Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#2


__ADS_3

Terlepas dari seseorang yang kemarin begitu memperhatikan Eun Ae, ia mencoba untuk memikirkan apa makna dari teka teki yang bum terselesaikan. Andai ia memiliki seorang kakak yang sudah berpengalaman mengenai hal ini, pasti akan sangat mudah baginya. Namun sangat disayangkan, tak ada yang dapat membantunya. Ia mencoba bertanya pada mama dan juga ayahnya. Namun tak satupun dari mereka yang mengerti apa maksudnya.


"Yahhh.. Bantu Eun Ae donggg.. Eun Ae kan jadi bingung ini.. Kalo besok dihukum gimana cobaaa??? Eun Ae kan malu..." Rintih Eun Ae.


"Iya iya... Sebentar, ayah telfonin anak temen ayah dulu. Dia juga sepertinya sekolah disana. Oh iya, ayah baru ingat.. Dia itu kakak kelas kamu, tapi ayah lupa namanya" Sahut ayah berusaha menenangkan Eun Ae.


"Ihh ayah itu gimana sih. Katanya punya nomernya tapi kok gatau namanya. Yaudah lah terserah ayah aja pokoknya besok Eun Ae gamau sampe kena hukuman.. Ya kan maa??" Eun Ae mencoba mengalihkan pandangannya. Mama yang tengah asyik bermain ponsel seketika langsung meletakkan ponselnya.


"Iya paa.. Jangan sampek tuh anak kita kena hukuman. Nanti dia pingsan lagi.. Wkwk" Gurau mama.


Mereka kini tengah asyik duduk di ruang tamu. Eun Ae sibuk dengan teka teki misteri yang belum ia ketahui. Ayahnya juga sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor karna hari ini ia cuti. Sementara mamanya, tengah asyik dengan gadgetnya. Bermain sosmed dan sesekali mencoba stalking akun artis yang sedang naik daun.


Ddrrrrttttt...... Dddrrrrrttttt.....

__ADS_1


Suara ponsel ayah Eun Ae terdengar nyaring.


"Hallo selamat siang" Sapa ayah.


"Siang juga om, ada perlu apa yaa? Kok om tadi sempet miscall saya. Maaf om, tadi lagi ada keperluan jadi belum sempet keangkat" Sahut seseorang via telfon.


"Iya iya gapapa. Jadi gini nak, kalo tidak salah Eun Ae kan masuk disekolah yang sama denganmu ya?? Om minta bantuannya. Dia besok katanya suruh bawa apa itu yang pake teka teki gituan. Om mah gak ngarti.. Jadi nak kyung bisa bantu om?" Tanya ayah.


"Ohhh kyung too namanya, lahh itu ayah tau namanya?? Tadi kok pura pura lupa sih" Bisik Eun Ae ditelinga ayahnya.


Kyung bersedia membantu Eun Ae. Ia akan berkunjung kerumah Eun Ae untuk memberi tahu jawaban dari teka teki yang sebenarnya.


Selang beberapa lama..

__ADS_1


Ting tong.. Ting tong... Ting tong...


Suara lonceng rumah berbunyi keras. Eun Ae langsung bergegas menuju balik pintu, namun sebelum ia membukanya. Ia berusaha mengintip terlebih dahulu dari bilik jendela. Untuk memastikan apakah ia mengenal Kyung, yang ayahnya sebut tadi.


"Hehhh kok cuma ngintip doang sih? Bukain dulu dong pintunya" Seru ayah sontak membuat Eun Ae terkaget.


"Hihhh ayah itu, bikin kaget saja. Eun Ae kan belum sempet liat dia. Cuma mau mastiin dia itu siapa, panitia apa bukan kok mau ngasih tau jawabannya" Sahut Eun Ae dengan wajah datarnya.


"Udah udah nanti kamu juga bakalan tau sendiri kalo udah bukain pintu" Ujar ayah seraya membuka pintu. Mempersilahkan seseorang yang berada di baliknya untuk segera masuk.


"Ayooo nak Kyung, silahkan masuk.. Maaf yaa lama nungguinnya. Karna anak om kadang suka usil gamau bukain pintu. Padahal kan tamu buka orang jahat ya kan nak?" Ketus ayah.


"Hehe iya om gapapa" jawabnya.

__ADS_1


Eun Ae terdiam tanpa suara. Membuka mata lebar lebar seolah tak percaya. Mencoba terus memandanginya. Dan ternyata dia.....


__ADS_2