Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Back To Home


__ADS_3

Keesokan harinya aku dibangunkan oleh kak Alifia yang berada diruangan UKS. Aku membuka mataku dan duduk sejenak untuk memulihkan tenaga. Ternyata langit masih nampak agak gelap. Perkiraanku saat ini pukul setengah enam. Ternyata benar dugaanku ketika aku melihat jam dinding. Rupanya aku pandai mengira ngira hanya dengan melihat langit saja.


Kak Alifia mengantarkanku untuk menuju ketenda dimana teman temanku berada. Disana aku disambut hangat oleh temanku yang lainnya. Mereka bertanya mengenai keadaanku untuk saat ini dan juga menyuruhku untuk segera kembali kerumah. Mereka tidak mengizinkanku bongkar tenda karena itu akan membuat aku semakin kelelahan.


Tiba tiba kak Firman datang menuju tendaku bersama dengan kak Arul. Hatiku merasa senang entah karena kak Firman atau kak Arul yang datang menghampiriku. Kak Firman memintaku untuk menuliskan nomor telfon mama. Akupun segera meraih ponselnya dan langsung menghubungi mama. Kak Firman yang berbicara via telfon karena meminta mamaku untuk datang menjemputku pagi ini. Namun dia tidak bilang kepada mama bahwa tadi malam aku sempat pingsan. Mungkin karena dia tidak ingin membuat mamaku panik. Sungguh mulia sekali hatinya.

__ADS_1


Saat kak Firman telah selesai bicara dengan mama, tiba tiba kak Arul mengajak bicara denganku dan menanyakan bagaimana kondisiku saat ini. Akupun dengan senang hati menjawabnya bahwa kondisiku saat ini baik baik saja. Aku sempat berfikir mengapa dia se perhatian ini denganku. Dan bagaimana bisa dia mengenal namaku.


Namun ternyata aku salah menilai perhatiannya. Dia justru sibuk memandangi Syafa yang sedang berada disampingku. Entah aku harus kecewa atau justru biasah saja. Kak Firman yang melihatku sedikit lesu langsung menyuruhku untuk mempersiapkan barang barang yang kubawa kemarin.


Selesai berkemas, aku menghampiri kak Firman yang sudah menungguku sedari tadi. Dia mengantarku untuk menemui mama karena kata kak Firman mama barusan menghubunginya lagi dan bilang bahwa mama sudah berada didepan gerbang sekolah. Kamipun bergegas menuju kesana.

__ADS_1


Aku yang melihat mama sedang menunggu diatas sepeda motornya langsung mempercepat langkahku menuju ke dekapan mama. Sebenarnya aku ingin sekali bercerita bahwa semalam penyakitku kambuh. Namun aku mengurungkannya karena tidak ingin membuat mama khawatir lagi dan tidak mengizinkanku jika ada kemah selanjutnya.


Aku berpamitan kepada kak Firman dan mama juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kak Firman. Mama membawa kotak makan yang entah berisi apa aku tidak tau pasti. Mama menyerahkan kotak tersebut kepada kak Firman mungkin sebagai rasa terima kasihnya.


Kak Firman sempat menolaknya namun mama memaksa kak Firman supaya tidak menolak rezeki. Dengan rasa hormat, kak Firman menerimanya lalu mengucapkan terima kasih. Aku melambaikan tangan kepadanya saat motor mama mulai berlalu dari tempat kak Firman berdiri. Mungkin tingkahku ini masih terlihat seperti bocah ya. Hihi, maklumlah anak tunggal jadi beginilah. Berusaha menjadi dewasa namun merasa seperti terhalangi.

__ADS_1


__ADS_2