Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
#3


__ADS_3

Ruang Kelas


"Sebentar lagi akan ada guru yang masuk untuk menyampaikan materi kepada kalian semua. Jadi kakak harap kalian mendengarkan dengan baik ya.. Bila perlu, catat apa yang harus kalian catat tanpa diminta. Karena usia beliau sudah cukup sepuh. Tolong hargai dan tidak ada yang bicara sendiri. Kalian mengerti?" tegas Seon yang saat itu berada diruang kelas Eun Ae.


Benar saja, selang beberapa menit kemudian. Seorang pria paruh baya berjalan memasuki ruangan dengan langkah sayu. Ditemani dua orang disisinya, berusaha memegang erat tangannya. Berjalan perlahan seraya memberi salam.


"Selamat pagi anak anak sekalian" Sapanya.


"Pagi..." Jawab mereka serentak.


"Tak usah tegang begitu.. Saya ini masih seumuran kalian.. Tapi itu beberapa tahun yang lalu. Hehe" Lanjutnya sedikit memecah tawa.

__ADS_1


Mereka semua tertawa pelan agar tak membuat kebisingan.


Usai sudah materi yang diberikan. Kini dilanjutkan dengan tugas apa yang akan diberikan kakak panitia untuk hari berikutnya. Namun sebelumnya, Do Hwa ditemani dengan yang lainnya berusaha meramaikan suasana.


"Siang Adek adek semuanya, mana semangatnya??.. Kok pada lemes gitu sihh.. Masih ingat siapa kakak ini??" Sapa seorang wanita cantik yang sedang berupaya membangkitkan suasana.


Mereka serempak menjawab "Masih kak".


"Kak Eyesti Rahatttttttt" Jawab seluruh siswa diruangan tersebut.


Mendengar jawaban mereka, kak Eyesti pun tiba tiba duduk dimeja guru dan meletakkan kepala serta tangannya disana. Melihat tingkahnya yang demikian, sontak membuat mereka tertawa.

__ADS_1


"Kak, nama kakak kan bener tuh kak Eyesti Rahat. Tapi bukan berarti kami nyuruh kak Eyesti untuk beristirahat. Kami kan hanya menjawab pertanyaan dari kakak" Ujar salah satu siswa dengan keberaniannya.


Eyesti kembali ke posisi semula. Melihat tingkah konyol temannya itu, Do Hwa dan lainnya berusaha mengumpat tawa.


"Malu maluin banget tuh anak.. Jadi senior juga masih aja kelakuan kayak bocah" ujar Do Hwa.


Eyesti kembali beraksi, ia mengenalkan banyak permainan kepada mereka semua yang sedang berada dalam satu ruangan. Ditengah tengah permainan yang sedang dibuatnya, ada seorang panitia yang masuk keruangan tersebut dengan membawa gadis cantik.


Tak disangka, gadis itu adalah Micha yang merupakan teman dekat Eun Ae sejak hari pertama. Ternyata Micha sedang diberi hukuman karena kalah dalam permainan diruangannya. Mungkin saja kakak panitianya sengaja membuat adik dari temannya tersebut mendapat hukuman. Setelah itu, Micha memperkenalkan diri dihadapan seluruh siswa. Dengan kecantikannya, ia mampu menarik perhatian para kaum adam. Mereka menatap Micha dengan penuh cinta. Tak terkecuali dengan Do Hwa, ia pun menatapnya demikian juga.


Rasanya hati Eun Ae begitu teriris. Melihat seseorang yang kini sedang ia kagumi justru menatap sahabatnya dengan tatapan penuh arti. Apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Do Hwa akan tertarik untuk mendekati sahabatnya itu? Ataukah hanya sebatas tatapan sekilas saja. Do Hwa, yang biasa dikenal sebagai seorang Playboy cap kampak. Hampir semua siswi disekolahnya sudah ia pacari. Gonta ganti setiap hari, dengan sesuka hati. Mempermainkan perasaan wanita kesana kemari. Namun akankah hal ini terjadi pada Micha? Seorang siswi baru yang di incarnya. Terlebih dia seorang adik dari temannya yang juga pernah menjadi kekasihnya. Akankah nasib Micha sama dengan kakaknya? Tertarik pada seorang pria buaya semacam Do Hwa. Biarlah waktu yang kan menjawab semuanya. Ikuti saja alurnya.

__ADS_1


__ADS_2