
Semoga saja apa yang kuharapkan dapat terjadi dikemudian hari. Yang kufikir saat ini hanyalah meminta maaf atas apa yang telah kulakukan kepada kak Firman. Karena sebelumnya aku telah mengabaikan ketulusannya. Sungguh betapa bodohnya diriku ini. Orang yang jelas jelas selalu ada didekatku dan selalu memberikan kasih sayang justru terabaikan.
Lalu langkah yang harus kuambil yaitu menghubunginya, menemuinya dan menjelaskan kepadanya bahwa aku juga ada rasa seperti apa yang pernah diungkapkannya sebelum aku dekat dengan playboy sekolah. Ya, aku harus sesegera mungkin menjelaskan semua ini. Ketika aku mulai menyapa lewat jalur pribadi, hatiku kini merasa berseri. Melihat sapaanku yang begitu disambut hangat olehnya. Ternyata dia sama sekali tidak membenciku. Meski akhir akhir ini aku telah membohonginya. Mengatakan bahwa aku sudah melupakan kak Arul, orang yang aku kagumi sebelumnya.
Disini, aku mulai bercerita banyak apa yang telah kulalui akhir akhir ini. Aku mengungkapkan semuanya namun kalian tau bagaimana tanggapannya? Dia hanya memberikan emoticon tersenyum. Sembari menulis pesan,
"Aku tau kamu pasti akan mengetahui tentang apa yang dia inginkan terhadapmu. So, lupakan semua itu. Kita mulai lagi dari awal" Ujarnya.
__ADS_1
Sungguh membuatku merasa terharu. Dia begitu mudahnya melupakan atas apa yang kulakukan. Berbagi pesan dengan orang lain, tetapi dia selalu bersabar menanti balasan dariku. Sungguh dia sangat tampan bukan hanya dari rupa melainkan tampan dari hati pula. Aku terus mengulang ulang pesannya sembari tersenyum bahagia. Sampai aku lupa membalas pesan tersebut. Sehingga dia kembali mengirimkan pesan yang membuatku tersadar.
"Gimana dek? Apakah masih ada ruang untukku dihatimu?" Tanyanya mengagetkanku.
"Eh iya kak, maaf aku lupa membalasnya. Iya, hatiku ini masih terbuka lebar untuk orang seperti kakak" Ujarku dengan mengakhiri emoticon tertawa namun mengeluarkan air mata.
Aku tak pernah merasakan sebahagia ini. Bahagia rasa cinta. Tak pernah ku alami sebelumnya. Bahkan saat aku dekat kak Arul pun. Dia terlihat tak pernah seromantis ini. Dia hanya membalas pesanku dengan sikap dinginnya namun aku saja yang terlalu girang setiap melihat pesan darinya. Namanya juga nge fans.
__ADS_1
Ya begitulah, rasa kagum yang sudah biasa. Tetapi berbeda untuk hari ini. Ini bukan sekedar rasa kagum saja. Namun rasa kagum itu telah dibumbui oleh rasa cinta. Ishhh.. Ada ada saja ya.. Entahlah bagaimana lagi aku harus mengungkapkan rasa bahagiaku ini. Apakah harus dengan sebait puisi? Ataukah hanya melalui ungkapan hati. Secarik kertas yang kuukir sesuai dengan isi hati. Ya, mungkin aku harus melakukannya.
Aku mengambil diary kesayanganku. Kutulis perlahan isi hatiku didalam diary itu.
Dear Diary
Teruntuk kamu yang sedang mengisi ruang hatiku saat ini. Aku tak bisa mengungkapkan rasa bahagiaku dihari ini. Dengan apa ku harus mengungkapkannya? Aku bukanlah seorang puitis seperti rompis. Aku juga tak pandai menyanyi lagu romantis seperti penyanyi legendaris. Apalagi bila harus melontarkan kata mutiara bak film dilan dan milea.
__ADS_1