
Teruntuk Kamu
Ku tulis seribu kisah,
Antara aku dan Dia..
Diantara pena yang berdansa,
Dialasi secarik kertas nan berwarna..
Ku dekap seribu puisi,
Yang kau tulis berhari hari..
Diantara lembaran diary,
Yang mungkin mewakili suara hati..
__ADS_1
Ku genggam seribu potret wajahmu,
Berharap akan ku ingat disetiap waktu..
Karena bagiku,
Kaulah bayangan disetiap langkahku..
Ku simpan seribu pesan,
Yang pernah kau lontarkan..
Sebagai tanda adanya sebuah ikatan..
Antara aku dan dirimu,
Duhai sayang..
__ADS_1
Kak Firman membasahi kertas tersebut dengan tetesan air matanya. Namun itu tidak sedikitpun menghilangkan setiap jejak tulisan yang sudah terukir diatasnya. Dia mencoba kembali untuk melihat Nisa. Untuk yang terakhir kalinya. Mama memeluknya, sembari berkata.
"Terima kasih karena kamu sudah mewarnai hari anakku ini ya nak.. Aku berharap kamu akan senantiasa mengingatnya. Tetaplah bersama mama, temani mama untuk sedikit mengobati luka dihati mama. Mama sudah menganggapmu seperti anak kandung mama sendiri" Ujar mama kepada kak Firman.
Sebentar lagi, akan dilaksanakan prosesi pemakaman. Semua air mata mereka kian mendera. Tak ada yang tak menangis melihat kepergiannya. Sosok yang selalu ceria disetiap harinya. Kini sudah pergi meninggalkan orang disekitarnya. Semua turut mengantarkan Nisa ke peristirahatan terakhirnya. Berbagai macam bunga kesukaannya mulai menyelimuti diatas Makam tersebut.
Kak Arul, hatinya begitu berkecamuk. Merasa bersalah, semua ini karena keteledorannya. Dia juga berusaha menenangkan sang pujaan hatinya. Yang berhasil menakhlukkan hati kerasnya. Syafa nampak nyaman dan tenang berada disandaran kak Arul. Kak Firman mendekat ke arah mereka, sembari berkata.
"Rul, lo harus janji sama gue buat jaga Syafa. Karena Nisa lah yang memintanya. Dia kemarin sempat berpesan sama gue. Gue gak nyangka itu adalah pesan terakhirnya. Dia pengen liat Syafa bahagia. Kalo sampe lo berani nyakitin dia, gue sendiri yang bakalan turun tangan" Ujar kak Firman sembari meneteskan air mata.
"Iya, lo tenang aja. Sebagai permintaan maaf gue ke Nisa. Gue bakalan jaga sahabatnya ini. Karna gue udah bener bener sayang sama dia. Gue janji gak bakal kecewain dia" Sahut kak Arul seraya mengelus kepala Syafa yang sedang terisak dalam tangisnya.
Mereka semua meninggalkan Syafa, kecuali kak Firman. Dia nampak belum bisa membiarkan sang pujaannya itu sendirian. Dia kembali mengambil mawar yang sudah disebarkan diatas makam Nisa.
"Dek, kamu ingat mawar ini?" Ujar kak Firman.
"Ini mawar yang biasa kakak kasih ke kamu. Dan kakak janji kakak bakal kesini terus buat ngasihin mawar ini ke kamu. Meski kakak gak bisa melihat ekspresi bahagianya kamu saat menerima mawar ini. Tapi kakak yakin, kamu bahagia di alam sana. Suatu saat nanti, kakak bakal nyusul kamu. Dan kita akan bahagia sama sama" Tambahnya.
__ADS_1
Dengan berat hati, kak Firman mulai melangkah pergi. Dia kembali ke rumah Nisa. Mama memohon kepadanya untuk sementara waktu tinggal di rumah Nisa. Kak Firman juga menempati kamar tidur Nisa. Semuanya terlihat rapih. Dia sempat membuka handphone milik Nisa.
Disana banyak terdapat fotonya yang ternyata diam diam disimpan. Kak Firman juga melihat mawar mawar yang pernah dia berikan kepada Nisa. Semuanya tersusun rapih di dalam sebuah lemari kaca yang sudah dihias sedemikian rupa. Dia juga menemukan sebuah video yang diiringi lagu Seventeen - Kemarin di ponsel Nisa. Dia membukanya,