
☆☆☆
Seminggu telah berlalu, dan jadwal perkemahan pun semakin dekat. Pagi ini, akan diumumkan pembagian kelompok. Aku berharap bisa satu kelompok lagi dengan Syafa. Karena mungkin juga kak Rima akan menuruti permintaan Syafa supaya dia bisa sekelompok denganku. Mungkin dia beralasan ingin menjagaku dan semoga saja kak Rima menuruti kemauan adiknya itu.
"Nis, kamu tenang aja. Aku udah bilang kakak ku biar kita bisa satu kelompok. Karena mama kamu juga menitipkanmu padaku saat perkemahan nanti selama ditenda. Kamu gak bolek terlalu lelah beraktivitas" Ujarnya sembari memegang tanganku.
"Baiklah Fa, terima kasih banyak dan maaf ya, lagi lagi aku kembali merepotkanmu" Sahutku tertunduk lesu.
"Eh kamu ini, kita kan sahabat. Sudah seharusnya saling membantu dan juga aku gak merasa direpotkan sama sekali" Ujarnya.
Dia memang sahabat terbaik yang ku kenal semasa hidupku ini. Memang waktu aku duduk dibangku Smp, aku juga memiliki sahabat namun aku dan dia tidak sedekat aku dan Syafa. Dia juga tidak pernah seperhatian Syafa. Jadi aku merasa Syafa adalah hadiah terindahku ditahun ini.
__ADS_1
Disaat bel pulang sekolah berbunyi, terlihat beberapa kakak osis memasuki ruangan kami untuk yang kedua kali. Mereka sebagian ada yang menagihi mengenai iuran kemah. Aku agak sedikit bingung mengapa namaku sudah terisi LUNAS. Apa karena kak Firman yang telah melunasinya? Aku juga belum tau pasti. Atau mungkin juga mama sudah membayarnya tanpa bicara kepadaku.
"Adek adek semuanya. Dengarkan baik baik ya, kakak bacakan nama kalian serta kelompoknya" Ujar kak Seno.
"Nisa, Syafa, Fia............ berada dikelompok 8" Sambungnya ketika menyebutkan namaku.
"Bener kan nis, kita sekelompok lagi" Ujar Syafa.
"Hehe, okelah. Tenang aja, aku yang akan menggantikanmu. Kamu juga denger sendiri kan barusan. Temen dikelompok kita itu anaknya pemalu semua. Jadi biar aku saja yang mengusulkan diri menjadi ketua regu" Ujarnya.
Ternyata dia cukup memiliki keberanian saat ini. Eh bagaimana tidak? Dia kan juga tampak tak malu untuk mempermalukan kak Arul yang jelas jelas telah memberi perhatian kepadanya. Ada ada saja sahabatku ini.
__ADS_1
Aku kembali melihat ke arah depan setelah berbicara sedikit dengan Syafa. Ternyata kak Firman juga berada di barisan depan. Dia nampak melambaikan tangan ke arahku. Mungkin karena sejak tadi dia memperhatikanku namun aku baru menyadari kehadirannya.
Setelah semuanya selesai, kami pulang ke rumah masing masing. Aku saat itu sudah meminta mama untuk menjemputku dan seperti biasa, kami juga akan mengantarkan Syafa terlebih dahulu. Kak Firman melangkah ke arahku yang masih terduduk didepan gerbang bersama Syafa.
"Nisa, kamu udah mau dijemput mama?" Tanyanya.
"Udah kak, mama sudah bilang kalo dia masih dalam perjalanan kemari" Sahutku menanggapinya.
"Oh yaudah syukurlah, kakak masuk dulu ya dek" Ujarnya seraya menghilang dari pandanganku.
Mungkin dia masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
__ADS_1