
"Oh ternyata itu alasannya kenapa dia jarang sekali terlihat online di whatsApp nya. Aku menghubunginya berkali kalipun dia tidak akan meresponku. Apa dengan aku membelikannya pulsa atau paket quota itu akan membuatnya meresponku. Baiklah aku akan mencobanya" Batinku.
"Heh kamu jangan bengong aja dong, aku balik sekarang ya" Ujar Rima.
"Eh tunggu dulu, baiklah kalo begitu aku akan mengirimnya pulsa sekaligus paket quota. Ketika dia bertanya kepadamu siapa yang mengirimnya, jawab saja akulah orangnya. Biar dia menjapriku dulu. Dan saat itulah kesempatanku untuk berbicara baik baik kepadanya walaupun via wa" Pintaku kepada Rima.
__ADS_1
"Oke tapi kamu juga harus mengisikan paket quota ke nomorku. Jika tidak, aku tidak akan membantumu untuk mendekatinya. Jangan harap" Tegasnya.
"Kamu tenang saja, baiklah. Mari kita kembali ke kelas karena setelah ini ada mapel Ekonomi. Gurunya garang sekali. Kita tidak boleh terlambat sedetikpun" Jawabku sembari menarik tangannya menuju ke kelas.
Kembali Suara dari Nisa
__ADS_1
Setelah itu aku tak sadarkan diri. Entah berapa lama aku berada dialam bawah sadarku. Aku membuka mata perlahan dan melihat sekelilingku. Hidung dan mulutku terasa tertutup sesuatu, sepertinya selang oksigen sedang merekat menutupinya. Ruangan yang serba putih serta tanganku yang terasa tertusuk jarum. Ternyata aku sedang di infus disebuah rumah sakit.
Entah dari kapan aku berada disini. Aku bahkan tidak melihat mama berada disekitarku. Aku mencari carinya dan seketika itu pula ada perawat yang masuk keruanganku. Dia merasa terkejut melihatku sudah sadar dan berlari keluar entah menemui siapa. Seketika itu ayah dan mama menghampiriku. Ternyata mereka menunggu didepan ruanganku. Entah berapa lama mereka menungguku. Aku ingin menanyakannya kepada mama namun mulutku sedang tertutup oleh masker oksigen. Jadi aku tak bisa untuk berbicara sepatah katapun.
Mama nampaknya sangat bersyukur melihatku telah siuman. Dan mama langsung memelukku dengan lembut. Begitupun ayah, mereka terlihat meneteskan air mata bahagia. Beberapa waktu kemudian, keadaanku sudah cukup membaik. Sehingga dokter memperbolehkanku untuk melepas oksigen yang menghalangi bicaraku ini. Setelah dilepas, itulah kesempatanku untuk bertanya kepada mama.
__ADS_1
"Ma, sejak kapan aku berada disini?" Tanyaku merasa heran.
"Sejak seminggu yang lalu nak, mama hampir putus asa setiap saat melihatmu terbaring lemah. Dan setiap hari juga mama ditemani Firman saat menungguimu. Dia terlihat begitu khawatir denganmu. Setiap sepulang sekolah dia selalu berada disini. Disaat kamu sadar tadi sekitar jam 2 pagi jadi Firman tidak ada disini. Dia hanya menunggui mama dari jam 3 sampai jam 8 malam karena dia takut bila mamanya menghawatirkannya. Terkadang dia menginap disini bila keesokan harinya adalah hari libur" Jelas mama.