Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Kekhawatiranku


__ADS_3

Kembali ke Tokoh Utama


Aku terus memikirkan bagaimana kondisi Syafa saat ini. Aku pun menghubunginya via telfon. Saat aku berusaha menghubunginya, namun...


 Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Cobala beberapa saat lagi 


Tuttt... Tuttt... Tuttt...


Nomornya tidak aktif. Aku bingung harus gimana lagi untuk dpaat mengetahui kondisinya saat ini. Aku khawatir kak Arul tidak membawanya pulang. Karena aku tau kak Arul begitu berambisi untuk menakhlukkan hati Syafa. Dia tidak menyerah begitu saja. Terlebih Syafa sering kali mempermalukannya didepan teman temannya. Aku takut bila terjadi apa apa dengan Syafa. Perasaanku sungguh tak karuan. Aku pun berusaha menghubungi kak Firman, siapa tau dia sedang bersama kak Rima. Sehingga aku bisa bertanya kepadanya apakah adiknya itu pulang dengan selamat.


"Hallo kak, Kakak lagi sama kak Rima gak?" Ujarku via telfon.

__ADS_1


"Hallo juga dek, Kakak gak liat kak Rima. Mungkin dia masih keluar karena rapat sudah berakhir namun kami semua belum boleh pulang karena harus mengerjakan persiapan untuk kemah selanjutnya" Jelasnya.


"Oh iya kak, tadi itu Syafa diantar pulang sama kak Arul. Aku takut terjadi sesuatu dengan Syafa. Soalnya aku hubungi nomornya tidak aktif. Aku sungguh khawatir sekali dengannya" Ujarku.


"Adek tenang aja, kak Arul tadi udah kembali kok. Jadi dapat di pastikan Syafa pulang dengan selamat. Mungkin saja handphone nya sedang lowbett. Cobalah berfikir positif. Dan ingat kondisimu sekarang ini. Gak boleh kebanyakan pikiran. Okke??" Ujarnya mengingatkanku.


"Okke lah kak. Udah dulu ya, kakak lanjutin dulu aja tugasnya. Fighting kakakku sayang" Sahutku memberi semangat.


Keesokan harinya, Aku bergegas menuju ke ruang kelas. Terlihat dari kejauhan, Syafa sudah menungguku didalam. Aku menghampirinya, sembari menyapa.


"Hay Syafa, kamu sudah berangkat sejak tadi ya? Hampir saja aku terlambat karena bangun kesiangan. Mama lupa membangunkanku. Tapi rasanya mama sengaja deh biar aku gak sekolah hari ini. Karena semalam aku sempat drop gitu. Badanku demam, tapi sekarang udah baik baik aja kok. Mama nya aja yang lebay terlalu mengkhawatirkanku" Jelasku kepada Syafa.

__ADS_1


"Hay juga Nisa, Astaga kamu drop lagi? Kamu kan udah janji gak mau buat orang yang berada didekatmu ini merasa khawatir. Kamu harus kuat dong. Aku yakin kamu pasti bisa" Sahutnya memberi semangat.


"Baiklah syafa, aku akan terus bertahan demi kamu dan mereka yang aku sayang. Aku berjanji" Ujarku.


"Nah gitu dong. Ini baru Nisa sahabatku" Sahutnya.


"Haha kamu ini, emang sebelumnya aku siapa?" Tanyaku.


"Kamu? ya manusia lah.. Wkwkwk" Candanya.


Pelajaran pertama pun dimulai sehingga kami harus menunda obrolan kami. Nampaknya hari ini aku merasa ada yang hampa. Entah apa yang membuatku demikian. Apa karena aku sampai saat ini belum melihatnya?

__ADS_1


__ADS_2