
Sesampai dirumah, mama langsung memintaku untuk sarapan terlebih dahulu. Akupun menyanggupi permintaannya. Kulihat ayah sudah tidak berada disana lalu akupun bertanya kepada mama mengenai ayah. Mama menjelaskan bahwa ayah hari ini sedang mendampingi nenek dirumah sakit. Ternyata mama juga menjemputku yang kebetulan hendak pulang dari rumah sakit. Mama dan ayah semalam berada disana. Entah apa yang terjadi dengan nenek.
Rasanya aku ingin menemuinya namun mama menghalangiku. Mama berkata bahwa nenek mengidap penyakit khusus sehingga aku tidak diperbolehkan untuk menemuinya. Karena aku juga memiliki penyakit tertentu sehingga mama tidak ingin aku tambah sakit lagi bila harus menemui nenek dirumah sakit. Selepas makan, mama menyuruhku untuk beristirahat dikamar karena mama mengira semalam aku tidak tidur. Mungkin setau mama semalam aku mengikuti caraka malam. Aku hanya menuruti perintahnya dan bergegas mengganti pakaian lalu berbaring kekasur. Saat itu aku tak sempat berfikir untuk membuka handphone karena kuyakini teman temanku masih berada di sekolah dan sedang membongkar tenda.
Tak terasa hari mulai berganti. Pagi pagi sekali aku bangun dan langsung meraih ponselku. Hari ini adalah hari senin namun sekolahku sementara ini diliburkan karena minggu kemarin banyak acara yang membuat panitia maupun peserta kegiatan merasa kelelahan. Begitupun dengan guru guru yang bertugas kemarin. Mereka juga merasa lelah dan sepakat memutuskan hari ini diliburkan. Melihat pengumuman bahwa sekolah diliburkan aku langsung merasa senang. Tiba tiba aku mendengar ponselku berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
__ADS_1
Via WhatsApp, No : 085777.......
"Hay dek, gimana kondisimu saat ini? Sudah pulihkah?" Tanya seseorang dengan nomor yang tak ku kenali.
"Kamu melupakanku? Padahal kamu sendiri yang menuliskan nomormu di ponselku" Ujarnya dengan emoticon tertawa.
__ADS_1
Aku langsung teringat akan kejadian disaat malam api unggun. Ternyata ini nomor kak Firman. Tak kusangka dia begitu mengkhawatirkan kondisiku sehingga menanyakannya melalui pesan tertulis.
Aku dan kak Firman saling balas membalas pesan via WhatsApp. Aku membaca pesannya dengan hati yang gembira. Kak Firman sebenarnya mengajakku untuk berjalan jalan ditaman dekat sekolah pagi ini. Namun aku menolaknya karena merasa malu bila ada salah satu teman yang melihatku. Aku takut mereka mengira bahwa kemarin aku sakit hanya mencari perhatian saja dengan kak Firman. Jadi aku menolaknya baik baik dan beralasan bahwa mama dan ayah sedang tidak berada dirumah jadi aku harus menjaga rumah. Dan kak Firman pun memakluminya.
Dia sepertinya memahami apa yang ku khawatirkan dan mengetahui bahwa aku berbohong dalam menulis pesan. Karena aku terlihat ragu dalam menuliskannya sehingga membuat kak Firman menunggu pesanku selama beberapa menit walaupun sudah ku Read. Lalu dia juga mulai memberi perhatian kecil seperti mengingatkanku untuk tidak lupa meminum obat secara rutin dan juga makan secara teratur. Akupun meng iyakan apa yang dia katakan. Dan aku juga sengaja bertanya sekaligus bergurau mengatakan jika kak Firman terus memberi perhatian kepadaku takutnya ada yang merasa cemburu.
__ADS_1