
"Oh begitu ya ma, tapi kenapa aku merasa sangat singkat berada dalam tidurku. Aku merasa seperti baru tidur beberapa detik saja. Ternyata sudah seminggu lamanya" Tanyaku merasa heran.
"Yaudah sekarang kamu yang penting istirahat dulu. Sebentar lagi firman pasti akan kesini karena ini sudah jam pulang sekolah. Mama sudah mengabarinya tentang kamu yang sudah sadar pagi tadi. Pasti dia akan datang sesegera mungkin" Ujar mama.
Aku langsung menutup mataku. Aku merasa tidak lapar sama sekali karena tadi pagi aku sudah disuapi oleh mama dengan makanan yang disediakan Rumah Sakit. Namun makannya sungguh membuatku muak. Tak berasa sama sekali. Rasanya sangat hambar terlebih ketika aku harus meminum obat yang sangat pait. Tapi aku berusaha keras meminumnya supaya tidak membuat mama kecewa.
__ADS_1
Tanpa kusadari, aku tertidur untuk beberapa menit. Aku terbangun ketika mendengar suara yang sanagat kukenali. Ketika membuka mata, hatiku merasa sangat bahagia bisa bertemu dengannya. Kak Firman ternyata sudah duduk disebelahku seorang diri. Entah dimana mama sekarang, mungkin saja mama sengaja meninggalkan kami berdua disini.
Dari tadi ternyata dia tidak berani membangunkanku, dia hanya bicara sendiri disaat aku sedang tertidur pulas. Walau hanya beberapat menit saja tapi aku terasa sangat pulas sekali. Ini benar benar tidur yang sesungguhnya. Tidak seperti hari kemarin yang hanya seperti beberapa detik saja.
"Kakak gak perlu kaya gini, aku baik baik aja. Harusnya kakak fokus sama sekolahnya. Aku juga rasanya bosan sekali disini, aku ingin seperti kakak supaya bisa mengikuti pelajaran lagi seperti biasanya. Aku merasa sangat sedih bila harus tertinggal pelajaran yang cukup banyak" Ujarku kepadanya.
__ADS_1
"Iya dek, maafin kakak ya. Kakak gak setiap saat ada didekatmu. Oh iya, kamu gausah khawatir soal pelajaranmu yang tertinggal. Karena kakak sudah menyalin semua materi dari Syafa, teman sebangkumu. Kakak juga meminta kepada Syafa supaya menghubungi kakak bila ada tugas yang diberikan ibu guru supaya kamu tidak tertingal pelajaran. Karena bapak atau ibu guru taunya bahwa kamu dirawat dirumah saja. Tak tau jika kamu sedang berada dirumah sakit dalam kondisi koma. Hanya beberapa teman dekatmu yang mengetahui kondisimu saat ini" Jelasnya menjawabku sembari tersenyum.
"Terima kasih banyak ya kak, kakak begitu banyak membantuku. Aku bahkan tidak tau lagi harus dengan apa membalas kebaikan kakak" Ujarku.
"Kakak gak butuh apa apa kok. Kakak hanya ingin kamu tetap bertahan seperti sekarang ini. Dan juga kakak ingin kamu tetap mempertahankan rasa cintamu itu terhadap kakak. Jangan sampa kamu sakit itu membuatmu mati rasa sehingga cintamu padakupun ikut mati juga. Wkwk" Candanya yang membuatku tertawa kecil.
__ADS_1