merapikan selimut Eun Ae. Hal yang sudah biasa mama lakukan untuk anak semata wayangnya itu setiap pagi. Membuka gorden dan mulai mendorong jendela agar sejuknya embun pagi dapat Eun Ae rasakan.
"Hoaammmm.... Iya maa, ini aku mau mandi kok" Sahut Eun Ae yang dengan malasnya beranjak menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Nanti kalo sudah langsung ke ruang makan ya nak.. Ayahmu sudah nunggu disana" Sambung mama dengan nada berteriak agar dapat didengar oleh Eun Ae yang sudah berada dikamar mandi.
"Siap maaa" Jawab Eun Ae.
Masih sama dengan hari sebelumnya, memakai seragam putih biru. Karena ini masih tahap MOS jadi siswa baru belum diperkenankan mengenakan seragam putih abu. Eun Ae langsung menuju ruang makan setelah dirasa semuanya sudah lengkap. Terlihat Mama dan ayahnya udah berada disana. Ia duduk disamping mama dan langsung melahap habis aneka masakan yang ada dihadapannya.
"Waduhhh.. Anak ayah ini rakus banget sih makannya.. Buat ayahnya mana?" Ujar ayah dengan nada meledek.
Eun Ae tak menghiraukan perkataan ayahnya itu, namun ia hanyak melirik sembari mengangkat sendok.
"Anakmu yang satu ini ya yah.. Semalem dia gak ikut makan, makanya sekarang coba bales dendam. Salah sendiri semalem asik banget tuh buat tugasnya. Gatau tugas apalah itu.. Yang jelas sampe serius banget dn gak inget makan malem.." Sambung mama Eun Ae yang semalam sempat mengintip ketika ia sedang asik asiknya membuat puisi.
"Ohh... Berarti mama itu semalam mencoba mengintipku ya dari balik pintu. Pantas saja aku merasa seperti sedang diawasi. Rupanya itu mama. Tapi ini semua juga salah mama sii.. Mama kan gak nyuruh aku untuk makan malam. Cuma intap intip doang" Seru Eun Ae dengan ekspresi sedikit jengkel.
"Ehh kok jadi mama yang disalahin, kamu itu semalam sudah mama suruh makan. Pas mama masuk ke kamar kamu, kamunya malah sudah tidur sambil pegangan hanphone. Yasudah mama rapikan lagi makan malam yang sudah mama siapkan. Padahal semalam ayah juga sudah pulang" Jelas mama dengan wajah yang enggan disalahkan.
"Sudah sudah kalian ini, ibu dan anak sama saja. Sama sama gak mau ngalahnya. Ayooo kamu Eun Ae siap siap nanti terlambat lho ke sekolahnya.. Ini kan hari kedua kamu masuk sekolah. Mau diantar ayah atau bawa kendaraan sendiri saja?" Tegur ayah Eun Ae sembari bertanya.
__ADS_1
Eun Ae memutuskan untuk ikut dengan ayahnya. Ia merasa belum berani jika harus mengendarai sendiri. Seusai sarapan pagi, ia kembali menuju kamarnya untuk kemudian bersiap siap ke sekolah barunya. Tak lupa ia juga menaruh amplo yabg sudah dipersiapkannya semalam untuk kemudian diberikan kepada seseorang yang sedang di idolakan.
"Ini dia.. Untung saja aku gak kelupaan" Gumamnya dalam hati.
"Eun Ae... Udah siap belum nak?? Ayahmu udah nunggu tuh di depan.." Teriak mama memanggil manggil namanya.
"Iya maa.. ini mau kesana" Sahutnya seraya menuju ke halaman depan rumah.
Memasuki mobil mewah yang sudah terparkir dihalaman depan rumah. Namun Eun Ae sebenarnya merasa malu bila harus diantar jemput seperti ini terus menerus. Mobil ayh mencoba melaju dengan kecepatan standar. Ayah selalu mengendarainya dengan berhati hati. Mungkin karna ia tak ingin sedikitpun tak ingin mengagetkan anaknya jika harus melaju kencang. Dan seketika mobil itu sudah berada dekat dilingkungan sekolah meski belum sampai dipintu masuknya
"Udah yah, turun disini aja.." Pinta Eun Ae.
"Nanggung sedikit lagi juga nyampe" Sahut ayah.
"Gapapa udah disini aja yah.. Aku malu kalo harus jadi pusat perhatian" Jelas Eun Ae mencoba merayu ayahnya untuk segera menghentikan mobil mewah tersebut.
"Yaudah deh.. Apa kata anak ayah aja" Jawab ayah dan seketika mencoba menghentikan mobil mewahnya.
__ADS_1