Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#4


__ADS_3

Sepucuk puisi tlah berhasil dibuat Eun Ae. Tak butuh banyak waktu untuk membuatnya. Karna dia sangat pandai mengarang cerita, jadi tak sulit pula membuat rangkaian puisi. Terlebih jika itu menyangkut seseorang yang kini sedang dikagumi. Ia tak menyematkan namanya dalam puisi tersebut. Hanya menyantumkan inisial lalu kelas yang saat ini ia tempati. Dari caranya menghias, nampak jelas membuatnya dengan setulus hati. Hingga menjadikan sepucuk surat tersebut lebih indah untuk dipandang. Lalu dikemas dengan amplo yang sudah ia siapkan.


Eun Ae sangat berharap esok ia tidak membacakan surat itu didepan teman temannya. Karena rasanya malu jika harus membacakannya ditempat umum. Terlebih jika surat itu untuk seseorang yang dikagumi banyak gadis cantik se ruangannya. Pasti mereka akan menatap Eun Ae dengan sinis. Jadi ia berharap cukup Do Hwa saja yang membacanya. Dan semoga tidak ada yang membukanya selain Do Hwa.


Seusai membuat surat, Eun Ae bergegas membuka handphone yang ia acuhkan sejak tadi. Ia teringat bahwa Micha telah memasukkan nomernya disitu. Ia pun langsung mencari nomer tersebut dan memulai chat via whatsapp. Dan dari situlah Eun Ae mulai bertanya kepada siapa puisi Micha ditujukan. Karena yang ia ketahui dari obrolan teman temannya di ruangan tadi, kebanyakan dari mereka sepakat bahwa akan membuatkan puisi untuk kak Do Hwa. Mungkin saja Micha pun demikian. Itu hanya sebatas kemungkinan yang Eun Ae buat.


Namun tak disangka tebakan Eun Ae salah. Ternyata Micha justru membuat puisi untuk kakak osis yang lainnya.

__ADS_1


Via WhatsApp,


"Eh Cha, aku mau tanya dong.. Kamu itu buat puisi nya untuk siapa? Kak Do Hwa kahhh?" Singkat Eun Ae langsung mengirimkannya. Sebelumnya ia sudah meminta Micha untuk meng save nomernya.


"Jelas bukanlah, mana mungkin aku buat puisi capek capek cuma buat dia. Dihhh.. Gak banget deh. Mungkin puisi yang ku buat lebih cocok untuk ketua osis nya. Dia lebih keliatan tegas daripada si Do Hwa itu.." Ujarnya sembari memberikan emot tertawa.


"Aduhhh bisa bisa aku dimarahi kakakku nanti" Sambung Micha.

__ADS_1


Eun Ae bertanya tanya. Mengapa Micha mengungkit kakaknya. Ia tak tau bahwa sebenarnya Micha memiliki kakak yang juga menjadi panitia dalam kegiatan Mos tersebut. Micha pun mulai menceritakan hal yang sebenarnya.


"Iya jadi kak Meyra itu sebenarnya kakakku. Tadi pagi aku mau ngomong sama kamu tapi keburu kepotong. Jadi belum sempet aku ceritain ke kamu" Jelas Micha via WA.


"Wahhhh... Seru dong ya pastinya punya kakak yang jadi panitia juga. Pasti segala persiapan MOS kamu udah diatur sama dia yaa?" Balas Eun Ae.


Eun Ae sebenarnya sangat iri dengan Micha. Micha memiliki kakak sedangkan ia tidak. Ia sempat berfikir sejenak, fikirannya melayang jauh entah kemana. Ia mulai berandai andai jika rumahnya juga ada kakak yang selalu membantunya mengerjakan tugas sekolah. Atau bahkan menyiapkan segala kebutuhan MOS. Mungkin kakak nya akan jauh lebih pengalaman dan mengerti apa yang dibutuhkan. Hayalannya terhenti ketika ia sudah dalam posisi tidak sadarkan diri. Terlelap jauh dan tak lagi melanjutkan percakapan via WA dengan Micha tadi. Sebelumnya, Eun Ae sempat mengisi curahan hatinya didalam sebuah diary yang sangat ia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2