Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Sedikit Kecewa


__ADS_3

Aku nampak heran mengapa dia tidak memperbolehkanku naik bersama teman teman.


"Lho kenapa kak? Kan aku bisa jaga diri, toh juga teman temanku pada naik truk semua kok. Kenapa aku tidak?" Tanyaku.


"Ini adalah permintaan mama. Mama tidak menginginkan kamu untuk ikut naik ke dalam truk bersama teman teman yang lainnya. Mama dan ayahmu barusan kesini dan menitipkan satu mobil untuk digunakan dalam perjalanan kesana bersama mu. Kamu tenang aja, kak Arul yang akan menjadi supirnya. Karna kakak belum begitu ahli untuk menaiki mobil" Ujarnya.


"Oh gitu ya kak, yahh.. sayang sekali aku tidak bisa bercanda ria bersama teman teman" Sahutku.

__ADS_1


"Iya, mari masuk ke mobilmu. Disana sudah ada Arul, Rima dan Alifia yang ikut serta menaiki mobilmu. Gapapa kan? Kakak yang lainnya naik mobil terbuka dan nampaknya mereka sudah jalan duluan" Sambungnya.


"Iya gapapa kok kak" Kataku menanggapinya.


Kami pun menuju sebuah mobil yang mama titipkan untukku. Kak Arul bergegas menyusul rombongan yang sudah melesat duluan. Jalanan nampak begitu berkelok kelok. Rasanya kepalaku pusing. Kak Firman meminta kak Alifia untuk memberikan minyak angin kepadanya. Karena mungkin dia melihatku sudah begitu pucat.


"Dek, adek gapapa kan? Adek kuat gak? Kalo nggak, kita kembali ke sekolahan lagi aja. Biar adek istirahat disana ya?" Pintanya mengkhawatirkanku.

__ADS_1


"Gapapa kok kak, aku baik baik aja. Aku ingin melihat teman teman bermain arum jeram. Jadi aku mohon kak, izinkan aku untuk mengikutinya ya" Pintaku kepada mereka yang terlihat menghawatirkanku.


Kami segera menuju kesana melanjutkan perjalanan yang memakan waktu hampir sejam lebih. Agak jauh memang, dan suhunya juga agak sedikit dingin. Mungkin ini sudah memasuki pegunungan, makanya cuacanya agak sedikit berbeda. Antara panas dan mendung. Jadi tidak begitu panas dan tidak turun hujan juga.


Sungguh menyegarkan jika menghirup udaranya. Terlihat jarang sekali rumah disana. Hanya ada pohon pohon besar disetiap jalanan. Dan tanpa disadari, ternyata rombongan kami sudah berada di sekitar arum jeram. Sungguh indah didalam pandangan mata orang yang memandang.


Aku meminta izin kepada kak Firman agar aku bisa ikut dalam barisan teman teman. Namun kak Firman tidak mengijinkannya. Aku merasa sangat kecewa, aku hanya duduk di tempat yang sudah disediakan. Kak Firman menitipkanku kepada kak Alifia untuk menjagaku.

__ADS_1


Aku hanya menuruti keinginannya. Mungkin dia cemas jika terjadi sesuatu kepadaku. Aku juga tidak bisa memaksakan diri. Karena jika terjadi sesuatu, aku pasti akan merepotkan banya orang. Aku juga tidak menginginkan orang yang kusayang mengkhawatirkanku. Aku hanya ingin melihat mereka bangga denganku. Aku harus kuat.


Kak Alifia memintaku untuk meminum obat supaya wajahku tidak pucat lagi. Aku pun langsung meminumya. Aku hanya dapat memandangi teman teman dari kejauhan. Aku juga melihat kak Firman yang begitu sibuknya.


__ADS_2