Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Bahagianya Bahagiaku


__ADS_3

Pantas saja akhir akhir ini dia terlihat sangat ceria. Tidak seperti biasanya. Ternyata dia sudah mulai ada rasa dengan si playboy itu. Aku sih setuju gak setuju jika sahabatku ini bersamanya. Aku hanya takut jika si playboy itu mengecewakan sahabat yang sangat aku sayangi.


"Iya deh, terserah kamu aja Syafa. Aku mendukungmu asal kamu gak boleh sedih lagi. Dan kalo sampe dia buat kamu sedih. Kamu segera laporkan ke aku. Okke??" Pintaku.


"Okke lah kalo begitu. Eh nis, kayanya ada yang mau nyamperin kamu nih. Aku gak mau ganggu ahh.. Aku ke lapangan dulu ya" Ujar Syafa seraya berlari menuju ke arah lapangan.


Ternyata benar yang dibicarakan Syafa. Ada yang sedang mencoba menghampiriku.

__ADS_1


"Hay dek, gimana kata dokter kemarin?" Tanyanya.


"Hay juga kak, Dokter ngijinin aku buat ikutan kemah. Dia juga udah ngasih obat kalo seandainya sakit aku kambuh. Jadi kakak gak perlu khawatir" Sahutku.


"Oh okke lah kalo begitu, kakak kembali ke ruang osis dulu ya mau siap siap.. Adek duduk aja gausah terlalu capek nanti takutnya sakit lagi. Kakak gak mau liat adek sakit" Pintanya sembari memegang pipiku.


Dia mengantarku untuk mencari tempat berteduh. Karena teman teman kelompokku sedang membuat tenda namun mereka tidak mengizinkanku membantunya.

__ADS_1


Dari kejauhan, aku melihat kak Arul seperti sedang berusaha mendekati Syafa. Dia terlihat berusaha keras membantu dalam pembuatan tenda. Tampaknya dia benar benar ada rasa dengan Syafa. Dan sejatinya dia juga butuh cinta. Setiap orang butuh cinta, tak selamanya seorang playboy itu akan menjadi playboy. Dia pasti merasa bosan dengan kesehariannya dan akan berusaha mencari cinta sejatinya. Seperti hal nya kak Arul dan Syafa.


Terlihat dari kejauhan, mereka nampak sudah mendirikan tenda dengan sempurna. Syafa nampaknya sedang lompat lompat kegirangan namun dia hampir saja terjatuh. Aku yang melihat kejadian itu berteriak meski dari kejauhan, namun ternyata dia tidak sampai jatuh. Kak Arul berhasil meraih tubuh Syafa kedalam dekapannya. Sungguh romantis sekali. Seperti sedang menonton film drama korea gitu, yang ceritanya sang perempuan terjatuh namun dengan sigap diraih oleh sang lelaki tersebut. Hingga akhirnya benih benih cinta mulai tumbuh.


Aku yang melihat pemandangan indah tersebut merasa senang sekali karena sahabatku mungkin saat ini sudah mencintai dan dicintai oleh seseorang yang dia benci sebelumnya. Hingga pada akhirnya orang yang dia benci telah menunjukkan rasa cintanya yang tulus kepada sang wanita.


Dan semoga saja kisah cinta mereka akan berlanjut ke pelaminan nanti. Aku akan merasa bahagia jika sahabatku juga bahagia. Begitupun sebaliknya, jika dia merasa sedih. Aku pun turut merasakannya. Aku tak ingin melihatnya bersedih terlebih jika menangis. Dia sudah terlalu banyak membantuku dan menjadi penyemangat hariku. Saat disekolah, dia selalu membantuku dalam segala hal. Saat dirumah pun dia sering main dirumahku. Dan kami selalu bermain bersama. Mama juga sudah menganggapnya sebagai anak kandungnya seperti halnya diriku ini.

__ADS_1


__ADS_2