Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Sekuntum Mawar


__ADS_3

Tak terasa, tugas yang kami kerjakan bersama sudah selesai. Nampak senja membentang di langit sana. Aku bergegas mengantarkan Syafa ke rumahnya agar tidak terlalu malam. Syukurlah jarak antara rumahku dengannya tidak begitu jauh.


Sesampainya di rumah Syafa aku merasa terharu dengan kondisi rumahnya yang cukup sederhana dan juga ibu nya yang menyambut kepulangan Syafa. Syukurlah Syafa sudah memberi tahu kak Rima bahwa hari ini akan mengerjakan tugas di rumahku. Jadi ibu nya tak begitu khawatir. Kami menghampiri ibu nya yang sedang duduk diteras rumah beserta kedua kakak Syafa. Kak Rima dan kak Reno.


Beruntung sekali Rima memiliki kedua kakak yang begitu menyayanginya. Mereka saling membantu disaat ibu nya sedang ada pesanan. Aku langsung berpamitan kepada ibu nya dan juga kedua kakaknya. Aku berjanji kepada ibu bahwa suatu hari nanti akan bertamu ke rumah Syafa.

__ADS_1


Aku melajukan sepeda motorku menuju ke rumah. Sesampainya disana aku sudah melihat mobil papa terparkir disana. Kemudian aku masuk ke rumah dan menyapa mereka yang sedang asyik dengan kesibukan masing masing. Ayah sedang membaca koran sedangkan ibu sedang asyik menonton sinetron kesukaannya. Mereka menyuruhku untuk segera beristirahat karena mereka mengira aku baru pulang dari sekolah dan tak mengetahui bahwa aku sudah pulang dari tadi. Jadi aku pun memutuskan untuk langsung menuju kamarku.


Hari sudah mulai petang, aku saat itu belum bisa tidur debgan tenang. Masih ada yang mengganggu fikiranku. Akhirnya aku membuka handphonku dan ternyata benar saja. Banyak yang menjapriku. Sebagian dari mereka adalah orang yang kini sedang mengisi hatiku, kak Firman dan kak Arul. Aku terkejut saat kak Arul menyapaku dengan emoticon love.


Entah senang atau bagaimana yang kurasa kini. Lalu aku membalas pesan darinya. Namun aku juga membaca pesan dari kak Firman yang isinya bahwa dia akan bermain kerumahku besok pagi. Karena besok adalah hari libur, aku tak bisa lagi menolak permintaannya. Toh juga kak Firman sudah cukup dekat dengan mama. Setelah itu aku kembali membuka pesan kak Arul. Rasanya senang bisa saling chat dengannya sampai aku terlarut didalam mimpiku.

__ADS_1


Keesokan harinya, aku bersiap siap karena sebentar lagi kak Firman akan bermain kesini. Aku sudah meminta izin dengan mama bahwa kak Firman akan main ke rumah. Nampaknya mama sangat senang mendengar berita ini. Mama langsung menyiapka sesuatu untuk cemilan nanti.


Tiba tiba bel berbunyi, mungkin kak Firman sudah sampai dirumahku. Karena aku sudah mengirimkan alamatku kepadanya. Dugaanku benar, dan mama menyambut kedatangan kak Firman dengan hangat. Sepertinya aku merasa tersaingi dengan kak Firman. Mama sungguh memperlakukannya dengan baik seperti anaknya sendiri.


Sungguh membuat hatiku sedikit kesal dibuatnya. Lalu aku meminta mama untuk kembali ke dapur karena sedang memasak sesuatu. Mama pun meninggalkan kami berdua. Kak Firman memulai pembicaraan ini dengan berbagai macam candaan.

__ADS_1


Dan juga dia sesekali meledekku setelah mengetahui bahwa aku mengagumi kak Arul. Rasanya kesal sekali tetapi kekesalanku seketika musnah ketika ia memberikanku sekuntum bunga mawar yang dibelinya entah dimana. Bunganya terlihat masih segar. Aku sangat menyukai bunga mawar. Terlebih ketika aku melihat coklat yang merekat didepan bunga tersebut.


__ADS_2