Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Menjengukku


__ADS_3

Rasanya aku sangat bahagia hari ini. Dia yang selalu membuatku tersenyum bahagia. Disaat aku tak dapat melihatnya pun, ternyata dia selalu ada didekatku. Menemaniku saat aku tak sadarkan diri selama berhari hari ini. Tak salah bila aku memilihnya menjadi kekasih hatiku. Dia menyuapiku dengan makanan yang telah dibawanya dari rumah. Ternyata dia menyiapkannya untukku setelah pulang sekolah tadi.


Seusai makan dia memegang handphone nya. Entah apa yang sedang dia lakukan. Aku memperhatikannya baik baik. Ketika dia memperhatikanku, dia berkata.


"Eh maaf ya dek. Kakak gak bermaksud nyuekin adek. Kakak hanya mengabari Syafa bahwa keadaanmu sekarang sudah membaik. Karena disekolah dia selalu bertanya mengenai perkembanganmu. Dan dia juga banyak membantu kakak supaya kamu tidak ketinggalan pelajaran dan tugas tugas.

__ADS_1


"Iya kak, maaf ya sudah banyak merepotkan" Ujarku.


Dia hanya tersenyum menanggapiku Lalu mengusap keningku menyingkirkan setiap helai rambut yang mengusik pandanganku.


Beberapa menit kemudian, datanglah beberapa temanku ditemani ibuku. Ternyata sedari tadi ibuku berada didepan ruangan. Entah apa maksudnya meninggalkan kami berdua. Kukira, ibu sedang membeli makan siang untuknya. Ternyata dia sedang menunggu ayah yang membawakannya. Aku menyapa teman teman dengan senyuman. Aku senang mereka berada disekitarku saat ini. Terlebih ketika aku melihat Syafa. Dia nampak meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kamu gaboleh sedih Syafa, aku baik baik aja. Maaf ya beberapa hari ini aku tidak bisa menemanimu untuk berbagi cerita bersama ketika jam kosong disekolah. Maaf juga karena telah merepotkanmu mengenai pelajaran yang kutinggalkan" Bisikku dipelukannya.


"Aku tau kamu kuat. Makanya sekarang kamu sudah sadar. Dan berjanjilah nisa, untuk tidak meninggalkanku lagi meski hanya beberapa hari. Aku sangat merasa sepi. Tanpamu, aku mungkin tak berarti. Aku takut bila harus kehilanganmu" Ujarnya sembari melepaskan pelukan hangatnya itu.


"Aku janji gak akan ninggalin kamu. Aku akan menemanimu setiap saat. Kamu gaboleh sedih begini. Aku gak suka liat kamu sedih. Sekarang coba tunjukkan senyummu dihadapanku" Pintaku kepadanya sembari tersenyum ria.

__ADS_1


Dia tersenyum mendengar perkataanku. Aku memandangi teman lainnya, aku mengucapkan terima kasih kepada mereka karena sudah mempedulikan akan kondisiku. Dikelas, aku menjabat sebagai bendahara kelas. Namun sebelum aku dirawat disini, aku sudah melimpahkan tugasku kepada wakil bendahara.


Mungkin itulah yang menjadi pertanda bahwa aku tidak akan masuk kelas beberapa hari lalu. Mereka menyerahkan bingkisan untukku melalui mama yang isinya buah buahan. Aku sebenarnya tak ingin merepotkan mereka. Karena aku sendiri juga menjadi bendahara, aku tau betul bahwa mengumpulkan uang untuk sekedar iuran itu sangatlah susah. Namun aku salut kepada mereka, pasti mereka mengusahakannya untukku.


__ADS_2