
Entah kenapa kepalaku masih terasa sedikit pusing. Padahal kemarin dokter sudah berkata bahwa kondisiku sudah normal semua dan bisa untuk mengikuti kegiatan perkemahan asalkan tidak terlalu lelah. Dan juga aku tak banyak melakukan aktifitas sejak kemarin. Tapi mengapa kepalaku masih terasa begitu pusing. Entahlah, aku tidak tau pasti apa penyebabnya.
"Dek kamu kenapa? Kamu gapapa kan? Ada yang sakit?" Ujar kak Firman yang melihatku sedang memegang kepala.
"Gapapa kok kak. Aku baik baik aja" Ujarku sedikit menenangkannya.
Akupun meminta kepada kak Firman untuk mengantarkanku menuju ke tenda karena teman temanku juga sudah berada disana. Namun sebelumnya kak Arul sempat menahan kami,
"Eh bentar dulu. Ini kunci mobil nya Nisa" Ujar kak Arul.
__ADS_1
"Okke deh, thanks ya rul udah mau nyupirin. Gue sih sebenernya bisa, cuma ya takut aja kalo jalanannya yang kaya tadi gitu. Ngeri kalo liat kanan kiri jurang semua. Wkwk" Sahut kak Firman sembari tertawa kecil.
"Lah bilang aja lo gak bisa kan. Kalo butuh apa apa lagi, lo tinggal cari gue aja. Biar gue yang jadi supirnya" Ujar kak Arul.
"Okkelah gue anterin si Nisa dulu ya. Btw, lo mau ikut gak? Disanakan ada Syafa tuh. Bawain apa kek gitu, buat narik simpatinya biar dia makin tertarik sama lo. Dan gue doakan semoga lo dan dia cepet jadian ya" Ucap kak Firman seraya menarik lembut tanganku meninggalkan kak Arul yang belum sempat menanggapi perkataannya.
"Dek, ada yang sedang kamu pikirkan ya?" Ujar kak Firman yang membuatku tersadar dari lamunanku.
"Eeee... Nnggggg...gaak kok kak, aku gak lagi mikirin apa apa kok" Sahutku kepadanya dengan nada yang sedikit terbata bata.
__ADS_1
"Kamu anggep kakak ini apa dek? Harusnya kamu cerita dong, kamu lagi ada masalah? Dengan siapa?? Biar kakak yang akan membantumu" Ujarnya mengetahui ada yang kusembunyikan.
"Hhmmm... Sebenernya aku cuma gak mau ninggalin kakak. Aku maunya tetep ada disamping kakak. Sampai kapanpun. Tapi aku juga gatau sampai kapan aku akan bertahan dengan kondisi seperti ini" Sahutku sembari menghentikan langkah.
"Ehh kamu ini... Kamu gaboleh ngomong seperti itu. Kamu gak akan ninggalin kakak. Kakak janji akan menjagamu setiap saat" Ujarnya seraya memegang tanganku.
"Berjanjilah.. Kamu harus kuat menghadapi ini semua" Sambungnya.
Aku senang karena kak Firman begitu sayang kepadaku. Dia menjadi penyemangatku untuk tetap bertahan sampai detik ini.
__ADS_1