Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#3


__ADS_3

Ternyata Dia..


Dia yang siang tadi bersikap manis padaku..


Memperhatikan bahkan begitu mempedulikanku..


Dan teryata dia mengenal ayahku..


Namun apakah dia juga mengenalku?


Sejauh apa dia tau tentang aku?


Dan mengapa aku baru kali ini bertemu dengannya..


Sedangkan ia terlihat sudah cukup mengenal diriku sebelumnya..


Aku tau itu, tatapan serta perhatiannya selalu terarah padaku..


Kala aku merasa ingin pingsan siang tadi,


Ia langsug bergegas menghapiri..


Mengajakku tuk menepi..

__ADS_1


Entahlah,


Aku tak tau pasti..


Otak Eun Ae serasa enggan berhenti berputar. Tanda tanya terus mengeliling fikirannya. Mengenai siapa dia sebenarnya. Juga apakah dia bersikap demikian disekolah karena sudah cukup mengenalnya?


"Eun Ae.. Ini betul senior kamu bukan? Disapa dong jangan cuma diem doang kayak patung gitu" seru ayah sontak membuat Eub Ae tersadar dari lamunannya.


"Eehhh.. Iy.. Iya yahhh... bahkan dia itu kakak panitianya" jawab Eun Ae dengan nada terbata bata.


Batinnya "Ayahhh... bikin malu aja, masa tanya jawaban teka-teki ke panitianya sendiri. Gimana coba nanti kalau diaduin ke kakak kakak yang lain. Bisa dihukum aku. Duh..."


"Bagus deh... Jadi kamu kan bisa tanya banyak ke kyung. Apalagi dia kakak panitianya sendiri. Udah kamu duduk dulu jangan cuma diam doang di situ. Kyunh udah bela-belain ke sini cuma buat kamu nak. Kalian lanjut ngobrol dulu ayah mau istirahat." ujar ayah seraya berlalu meninggalkan mereka berdua.


Sebelum terdengar kata,


"Dek..." Kyung mulai membuka suara, memecahkan keheningan diantara mereka.


"Iya kak..." sahut Eun Ae masih dalam ekspresi tegang. Ada ketakutan yang sedang menyelimuti ruang hati kecilnya.


"Teka teki mana yang belum kamu tahu jawabannya? Biar kakak coba bantu. Gak perlu tegang gitu, kakak nggak akan kasih tau siapa-siapa kok. Jadi gausah khawatir" ujar Kyung yang sedikit membuat hati Eun Ae lega.


Eun Ae menghela nafas seraya berkata, "Sebenernya sih nggak tahu semua kak. Hehehe.. Soalnya mama sama ayah ditanya malah balik nanya. Katanya sih udah lupa semua. Yaudah deh Eun Ae gabisa mecahin tuh teka teki."

__ADS_1


"Iya gak papa kok dek kalau misal belum tahu semuanya. Toh kakak juga udah siapin semua jawaban dari teka teki itu" Kyung langsung membuka ranselnya dan mulai mengeluarkan kantung plastik yang berisi 2 buah apel, 2 buku sinar jaya serta minuman teh botol dengan kemasan kotak. Ternyata semua itu merupakan jawaban dari teka teki yang tidak Eun Ae ketahui.


"Duh... Kok jadi ngrepotin kakak gini sih. Pasti ayah yaa yang minta kakak buat nyiapin ini semua," tanya Eun Ae. Nampaknya ia sedikit malu.


"Nggak dek, kakak gak ngerasa direpotin kok. Dan ini juga bukan permintaan ayah. Ini inisiatif kakak sendiri. Karna kakak juga tau kamu bakalan kesulitan nyari ini semua. Ini kan udah hampir malem, pasti udah banyak toko yang tutup," perkataan yang sungguh mendebarkan dikala Eun Ae yang mendengarkan.


Deg... Deg... Deg...


Mengapa dia sepeduli itu padaku?


Bahkan rela membawakan ini semua untukku.


Padahal sebelumnya tak pernah bertemu.


Namun ia membntu memecahkan jawaban dari teka teki itu.


Tak hanya jawaban saja,


Namun dengan makna nya pun ia bawa.


Meski tak juga dengan tanya.


Tanya perihal siapa dia sebenarnya.

__ADS_1


Yang belum kuketahu detail nya..


__ADS_2