Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Katanya


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaanku,


"Kondisi jantungnya sudah cukup baik, dokter akan mengijinkan kamu untuk mengikuti acara kemah tersebut. Namun dokter tidak memperbolehkanmu untuk terlalu lelah dalam melakukan kegiatan di kemah itu. Okke?" Ujarnya seraya tersenyum kepadaku.


"Okke dokter. Terima kasih ya sudah mengizinkanku" Sahutku.


Aku dan mama pun kembali ke rumah. Aku sudah tidak sabar menanti hari esok. Dimana aku akan bermalam lagi ditenda dan dikelilingi dengan orang yang ku sayang. Sahabat serta kekasih hatiku saat ini.


Hari yang ditunggu pun tiba, kemah akan dimulai pada sore hari nanti sekitar pukul 15.00. Dan hari ini, tidak ada aktivitas pembelajaran apapun di sekolah. Yang ada hanya anak anak yang sedang membangun tenda karena sore nanti akan langsung dimulai apel pembukaan untuk perkemahan ini.

__ADS_1


Sebelum ke sekolah, aku meminta mama untuk menghampiri Syafa dirumahnya. Kami berangkat ke sekolah bersama sekaligus membawa peralatan pribadi juga.


"Syafa, kamu bawa apa aja?" Tanyaku saat diperjalanan.


"Aku gak bawa banyak banyak kok nis. Cuma bawa baju ganti sama kaos olahraga doang. Sekaligus aku bawa jaket yang cukup tebal untuk menghangatkan tubuhku disaat malam nanti" Sahutnya.


Mama yang mendengar hal itu langsung menanggapi kekesalanku.


"Hehe ya gapapa kan ya syafa. Makanan itu kan gak harus dimakan nisa semua. Mama belikan juga untuk Syafa dan teman teman kelompok kalian. Kalo nisa gak suka, berikan saja pada Syafa. Biar saja kamu kelaperan jika panitia telat memberi makan. Wkwk" Ledek mama

__ADS_1


"Iya iya ma... Aku akan turuti semua keinginan mama" Ucapku.


Ternyata kami sudah sampai didepan pintu gerbang sekolah. Mama menawarkan diri untuk membawa mobilnya masuk ke dalam lingkungan sekolah karena tak mau aku terlalu repot membawa barang barangku ini. Namun aku menolaknya karena tidak ingin teman teman melihat ku dan mengira bahwa aku anak manja. Aku ingin terlihat seperti anak mandiri yang tidak selalu bergantung pada orang tua. Syafa juga membantuku untuk membawakan sebagian plastik yang berisi makanan ringan.


Kak Firman nampak sedang sibuk mempersiapkannya. Dan ada kak Arul juga, aku melihat ke arah Syafa. Nampaknya Syafa terlihat sudah mulai ada rasa dengan kak Arul. Dia terlihat sedang memandangi kak Arul yang sedang membersihkan lapangan. Apa benar Syafa mulai diluluhkan kak Arul? Mungkin saja kak Arul sudah berhasil menjalin hubungan yang baik dengam Syafa. Pantas saja Syafa akhir akhir ini terlihat bahagia.


"Hey Syafa, kok kamu senyum senyum sendiri sii?? kamu gak gila kan?" Tanyaku seraya menepuk bahunya.


"Eh kamu ini, ngagetin aja. Aku masih waras, kamu tenang aja. Kamu tau gak nis. Aku masih ragu nih sama kak Arul. dia beneran cinta gak sih ya sama aku? Aku masih belum punya bukti yang kuat. Kan aku awalnya sangat membencinya namun akhir akhir ini aku semakin luluh dengannya. Entah apa yang telah dia lakukan padaku. Yang jelas, rasa itu udah mulai hadir. Tapi aku juga takut jika ia hanya berpura pura saja. Makanya aku masig meragukannya dan ingin tetap bersikap cuek dihadapannya" Jelasnya.

__ADS_1


__ADS_2