Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#4


__ADS_3

"Pokoknya gua harus dapetin dia. Apapun caranya, gua pasti bisa. Toh juga kakaknya udah pernah gua pacarin. Pasti adiknya juga akan lebih mudah gua dapetin" Gumamnya tanpa suara.


"Hehhh.. Lo mikirin apa? Kok bengong sih dari tadi. Hayo loo, jangan bilang lo mau deketin adik Meyra yang satu itu. Awas lo gua aduin ke Meyra biar lo ditendang jauh jauh. Wkwkwk. Insap woyyy, udah mau lulus masih aja suka ngadalin cewek. Dasar buaya lo" Bisik temannya.


Do Hwa tak memperdulikan apa yang dibicarakannya. Ia hanya fokus pada salah seorang wanita yang sedang berdiri disana.


Dari tatapannya, ia nampak terpesona akan keanggunan gadis cantik yang merupakan adik dari temannya itu. Nampak begitu jelas karena sebelumnya Do Hwa terlihat sangat santai namun tetap dingin. Tak biasanya dia bersikap demikian seperti salah tingkah. Terlebih, saat hukuman yang Micha terima yaitu menggombali panitia laki laki yang berada diruangan itu. Seketika, Do Hwa langsung dengan sigap maju dihadapannya. Micha langsung menatapnya dengan kesal.


"Kak Do Hwa tau gak apa bedanya kakak sama Garuda?" Tanya Micha.


"Nggak dek, emang ada bedanya ya?" Sahutnya sembari menatap mata Micha.


Namun Micha justru terlihat acuh dan nampak meneruskan perkataannya,


"Kalo Garuda itu didadaku. Tapi kalo kak Do Hwa itu dihatiku" kata Micha dengan nada datar tanpa ekspresi.


Semua langsung bertepuk tangan meriah.


"Cie cieeee.... Digombalin cewek niyeee..." Seru Eyesti yang berada tak jauh dari Do Hwa.


"Mual banget sih sebenernya. Tapi harus gimana lagi. Namanya juga dihukum" Lirih Micha dalam hati.


Terlihat jelas mata Do Hwa langsung berbinar mendengar kata gombal yang dilontarkan oleh Micha. Seisi ruangan nampak begitu heboh mendengar gombalan Micha tadi.

__ADS_1


"Aku juga mau dong cha digombalin kamu" Seru salah satu siswa.


Nampaknya tak sedikit pula yang merasa patah hati melihat kejadian dihadapan mereka ini. Micha, bergegas keluar dan kembali ke ruangan semula. Nampaknya ia begitu menahan malu atas kejadian itu.


Do Hwa terus memandangi Micha meski ia telah menghilang dari balik pintu ruangan. Sungguh menyakitkan untuk orang yang sedang mengaguminya melihat hal demikian. Tak terkecuali Eun Ae yang sejak tadi diam diam memperhatikan.


Rasanya aku ingin menangis, namun apa alasannya?


Rasanya hatiku begitu teriris, namun apa sebabnya?


Rasanya dunia sungguh tak berpihak kepadaku, namun kepada siapa?


Tanpa alasan dan tanpa sebab yang jelas.


Bahkan untuk siapa dunia berpihak pun aku tak tau.


Namun jika menyangkut soal seseorang yang sedang ku kagumi kini..


Itu menjadi suatu hal yang perlu ku ketahui,


Aku..


Begitu merasa menjadi orang yang paling tersakiti sedunia..

__ADS_1


Bahkan mungkin orang di dunia ini pun tak tau bahwa aku sedang diam diam mengaguminya..


Berusaha menjadikannya sosok motivator dihatiku..


Menjadikannya sosok yang ku idolakan selain artis korea..


Mengagung agungkan namanya yang sebenarnya sungguh tak pantas ku lakukan..


Merasa bahwa bayangnya selalu mengikuti langkahku..


Padahal aku baru saja mengenalnya..


Bahkan belum genap dua hari..


Namun,


Akankah kan terus seperti ini nantinya?


Melihat pria yang ku kagumi terus menatap wanita yang tak lain adalah temanku sendiri dengan tatapan penuh arti..


Akankah kan terus begini??


Otakku serasa dipenuhi dengan tanda tanya yang tak ku ketahui..

__ADS_1


Ya sudahlah..


Biarlah ini semua menjadi sebuah rahasia..


__ADS_2