
Mobil mama sudah nampak dari kejauhan. Aku pun menarik lembut tangan Syafa supaya berdiri bersama. Syafa sedari tadi masih asyik dengan ponselnya. Entah apa yang dilakukannya.
"Syafa, kamu sedang bahagia ya? Nampaknya kamu senang sekali melihat pesan yang masuk di ponselmu?" Tanyaku.
"Hehe nggak kok. Aku biasa biasa aja Nisaaa... Ihh kamu lebay deh. Wkwk" Sahutnya.
"Eh iya deh, ayo kita bergegas menghampiri mobil mama. Dia nampak sudah terparkir diseberang sana" Ajakku.
"Okke, kamu biar aku saja yang menuntun untuk menyabrang" Pintanya.
Sesampainya disabrang jalan.
__ADS_1
"Ma, kenapa mama gak putar balik? Biasanya mama langsung putar balik saat menjemput kami" Tanyaku merasa heran.
"Hehe iya nak, maaf ya. Karena mama hari ini akan mengajak kamu sama Syafa untuk pergi ke Mall. Banyak yang akan mama beli disana dan kalian berdua juga bisa menunggu mama belanja sembari bermain di wahana timezone ataupun cinema XXI" Jelas mama.
"Oh gitu ya, baiklah ma" Ujarku seraya membuka pintu.
Mama mulai melajukan mobilnya ketika melihat kami sudah berada didalam mobil. Tak terasa kami sudah sampai di sebuah Mall besar yang berada di tengah tengah keramaian kota. Kami menuju ke parkiran yang berada diatas. Sesampainya, aku langsung menarik tangan Syafa menuju ke arah time zone. Dan mama nampak sudah menghilang diantara ibu ibu yang sedang berburu discount.
"Main basket aja yuk nis. Kayanya seru tuh" Ujarnya.
Kamipun menuju kearah permainan basket dan mulai bermain. Syafa terlihat sangat lincah bermain basket sehingga dia berhasil melampaui skor yang diperolehku. Skor yang diraihnya cukup banyak. Dia berhasil memasukkan sekitar 20 lebih namun aku hanya sekitar 16 bola yang masuk ke ring.
__ADS_1
Setelahnya, kami menuju ke arah penukaran. Dan aku menukarkannya dengan dua buah es cream. Aku memberikan es cream nya untuk Syafa satu dan untukku satu. Aku mengajak Syafa untuk melihat lihat berbagai macam sepatu yang dipajang rapi. Aku meraih ponselku dan melihat ada pesan dari mama yang meminta kami berdua untuk berbelanja peralatan sekolah.
"Syafa, kamu milih aja. Mama yang memintanya" Ujarku kepadanya.
"Nggak usah nis, aku udah punya sepatu kok. Lagian tadi juga kan waktu bermain di timezone kamu sudah terlalu banyak menghabiskan uang" Sahutnya.
"Eh nggak kok, tadi aku menggunakan kartu ku yang kebetulan masih tersisa saldo agak banyak. Kalo ini, mama yang memintanya dan akan membayarkannya. Jadi kamu gak boleh nolak permintaan mama" Ujarku.
"Baiklah, tapi kita memilih sepatu yang kembar ya. Kita kan sahabat" Sahutnya.
"Okke, tapi mama meminta kita gak cuma membeli sepatu. Kita juga disuruh memilih tas, buku atau apalah yang akan kita gunakan untuk bersekolah" Ujarku.
__ADS_1
Kamipun menuju arah dimana sepatu sepatu itu berada. Syafa nampak bingung memilihnya. Akhirnya aku menemukan sepatu yang cocok untuk kami berdua.