
"Ayo kita bawa kerumah sakit aja. Cepetan" Ujar kak Firman.
"Rul, lo harus tanggung jawab karena udah buat penyakit Nisa kambuh" Ujar kak Rima menambahkan.
"Iya maaf gue gak tau kalo itu Nisa. Ayo bawa kemobil Nisa aja. Dan cepet hubungi orang tuanya untuk segera ke rumah sakit sekarang" Sahut kak Arul.
Mereka semua panik. Tidak terkecuali Syafa. Syafa menangis karena melihatku tak sadarkan diri.
"Nisa, kamu kan udah janji gak mau kaya gini lagi. Kenapa kamu sekarang ninggalin aku lagi walaupun hanya untuk beberapa saat" Kata Syafa seraya menangis.
__ADS_1
Kak Rima mencoba menenangkannya.
"Kita doain aja yang terbaik buat Nisa. Kamu gak boleh nangis begitu" Ujar kak Rima.
Kak Firman mencoba menghubungi orang tuaku. Dan mereka sudah terhubung lalu dengan keadaan panik, langsung menuju ke rumah sakit. Kini tibalah dirumah sakit, aku langsung dibawa menuju ke ruang UGD. Semuanya berdiri menantiku. Sudah sejam lebih mereka menungguku didepan. Lalu dokter keluar dari ruangan. Dengan berat hati dia mengatakan,
"Nisa kembali mengalami koma. Namun entah sampai kapan dia akan bertahan" Ujar dokter yang membuat mereka semakin panik.
"Maaf pak, bu, dengan berat hati.. Kami harus sampaikan berita ini. Kami semua tidak bisa menyelamatkan nyawa Nisa. Dia sudah kembali kepada Sang Maha Pencipta" Ujar dokter.
__ADS_1
Semua yang mendengar kata kata tersebut langsung menangis. Mama sempat pingsan. Kak Firman juga merasa terpukul akan kepergian Nisa. Mereka semua berfikir mengapa Nisa pergi secepat ini. Kak Arul juga merasa sangat bersalah karena telah membuat Nisa seperti ini.
"Ini sudah takdir, lo jangan menyalahkan diri lo sendiri rul" Ujar kak Firman yang melihat kak Arul begitu frustasi.
Kak Firman juga sebenarnya belum bisa mengikhlaskan akan kepergian Nisa. Dia teramat sayang kepadanya. Dia kembali mengingat akan kata kata Nisa kemarin yang ternyata itu adalah kata terakhirnya. Dia juga sempat berfikir Nisa sempat menitipkan Syafa, sahabatnya itu. Kak Firman memandangi Syafa yang teramat terpukul sangat karena harus kehilangan sahabat yang dicintainya.
Semua menuju Rumah duka. Nisa juga sudah dibawa ambulan menuju Rumah nya. Semua turut berduka menyambut kepulangan Nisa. Syafa, tak henti hentinya menangisi kepergian sahabatnya.
"Nisa, kenapa kamu harus ninggalin aku secepat ini? Padahal sebentar lagi adalah ulang tahunmu. Kita belum sempat merayakannya bersama. Tapi kenapa kamu ingkar janji? Apakah aku bisa menjalani hari tanpamu? Aku merasa tidak sanggup lagi Nisa" Ujar Syafa yang masih mengurai air mata.
__ADS_1
Kak Firman juga demikian. Dia merasa Nisa begitu berarti dalam hidupnya. Hingga pada akhirnya dia merangkai kata didalam secarik kertas sembari menggenggam buku harian milik Nisa. Kak Firman sempat menemukannya di kamar Nisa saat mama meminta kak Firman untuk mencarikan album foto milik Nisa. Setelah mendapatkannya, Dia menyendiri ketika yang lainnya sedang meratapi kepergian Nisa. Dia memilih menjauh,