Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Kekhawatirannya


__ADS_3

Ddrrrtttt.. Ddrrrtttt.. Ddrrrtttt..


Suara getaran ponselku mengagetkanku. Aku meraihnya yang kuletakkan disaku. Ternyata mama yang menelfonku. Mungkin dia merasa khawatir kepadaku. Makanya dia telfon saat jam istirahat.


"Halo nak, kamu baik baik saja kan?" Tanyanya.


"Baik kok ma, mama gak perlu khawatir. Disini juga kan banyak yang jagain nisa" Sahutku.


"Syukurlah. Mama gak tenang aja membiarkanmu disekolah sedangkan kondisimu masih dalam masa pemulihan" Ujarnya via telfon.


"Iya ma, aku gapapa. Mama gausah terlalu mikirin aku. Mama fokus aja sama kerjaan mama" Pintaku kepada mama.


"Baiklah nak, mama tutup dulu ya telfonnya. Bye bye sayang. Jaga diri baik baik" Sahut mama.

__ADS_1


"Iya ma" Ujarku seraya menutup telfon.


Ternyata kak Firman dan Syafa sudah berada di kasir. Aku menghampiri mereka berjalan perlahan. Namun lantai nampaknya agak licin karena ada serbuk kapur yang membuatku hendak terjatuh.


Dari belakang ada yang memegangi pundakku hingga membuatku tidak terjatuh kelantai. Jika aku sampai terjatuh, entah apa yang akan terjadi kepadaku. Mungkin kah aku akan kembali mengalami hal yang membuat orang disekitarku lagi. Entahlah.


Aku menengok kebelakang hendak berterima kasih kepadanya yang telah membantuku. Tak disangka, dia adalah kak Arul. Kak Firman berjalan mendekati kami sembari memegang tanganku.


"Dek kamu gapapa kan? Kakak kan udah bilang kamu duduk aja dulu. Biar kakak yang ambilkan sekaligus bayar di kasih" Ujarnya kepadaku.


"Oh iya rul, Thanks ya udah bantu nisa" Ujar kak Firman kepada kak Arul.


"Iya bro, udah kewajiban buat menolong sesama. Gaperlu berterima kasih gitu" Sahut kak Arul.

__ADS_1


Kak Firman menggandeng tanganku menuju kelas diikuti Syafa yang berada disebelah kiri ku. Setelah sampai dikelas, kak Firman berpamitan menuju kelasnya.


"Dek, kakak kekelas dulu ya. Oh iya, Ini fa jajanannya kalian. Tolong juga ya jaga Nisa baik baik. Kalo terjadi apa apa hubungi nomorku aja" Ujarnya sembari meninggalkan kelas.


"Baik kak" Sahut syafa singkat.


Ketika kami menuju ke tempat duduk, Syafa berkata.


"Kamu beruntung banget si nis bisa memiliki kekasih sebaik dan seperhatian dia. Bikin iri deh, hehe" Ujarnya.


"Eh kamu ini, kamu juga pasti suatu saat akan memiliki kekasih seperti kak Firman kok. Bahkan mungkin akan melebihinya" Sahutku kepadanya.


"Iya, Semoga saja.. yang pentingjangan playboy sama seperti si Arul tuh" Ujarnya sembari menggerutu kesal.

__ADS_1


Kami melanjutkan jam pelajaran berikutnya. Pertama yang dilakukan guru ketika masuk kelas terlihat sama. Yaitu menghampiriku dan menanyakan soal ketidak hadiranku selama beberapa hari yang lalu. Syafa juga nampak sedang menjelaskannya dan bu guru juga memahaminya. Sama seperti bu Fae, Bu Mila juga memberi perhatian kepadaku serta mengingatkan kepada teman teman.


Setelahnya, kami memulai pelajaran seperti biasa. Begitupun seterusnya sampai bel pulang sekolahpun berbunyi. Kami semua bergegas mengemas peralatan sekolah. Dan berhamburan menuju parkiran. Aku yang saat itu tidak membawa kendaraan pribadi lalu hendak menelfon mama memintanya untuk menjemputku.


__ADS_2