
Nampaknya kak Arul agak sedikit kesal karena mungkin ketulusannya belum dapat diterima oleh Syafa. Syafa belum bisa mempercayai sepenuhnya. Dia juga tak ingin kecewa. Mungkin kak Rima sudah mengingatkan kembali terhadap Rima sehingga Syafa mulai berfikir kembali.
"Okke tunggu aja. Kakak bakal buktiin" Kata kak Arul lalu pergi meninggalkan kami semua.
Beberapa menit kemudian, kak Firman juga meminta izin kepadaku untuk kembali ke sekertariatan. Karena mungkin dia akan mempersiapkan untuk api unggun nanti malam.
__ADS_1
Kini tiba saatnya api unggun kembali digelar. Acaranya begitu sepi tidak seperti saat Kemah Bakti Osis yang lalu. Karena tidak ada pementasan apapun dari masing masing kelompok saat ini. Hanya ada band dari kakak kelas kami.
Setelahnya, semua peserta disuruh untuk kembali ke tenda masing masing. Nanti malam adalah puncak dari kegiatan kemah ini. Karena pengambilan badge pramuka akan diadakan di malam nanti. Dan mereka juga akan membawa kami ke suatu tempat yang sudah tersedia badge tersebut. Namun sebelumnya kami sudah dibekali oleh berbagai macam materi karena kegiatannya adalah penjelajahan malam. Materi tersebut masih seputar badge yang akan kami kenakan nanti.
Pada pukul 1 dini hari, kami kembali dibangunkan lalu dibariskan. Saat itu, aku nampak baik baik saja. Lalu semuanya berkumpul dilapangan. Kak seno mengarahkan kami untuk bersiap karena masing masing kelompok akan melakukan penjelajahan malam secara bergantian.
__ADS_1
Saat itu tiba giliranku untuk memasukinya. Ternyata aku dipasangkan dengan Syafa. Karena yang memilihkannya yaitu kak Rima. Ketika aku dan Syafa masuk ke dalam, disana terlihat sangat gelap. Hanya ada beberapa lampu saja. Dan terlihat jelas ada banyak sekali badge ambalan yang diletakkan diatas salah satu Makam dikejauhan sana. Berkali kali aku terjatuh karena tersandung oleh nisan.
"Nisa kamu gapapa kan? Mari aku bantu kamu untuk berdiri. Kita pelan pelan saja jalannya" Ujar Syafa.
"Iya aku gapapa kok. Ayo udah deket tuh badge ambalannya. Kita ambil untuk kita berdua" Sahutku sembari berdiri lalu menarik tangan Syafa.
__ADS_1
Ketika kami berdua sampai disana dan hendak mengambil badge tersebut. Tiba tiba disebelahku ada semak semak dan muncullah seseorang yang berpakaian layaknya pocong mengagetkanku. Itu yang membuat dadaku sesak nafas karena dibuatnya kaget. Aku tak menghiraukan siapa yang telah mengagetkanku. Beberapa detik kemudian, aku kembali tak sadarkan diri.
Semuanya nampak panik dibuatku. Syafa berteriak meminta tolong dan semuanya bergegas menghampiriku yang sedang terbaring lemah. Orang yang tadi mengagetkanku itu adalah kak Arul. Dia tidak mengetahui bahwa aku yang dikagetkannya. Aku dibawa ke sekolahan lalu mereka semua panik melihatku.