Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Tak Biasa


__ADS_3

Suara dari Arul


Semakin aku mendekatinya, semakin dia menjauhiku. Nampaknya dia benar benar membenciku. Sampai saat ini aku masih belum bisa mendapatkan hatinya. Aku bahkan tidak tau mengapa dia sangat berbeda dari wanita pada umumnya. Sangat sulit sekali mendapatkan hatinya.

__ADS_1


Inginku menyerah dan mencari wanita lain yang lebih bisa kudapatkan, namun ada rasa yang tertahan. Aku tak tau pasti rasa apa ini. Karena sebelumnya aku tak pernah merasakannya. Bahkan aku menganggap cinta itu hanyalah sebuah ilusi belaka. Sungguh tak ada didunia nyata. Setiap aku berusaha untuk tidak mengusiknya, namun rasa itu seketika hadir merasuk hatiku. Sungguh aku tak mengerti harus bagaimana lagi aku ini. Apakah aku benar benar jatuh cinta kepadanya? Rasanya tidak mungkin. Tetapi aku juga merasa heran dengan diriku sendiri.


Sebelum aku mengenalnya, aku memiliki banyak wanita disekolah. Bahkan hampir setiap wanita yang seangkatanku itu telah berhasil ku pacari. Termasuk kakak dari gadis kecil tersebut. Ya, Rima pernah menjadi kekasihku untuk beberapa hari. Mungkin itu yang membuat Rima tidak mengizinkan adiknya dekat denganku. Tapi entahlah, saat ini aku sedang tidak ingin menjadi playboy lagi.

__ADS_1


Aku benar benar merasa tertantang untuk mendekati gadis kecil tersebut. Rasanya dia sedang bermain main denganku. Dan aku akan mengikuti setiap permainannya. Saat dia meninggalkanku dengan rasa malu di koperasi, seketika itu pula aku menarik tangan Rima. Aku membawanya menuju halaman belakang mushola.


"Eh rul, kalo ngomong santai dong. Gini nih aku kasih tau. Kamu itu gak seharusnya deketin adekku. Udah cukup aku aja yang jadi korban dari kelakuan bejatmu itu. So, gausah jadiin dia korban berikutnya. Perlu kamu tau, dia emang gak pernah deket sama pria manapun kecuali kak Reno. Karena ayah kami meninggal saat dia masih berada dalam kandungan. Jadi dia agak sedikit trauma bila suatu saat dia juga ditinggalkan seseorang yang dicintainya. Harusnya kamu ngerti itu dong" Jawabnya dengan nada yang datar.

__ADS_1


"Hmm, maaf ya aku gak bermaksud begitu. Kamu salah jika mengira aku akan mempermainkannya. Aku justru merasa tertarik untuk mendekatinya. Aku gatau kenapa aku seperti ini. Kamu liat sendiri kan gimana aku sekarang ini. Aku bahkan menghindari diri dari adik kelas yang nge fans sama aku. Aku lebih memilih untuk mendekati adikmu itu. Aku gak tau pasti apa ini yang dinamakan cinta? Karena sebelumnya aku belum pernah merasakannya. Bahkan disaat aku bersamamu juga rasa ini tak sedikitpun hadir dihatiku. Tapi adikmu, bayangnya selalu menghantuiku. Aku selalu menunggu balasannya baik di Wa ataupun pesan biasa" Ujarku tertunduk lesu.


"Kamu harus janji kepadaku bila suatu saat kamu mendapatkannya, kamu tidak boleh membuatnya bersedih atau bahkan sampai meninggalkannya. Bila itu terjadi, aku akan menggantungmu hidup hidup di lapangan basket. Dan soal dia tidak membalas pesanmu itu karena dia tak memiliki pulsa dan paket quota. Kamu harusnya ngerti dong. Dia sangat menyayangi ibu. Jika ibu tidak begitu memiliki uang banyak, maka dia tidak akan meminta untuk sekedar membeli pulsa" sahutnya.

__ADS_1


__ADS_2