
Seketika, ada yang berusaha mengalihkan pandanganku. Ternyata kak Firman sudah berada dibelakangku sedari tadi. Namun dia hanya memperhatikanku yang sedang melihat sahabatku bersama cintanya saat ini.
"Kamu iri ya?? Hayo ngaku sama kakak. Kamu pengen kan begituan?? Wkwk.." Ujarnya seraya tertawa kecil.
"Ihh apaan sih kakak ini. Ngarang deh, gak kok. Aku seneng aja liat sahabatku sekarang udah mulai membuka diri dengan si Playboy itu. Tapi aku hanya takut kak jika playboy itu menyakiti hati Syafa suatu saat nanti. Dan mungkin aku juga tidak akan terus berada disamping Syafa. Jadi aku mohon ya sama kakak, jaga Syafa jika aku sudah tidak mampu lagi menjaganya. Jika ada yang membuatnya sedih, kakak harus mencari sumber kesedihannya. Dan berusahalah buat dia tersenyum meski tanpa aku. Jaga dia seperti halnya kakak jaga aku" Kataku asal bicara.
"Eh kamu ini, gaboleh ngomong gitu. Kita akan buatnya tersenyum sama sama. Dan juga, kakak yakin kok kalo sekarang si Arul itu udah beneran tobat dia. Dia pasti akan menjaga sahabatmu itu dengan baik. Karena setahu kakak, Syafa merupakan cinta pertamanya. Dimana mana yang namanya cinta pertama itu akan dipertahankan sebagaimana mesti. Seperti halnya kakak mempertahankanmu" Jelasnya.
"Hehe iya iya aku percaya kok aku cinta pertama kakak" Sahutku.
__ADS_1
"Ini kakak bawakan minuman untukmu, ini minuman rasa cinta lohh.. kakak membelinya di menara effel. Kalo kamu gak percaya, tanya aja sama orang yang jualan disana" Guraunya sembari menyodorkan sebotol minuman.
"Wkwkwk iya deh sama kakak mah aku percaya aja deh.. Sekalipun typo, aku tetep percaya kok. Haha" Ledekku.
"Harus lah, udah diminum buruan sebelum apel pembukaan dimulai" Ujarnya.
Akupun segera menghabiskan minuman yang diberikan kak Firman. Dari lapangan upacara, terdengar suara kak seno yang sedang membariskan para panitia sekaligus peserta. Kami berdua pun bergegas menuju ke sana. Setelahnya, kami berpisah menuju barisan masing masing. Aku sudah melihat Syafa berada dibarisan. Aku pun mengikuti barisannya.
"Eh ada nisa, aku pinjem Syafa nya dulu ya.. bentar doang kok nis, janji gak akan lama" Katanya kepadaku.
__ADS_1
Aku hanya menganggukkan kepala sembari menoleh ke arah Syafa.
"Ehh enak aja. Emang aku apaan main dipinjem pinjem doang. Aku ini manusia lho kak" Kata Syafa sembari mendengus kesal.
"Iya iya maaf.. Yaudah, Syafa mari ikut kakak sebentar aja" Sahut kak Arul.
"Lima detik dari sekarang ya" Ucap Syafa.
Aku yang melihat tingkah mereka berdua langsung pergi meninggalkannya. Aku menuju ke tenda dan hendak menata barang barangku. Nampaknya, Syafa sedang asyik berduaan dengan orang yang mungkin dia sukai. Aku tak ingin mengganggu momen indahnya itu. Makanya aku memilih pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Semua panitia nampaknya juga tak ada yang melihat mereka berdua sedang berduaan. Termasuk kak Rima, dia juga nampak belum terlihat disini. Mungkin saja dia sedang sibuk, begitu juga dengan kak Firman.